Infrastruktur Bogor terus dikebut Pemerintah Pusat dan Daerah mengingat perannya sebagai wilayah penyangga ibu kota dan penghubung ke wilayah lainnya seperti Sukabumi, Cianjur, dan Bandung.

Harus diakui, yang mengesankan dari Bogor, khususnya wilayah kota, infrastrukturnya terpantau terus berkembang meskipun relatif lambat dibanding wilayah penyangga lainnya.

Sebut saja ada Tol Cijago, BORR (Bogor Outer Ring Road), BIRR (Bogor Inner Ring Road), Tol Cibubur–Bogor, Bocimi (Bogor – Ciawi – Sukabumi), sampai jalan Poros Tengah Timur (jalur Puncak Dua). sehingga Bogor akan menjadi hub yang penting. Dan yang menarik Bogor juga direncanakan akan terintegrasi dengan sarana transportasi massal Light Rapid Transit (LRT).

Kota yang mendapat julukan sebagai Kota Sejuta Angkot ini juga disokong oleh sektor transportasi yang baik, misalnya KRL Jabotabek jurusan Bogor – Jakarta Kota guna mengangkut warga Bogor yang bekerja di Ibukota. Hal ini senada berdasarkan demografinya, kelompok usia yang menjadi pemukim baru di Bogor rata-rata merupakan kaum produktif.

Saat ini Bogor memiliki satu juta penduduk dengan pertumbuhan populasi yang mencapai 2,5% per tahun. Dan untuk properti di Bogor, saat ini warga asal Jakarta tercatat masih mendominasi. Tertarik untuk punya rumah di Bogor? Simak review perumahannya di sini!

Bicara infrastruktur Bogor, dari rencana tiga seksi tahapan pembangunan BORR, dua di antaranya kini telah rampung. Jadi tol BORR ini nantinya akan menjadi lingkar luar Bogor penuh (Cigombong) dan Jagorawi kedua.

Tol lingkar luar Bogor ini sebetulnya sebelumnya diarahkan ke Dermaga, Kabupaten Bogor, tapi kini dialihkan ke Parung. Seksi IIIA adalah seksi yang akan dilanjutkan pembangunannya dari Simpang Yasmin Kota Bogor menuju Parung.

infrastruktur bogor

Jalan tol sepanjang 54 km ini memiliki sejarah panjang, dari mangkrak hingga gonta-ganti investor.

Selanjutnya dari Parung berbelok ke kiri ke arah Cigombong (Bocimi). Dari Parung nanti berbelok ke kiri jadi lingkar luar Bogor penuh.Sedangkan ke utara, dari Parung akan bersambung ke arah Antasari, sehingga BORR menjadi Jagorawi kedua.

Begitupula dengan pembangunan infrastruktur kereta ringan (light rail transit/LRT) rute Bogor – Cawang yang digadang-gadang bakal bikin properti di kawasan Bogor meroket. Dan untuk Bogor Inner Ring Road (BIRR), kemungkinan akan dibangun pada tahun 2019-2020.

Khusus untuk Bocimi punya cerita tersendiri. Sebagai informasi, jalan tol sepanjang 54 km ini memiliki sejarah panjang, dari mangkrak hingga gonta-ganti investor. Asal tahu saja, penetapan pemenang lelang investasi jalan tol ini ternyata telah dilakukan sejak tahun 1997.

Dan setelah menunggu sekian lama maka pada 1 Desember 2018 lalu Tol Bocimi pun diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Jadi bisa dibilang Tol Bocimi adalah infrastruktur Bogor terbaru yang telah lama dinanti.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, jalan tol ini akan menjadi bagian tol Trans Jawa bagian selatan. Jadi jika di bagian utara ada Pantura, maka di Selatan Jawa nanti dari Ciawi, Cigombong, Cibadak, Sukabumi, Cilacap, Yogyakarta, sampai ke Solo. Sehingga pembangunan tol Bocimi ini dapat memecah konsentrasi kendaraan yang menggunakan jalur utara Jawa.

Tol Bocimi sendiri memiliki total panjang 54 km yang terdiri atas lima seksi. Meski saat ini baru 1 seksi yang beroperasi, namun beroperasinya tol Bocimi seksi 1 akan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di wilayah Timur dan Selatan Bogor, sehingga mobilisasi akan semakin lancar.