Bila menilik provinsi Jawa Tengah 20 tahun lalu, pastinya banyak orang yang tercengang dengan perubahannya. Hal ini dapat dilihat dari menggeliatnya pembangunan infrastruktur Jawa Tengah yang pesat dalam 5 tahun terakhir. Pertumbuhan infrastruktur Jawa Tengah yang pesat tentunya tak lepas dari andil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Perkembangan infrastruktur Jawa Tengah tersebut memberi kemudahan akses antar pulau Jawa yang sebelumnya cukup sulit. Sebut saja pembangunan jalan tol yang menghubungkan berbagai kawasan Jawa Tengah dengan sekitarnya. Selain jalan tol, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga giat membangun infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 500 juta di Jawa Tengah? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Kemudahan akses antar provinsi maupun wilayah Jawa Tengah memberi dampak positif pada berbagai sektor. Salah satunya meningkatkan kemajuan provinsi Jawa Tengah hingga ke pelosok-pelosok daerah. Hal ini terlihat dengan menjamurnya properti baru serta semakin banyaknya orang memilih untuk memiliki tempat tinggal di Jawa Tengah.

Selain itu, dengan berkembanganya infrastruktur Jawa Tengah tentu saja hal ini mampu mendongkrak nilai kawasan. Terbukti dengan meningkatnya harga lahan di Jawa Tengah dan semakin banyaknya kehadiran investor perumahan maupun pengembang. Para penggiat properti ini berlomba-lomba untuk menghadirkan perumahan bagi masyarakat luas.

Infrastruktur Jawa Tengah Dongkrak Nilai Kawasan

Infrastruktur Jawa Tengah Dongkrak Nilai Kawasan

Perkembangan infrastruktur Jawa Tengah yang semakin menggeliat meningkatkan nilai kawasan sehingga banyak yang tertarik untuk memiliki tempat tinggal di Jawa Tengah.

Kemudahan akses antar wilayah menjadi salah satu nilai tambah dalam mencari sebuah hunian. Perkembangan infrastruktur Jawa Tengah yang semakin menggeliat meningkatkan nilai kawasan sehingga banyak yang tertarik untuk memiliki tempat tinggal di Jawa Tengah. Dari berbagai infrastruktur Jawa Tengah yang paling terbaru adalah KRL SoloYogyakarta.

Kehadiran KRL SoloYogyakarta ini sudah beroperasi penuh sejak Januari 2021. KRL yang menggantikan KA Prameks ini memiliki 11 stasiun antara lain stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Brambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari, dan Solo Balapan. KRL ini disambut positif oleh masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, pasalnya hal ini akan mempermudah akses antar provinsi.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Selain KRL antar provinsi, infrastruktur Jawa Tengah lainnya yang bisa menjadi patron adalah transportasi publik antar kota atau antar kabupaten. Sejak  2017, Jawa Tengah sudah mengembangkan Bus Sistem Transit (BST) Trans Jateng dengan pola beli layanan (buy the service). Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, BST Trans Jateng telah melayani lima koridor yang menghubungkan antar wilayah kabupaten.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengembangkan jalan tol untuk memudahkan akses jalur darat antar kota atau antar kabupaten. Total jumlah jalan tol di Jawa Tengah terdapat 9 jalan tol, yang tidak hanya terhubung antar kabupaten saja, namun juga tersambung ke beberapa kabupaten di Jawa Timur.

1. Infrastruktur Jawa Tengah: Jalan Tol Pejagan – Pemalang

Jalan Tol Pejagan – Pemalang adalah jalan tol yang terbentang sepanjang 57,5 kilometer yang menghubungkan daerah Pejagan, Brebes dengan Jalan Tol Pemalang – Batang. Jalan Tol ini adalah kelanjutan dari Jalan Tol Kanci – Pejagan yang menghubungkan kabupaten Brebes dengan kabupaten Pemalang.

Jalan tol ini diresmikan pada tanggal 16 Juni 2016 dengan pengoperasian pada jalur 1 dan 2 (ruas Pejagan – Brebes Timur/Brexit). Sementara seksi 3 dan 4 (ruas Brebes Timur/Brexit – Sewaka, Pemalang) diresmikan pada 9 November 2018 bersamaan dengan jalan tol Pemalang – Batang seksi I.

2. Infrastruktur Jawa Tengah: Jalan Tol SemarangSolo

Tol ini mulai dibangun pada 1 Maret 2009 oleh Jasa Marga dengan total lintasan sepanjang 72,64 km. Tol ini berada di pegunungan sehingga jalannya naik – turun dan juga memiliki banyak jembatan yang panjang dan tinggi. Jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan jalan tol Semarang dengan jalan tol Solo – Ngawi.

Jalan tol ini terbagi ke dalam lima seksi dan dibangun secara bertahap. Seksi I Semarang – Ungaran beroperasi sejak 11 November 2011, sedangkan untuk seksi II Ungaran – Bawen beroperasi sejak 4 April 2014, untuk seksi III Bawen – Salatiga beroperasi sejak 25 September 2017, seksi IV Salatiga – Boyolali dan seksi V Boyolali – Kartasura beroperasi sejak 20 Desember 2018.

3. Infrastruktur Jawa Tengah: Jalan Tol Solo – Ngawi

Jalan tol Solo – Ngawi merupakan jalan tol sepanjang 90 km yang menghubungkan kota Surakarta di Jawa Tengah dengan kabupaten Ngawi di Jawa Timur. Jalan tol ini melewati wilayah Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Ngawi. Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa.

Jalan tol Solo – Ngawi terhubung dengan jalan Tol Semarang Solo di sebelah barat laut dan jalan Tol Ngawi – Kertosono di sebelah timur. Peresmian jalan tol ini juga dilakukan secara bertahap, tahap I ruas Kartasura – Sragen sepanjang 35 kilometer diresmikan pada 16 Juli 2018, sedangkan ruas Sragen – Ngawi sepanjang 55 kilometer diresmikan pada 28 November 2018.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Infrastruktur Jawa Tengah Siap Beroperasi

(kadinjateng.com)

(kadinjateng.com)

Walaupun sudah memiliki 9 jalan tol, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap tancap gas dengan membangun dua jalan tol lagi. Hal ini dilakukan demi mempermudah akses antar kabupaten dan antar provinsi. Sehingga mobilitas masyarakat dapat terbantu dengan adanya jalan tol tersebut. Berikut jalan tol yang sedang dalam proses pembangunan dan hampir rampung.

1. Infrastruktur Jawa Tengah: Jalan Tol Semarang – Demak

Jalan Tol Semarang – Demak adalah jalan tol yang rencananya akan terbentang sepanjang 24 kilometer dan menghubungkan daerah jalan tol Semarang. Pembangunan jalan tol ini sudah dilakukan sejak 2019 dan ditargetkan selesai pada 2021 akhir. Pembangunan jalan tol ini terbagi menjadi dua seksi, antara lain seksi I kota Semarang dan seksi II kabupaten Demak.

Seksi I terdiri dari kelurahan Terboyo Wetan, Terboyo Kulon, dan Tirtomulyo, sedangkan seksi II kabupaten Demak yaitu kecamatan Sayung, kecamatan Karangtengah, kecamatan Wonosalam, dan kecamatan Demak. Tujuan dari pembangunan jalan tol ini adalah untuk meminimalisir kemacetan yang berada di jalur pantura Semarang – Demak – Surabaya dan juga untuk mengatasi banjir rob.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

2. Infrastruktur Jawa Tengah: Jalan Tol Semarang – Kendal

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang tidak main-main dalam memajukan provinsinya. Jalan tol Semarang – Kendal menjadi bukti bahwa pemprov Jateng serius dalam meningkatkan infrastruktur Jawa Tengah. Jalan tol ini nantinya tidak akan melintasi pemukiman penduduk, dan akan melintasi luar garis pantai dimulai dari Pelabuhan Tanjung Emas hingga Kawasan Industri Kendal.

Sementara itu, jalan tol Semarang – Kendal akan dimulai konstruksinya pada 2021 – 2022 dengan target beroperasi pada 2023.  Jalan tol ini nantinya akan mendukung kawasan Kendal sebagai pusat industri, yang sedang menuju untuk naik kelas menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu, Pemprov Jateng juga sudah mengoperasikan rute bus BRT Semarang – Kendal.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah