Hunian di Kota Bandung terus menunjukkan eksistensinya dalam perkembangan pasar properti. Diperkuat dengan sektor ekonomi, pendidikan, kuliner, teknologi, hingga industri kreatif, pencari hunian maupun investor melirik Bandung sebagai titik investasi properti.

Demografi penduduk Kota Bandung sendiri pada tahun 2019 mencapai 2.480.464 juta. Angka tersebut nyaris setengah dari jumlah penduduk Jawa Barat yang ada di angka 49,02 juta jiwa. Sebagian besar adalah warga pendatang yang ingin membeli atau menyewa tempat tinggal.

Pembeli yang datang tidak hanya dari Bandung, melainkan warga Jabodetabek yang memiliki daya beli lebih tinggi. Alasan berinvestasi di Kota Kembang tak lain adalah karena mempertimbangkan sejumlah proyek infrastruktur yang menghubungkan Jakarta dan Bandung sebagai nilai tambah tersendiri.

Di samping itu, pertumbuhan hunian di Kota Bandung juga didukung oleh sektor pendidikan di jenjang universitas. Peran besarnya hingga kini masih menstimulasi pertumbuhan pasar properti subsektor residensial di Bandung, terutama di segmen hunian vertikal atau apartemen.

Tercatat, investasi rumah sewa atau kos-kosan di Kota Kembang masih potensial mengingat penyerapan hunian sewa yang tinggi. Kota Bandung tercatat memiliki sekitar 35 perguruan tinggi favorit, seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Parahyangan dan Universitas Padjajaran.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 500 jutaan di kawasan Bandung? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Hunian di Kota Bandung Tumbuh Positif, Rujukan Tepat Bagi Investor

Tren indeks harga rumah di Bandung yang tumbuh positif layak jadi pertimbangan utama bagi para investor. Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) mencatat, pada Q2 2021 harga rumah di Bandung mencapai indeks 115,0 atau naik 1 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).

Kenaikan ini terjadi lantaran indeks pada kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q2 2020, indeks harga rumah di Bandung hanya mencapai 113,8. Tren positif secara tahunan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar perumahan masih relatif stabil.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Secara kuartalan atau Quarter on Quarter/QoQ, indeks harga rumah di Bandung pada Q2 2021 juga naik sebesar 2,9 persen. Hal ini karena indeks pada kuartal sebelumnya atau Q1 2021 mencapai angka lebih rendah yakni 111,8.

Berdasarkan fakta di lapangan, terkini harga lahan di kawasan strategis Kota Bandung mencapai Rp5 juta per meter persegi. Sementara lahan di dalam perkampungan dibanderol Rp2 juta per meter persegi.

Jika lahan berada di kawasan hunian di Kota Bandung seperti kompleks atau klaster, maka harga lahan dipasarkan lebih tinggi kisaran Rp6,5 juta -Rp7,5 juta per meter persegi. Perbedaan harga yang cukup jauh ini tentunya didasari oleh kelengkapan fasilitas dan infrastruktur dalam hunian.

Bergeser ke sisi pasokan, indeks suplai rumah di Bandung juga mengalami pertumbuhan positif.  Sayangnya, hal tersebut hanya terjadi dalam kurun waktu tahunan. Pada Q2 2021, indeks suplai naik drastis sebanyak 69,8 persen.

Indeks suplai rumah di Bandung pada Q2 2021 mencapai 244,7 atau naik 100,6 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya yakni Q2 2020 yang meraih 144,1 (YoY). Kenaikan suplai rumah yang tumbuh signifikan ini mengindikasikan kepercayaan diri pengembang dalam merilis hunian di Kota Bandung, setelah sempat menahan diri akibat pandemi Covid-19.

Sedangkan secara kuartalan (QoQ), indeks suplai rumah di Bandung justru menyusut tipis pada Q2 2021. Suplai pada Q2 2021 turun 0,3 persen dibandingkan Q1 2021 yang mencatat indeks 245,4. Sedikit penurunan ini kemungkinan besar merupakan respon pengembang atas kembali berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kerumuman Masyarakat (PPKM) yang berlaku di Jawa–Bali.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Ini Dia 5 Kawasan Hunian di Kota Bandung Terfavorit Setahun Terakhir

 

Tak hanya mengamati indeks harga dan suplai rumah, Rumah.com juga memantau tren pencarian hunian di Kota Bandung khususnya rumah dalam satu tahun terakhir (Juli 2020 – Juni 2021). Terkini pada Juni 2021, indeks pencarian mencapai 114,6 atau turun -10,3 persen dibandingkan Mei 2021.

Dalam satu tahun terakhir, pencarian rumah tertinggi terjadi pada Maret 2021 dengan indeks sebesar 132,1. Sedangkan pencarian rumah terendah terjadi di Desember 2020, bertepatan dengan fokus masyarakat yang lebih mengarah ke libur anak sekolah.

Lepas dari indeks pencarian rumah, masyarakat terutama investor pun harus tahu lima kawasan hunian di Kota Bandung yang paling prospektif. Apa saja?

1. Antapani

Kawasan Antapani merupakan lokasi populer untuk pencarian hunian di Kota Bandung. Tak heran, persentase pencarian rumah di lokasi ini cukup tinggi mencapai 6,62%, atau 1,27 persen lebih tinggi dibandingkan kawasan favorit lainnya yakni Buahbatu.

Bagi pencari properti yang mengincar rumah di Antapani, sebaiknya siapkan kocek sedikitnya Rp1 miliar. Sebab harga rumah di sini relatif tinggi, misalnya Greenland Antapani yang ditawarkan Rp1,2 miliar maupun Cluster Mandala Andir yang dibanderol Rp1,19 miliar.

2. Buahbatu

Tak beda jauh dengan Antapani, harga rumah di Buahbatu juga dipasarkan kisaran Rp1 miliar sehingga ideal bagi kelas menengah atas. Sebut saja referensinya Buah Batu Central Living yang menawarkan rumah tipe 80m2 seharga Rp1,8 miliar.

Jika dana yang disanggupi tak sampai sebesar itu, opsi lainnya adalah Podomoro Park yang membanderol rumah bergaya modern tropis seluas 58m2 dengan harga Rp1,1 miliar. Sesuai catatan Rumah.com, Buahbatu menjadi salah satu dari lima kawasan hunian di Kota Bandung paling favorit dengan capaian indeks 5,35 persen.

3. Kota Baru Parahyangan

Di urutan ketiga, ada Kota Baru Parahyangan yang masuk dalam daftar 5 kawasan hunian di Kota Bandung paling favorit. Indeks pencarian rumah terhadap lokasi ini adalah 5,34 persen. Kota Baru Parahyangan merupakan sebuah kota mandiri di Bandung seluas lebih dari 1.250 hektare.

Hunian di Kota Baru Parahyangan dipasarkan cukup premium, antara Rp1,5 miliar hingga Rp5,2 miliar tergantung luas rumahnya. Untuk kelengkapan fasilitas, salah satu kawasan hunian di Kota Bandung ini menyediakan Sundial Puspa Iptek, Bale Seni Barli, dan taman tematik yang tersebar di setiap tatar.

4. Dago

Dago juga menjadi kawasan hunian di Kota Bandung yang banyak diincar masyarakat dengan indeks pencarian sebesar 5,01 persen. Menurut klimatologinya, Dago punya hawa sejuk pada pagi dan sore hari. Suhu udara berkisar antara 18° (malam terendah) sampai dengan 32° (siang tertinggi).

Lantaran kesejukannya, Dago menjadi satu dari sekian destinasi wisata favorit yang ada di Bandung. Tak cuma wisata, perumahan di Dago pun jadi incaran, pilihannya seperti Pramestha Mountain City Dago, Vila Tropis Dago, hingga Villa Valle Verde.

5. Arcamanik

Jika harga rumah di keempat lokasi di atas rata-rata dipasarkan lebih dari Rp1 miliar, maka Arcamanik menjadi kawasan hunian di Kota Bandung yang mampu mengakomodir masyarakat kelas menengah. Persentase pencarian rumah di Arcamanik pun mencapai 5,01% berdasarkan catatan Rumah.com.

Ada sejumlah perumahan di kawasan ini yang ditawarkan kurang dari Rp700 juta, diantaranya Harmoni Sindanglaya, Permata Tamansari Cisaranten, maupun AULiv Arcamanik Urban Living. Ketiganya sama-sama menyediakan rumah tipe kecil harga terjangkau dengan dua kamar tidur.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah