Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Timur sedang menggalakkan pembangunan besar-besaran di sejumlah sektor infrastruktur. Dari sekian banyak pembangunan infrastruktur, yang paling mencolok adalah kehadiran 90,31% jalan provinsi yang sudah mencapai kriteria jalan mantap. Perkembangan wilayah yang terus digencarkan pun memicu kenaikan investasi di sejumlah kota di Jawa Timur.

Selain jalan provinsi, kehadiran jalan tol yang menghubungkan antar kabupaten di Jawa timur juga meningkat secara signifikan. Sebut saja jalan tol Pandaan – Malang yang mulai beroperasi penuh pada 2020 lalu, kemudian Jalan Tol Gempol – Pasuruan, Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo, dan Jalan Tol Kertosono – Mojokerto. Masih ada beberapa jalan tol lainnya yang masih dalam pengerjaan atau sudah beroperasi namun belum secara penuh.

Pemprov Jatim saat ini juga fokus berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Timur dimana ada tiga proyek prestisius yang ditargetkan. Diantaranya percepatan perkembangan industri Jawa Timur 1 di GKS atau wilayah Gerbang Kertasusila, JLS (Jalur Lingkar Selatan) dan proyek pembangunan kawasan BTS (Bromo Tengger Semeru).

Provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa ini memang tengah mewujudkan daerahnya sebagai salah satu pusat perekonomian di Indonesia. Hal ini yang kemudian menjadikan nilai properti di provinsi ini terus meroket, bahkan kenaikan tersebut berefek pada beberapa kota di Jawa Timur seperti Surabaya dan Malang.

Mau punya rumah di Surabaya yang harganya di bawah Rp700 jutaan? Cek aneka pilihan huniannya di sini.

Pemulihan ekonomi berimbas pada naiknya laju suplai properti di Jawa Timur pada Q1 2021

Pemulihan ekonomi berimbas pada naiknya laju suplai properti di Jawa Timur pada Q1 2021

Merujuk grafik di atas, terlihat jelas ada kenaikan drastis terkait tren indeks suplai rumah di Jawa Timur pada Q1 2021. Kondisi ini boleh jadi merupakan respon dari pemulihan ekonomi yang digiatkan Pemerintah pusat dan daerah.

Dimana pengembang mulai percaya diri untuk kembali meluncurkan produk propertinya, termasuk hunian tapak. Diketahui bahwa rumah merupakan aset tak bergerak yang menjadi kebutuhan primer sehingga tetap diburu kendati situasi ekonomi masih belum stabil.

Berdasarkan catatan Rumah.com, kenaikan indeks pada Q1 2021 menjadi yang tertinggi sejak empat tahun belakangan. Dimana secara tahunan (Year on Year/YoY), indeks berhasil tumbuh mencapai 78,63 persen dibandingkan Q1 2020 yang meraih indeks sebanyak 129,8. Sedangkan secara kuartalan, indeks juga naik sebesar 68,30 persen dibandingkan Q4 2020 (Quarter on Quarter/QoQ). Lantas bagaimana dengan tren dari sisi harga rumah?

Indeks harga rumah di Jawa Timur berada di angka 91,3 pada Q1 2021

Indeks harga rumah di Jawa Timur berada di angka 91,3 pada Q1 2021

Sayangnya tren harga rumah belum menunjukkan pemulihan seperti yang terjadi dari sisi suplai. Justru indeks harga rumah di Jawa Timur pada Q1 2021 mengalami koreksi sebanyak -2,13 persen secara QoQ. Sementara secara tahunan, harga juga turun tipis -1,89 persen dibandingkan Q4 2020. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih ditengarai sebagai penyebabnya.

Ketua Asosasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) Jawa Timur, Rudy Sutanto menyebut kepada Radar Surabaya, pandemi Covid-19 membuat pasar properti terkoreksi cukup tajam. Bahkan harga properti di pasar skunder (secondary market) menurun sekitar 30 persen. Hal ini disinyalir lantaran konsumen semakin selektif untuk membeli properti.

Sebelum memutuskan membeli properti, ada baiknya mempertimbangkan banyak aspek mulai dari sisi harga, akses ke lokasi, legalitas, kondisi proyek dan juga potensi keuntungan. Semua aspek tersebut terangkum secara rinci dalam Review Properti di Rumah.com!

Rumah dengan harga kisaran Rp300 juta sampai Rp750 juta jadi incaran

Rumah dengan harga kisaran Rp300 juta sampai Rp750 juta jadi incaran

Sementara itu Rumah.com juga mencatat preferensi harga rumah yang dicari masyarakat dari kota-kota di Jawa Timur. Hasilnya, 32 persen masyarakat menginginkan rumah dengan kisaran harga Rp300 juta sampai Rp750 juta.

Sedangkan 24 persen masyarakat lebih memilih rumah di bawah Rp300 juta, 17 persennya mengincar hunian yang dibanderol antara Rp1,5 miliar sampai Rp4 miliar. Melihat cukup besar porsi preferensi pada rumah segmen atas, membuktikan bahwa daya beli investor yang membidik Jawa Timur relatif kuat.

Apalagi jika melihat grafik di atas, dimana persentase masyarakat yang mengincar rumah seharga Rp4 miliar justru lebih tinggi dibandingkan market Rp750 jutaan.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah

Membidik Investasi Kota di Jawa Timur: Lihat Potensi Secara Wilayah

Membidik Investasi Kota di Jawa Timur: Lihat Potensi Secara Wilayah

Indeks harga properti di JawaTimur kembali terkoreksi di Q1 2021

Tren harga properti di Jawa Timur pada Q1 2021 terkoreksi -1,64 persen dibandingkan Q4 2020 (QoQ). Demikian juga tren indeks harga properti secara tahunan, turun sebanyak -2,46 persen. Penurunan yang terjadi ditengarai sebagai efek dari pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Tanah Air.

Kendati demikian, kota di Jawa Timur tetap prospektif untuk investor yang menekuni bisnis properti. Sebagai catatan, di 2018 Jawa Timur masih mengalamai backlog sekitar 670 ribu rumah. Dan jumlah ini semakin membubung lantaran tahun 2015 lalu bisnis properti tidak tumbuh subur.

Menurut demografinya, sebanyak  60% konsumen yang membeli properti di Jawa Timur masih berasal dari Jawa, sementara sisanya berasal dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur. Daya tarik Jawa Timur yang mendongkrak properti adalah sektor industri dan perdagangan.

Di samping sektor industri dan perdagangan, sektor pendidikan juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendatang. Pasalnya ada beragam universitas yang terletak di kota di Jawa Timur diantaranya Universitas Airlangga (Surabaya) dan Universitas Brawijaya (Malang) yang menjadi magnet bagi investor dari luar Jawa Timur.

Kota di Jawa Timur: Lokasi Paling Prospektif di 2020-2021

Kota di Jawa Timur: Lokasi Paling Prospektif di 2020-2021

Kawasan Rungkut di Surabaya menempati urutan pertama terkait kota di Jawa Timur paling potensial

Rumah.com mencatat sedikitnya ada 10 kota di Jawa Timur yang punya potensi tinggi jelang Hari Raya Idul Fitri. Sepatutnya hal ini pun dapat dijadikan pertimbangan saat tengah mudik ke kampung halaman seraya merencanakan investasi masa depan. Berikut ulasan 10 kota di Jawa Timur yang potensial.

1. Rungkut, Surabaya

Meraih posisi teratas dengan 5 persen, Rungkut menjadi kawasan pemukiman di Surabaya yang paling banyak dicari orang di sepanjang Maret 2020 – Maret 2021 dengan 211.051 pencarian. Hal tersebut berdasarkan data tren pencarian properti di Rumah.comKlik di sini! untuk menemukan hunian idaman Anda di kawasan Rungkut.

2. Batu, Malang

Sementara kawasan dingin di Malang yang terkenal yakni Batu, menjadi kota di Jawa Timur yang potensial nomor dua setelah Rungkut di Surabaya. Kota Batu sendiri unggul sebagai lokasi investasi properti, pasalnya merupakan destinasi wisata favorit bagi turis domestik dan mancanegara. Klik di sini! untuk menemukan hunian idaman Anda di kawasan Batu.

3. Wiyung, Surabaya

Kawasan Wiyung di Surabaya merupakan area potensial lainnya setelah Rungkut. Sepanjang Maret 2020 – Maret 2021, Wiyung dicari masyarakat dengan 135448 pencarian. Klik di sini! untuk menemukan hunian idaman Anda di kawasan Wiyung.

4. Blimbing, Malang

Harga rumah di kawasan Blimbing, Malang, sangat bervariasi tergantung pada lokasi huniannya. Semakin strategis lokasinya, maka harganya terpaut lebih tinggi sekitar Rp560 juta untuk rumah dengan luas bangunan 70m2. Di lokasi lain, dengan luas bangunan yang sama, harga rumah dipasarkan senilai Rp470 jutaan. Perbedaannya pun bisa mencapai Rp90 juta.

Sebagai salah satu dari 10 kota di Jawa Timur yang potensial, Blimbing menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

5. CitraLand, Surabaya

Meraih posisi kelima dengan 3 persen, CitraLand menjadi kawasan pemukiman di Surabaya yang potensial dengan total pencarian sepanjang Maret 2020 – Maret 2021 sebanyak  118.741 pencarian. Hal tersebut berdasarkan data tren pencarian properti di Rumah.comKlik di sini! untuk menemukan hunian idaman Anda di kawasan CitraLand.

6. Sedati, Sidoarjo

Berdasarkan data penggunaan lahan tahun 2009, Sedati merupakan satu dari empat kecamatan di wilayah peri urban yang memang perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kegiatan perumahan dan permukiman skala besar.

Sebagai salah satu dari 10 kota di Jawa Timur yang potensial,  Sedati menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

7. Sidoarjo, Sidoarjo

Sidoarjo (Sidoarjo Kota) adalah sebuah kecamatan yang juga merupakan pusat pemerintahan (ibu kota) Kabupaten Sidoarjo. Mempertimbangkan letaknya, wajar saja jika harga rumah di kawasan ini dipatok lebih tinggi dibanding area lainnya. Untuk rumah seluas 36m2 dengan dua kamar tidur dipasarkan kisaran Rp600 jutaan.

Sebagai salah satu dari 10 kota di Jawa Timur yang potensial,  kecamatan Sidoarjo menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

8. Lowokwaru, Malang

Di Lowokwaru, masyarakat masih bisa menemukan rumah dengan harga di bawah Rp300 jutaan. Itu sebabnya, Lowokwaru masuk ke daftar 10 kota di Jawa Timur paling potensial dengan persentase sebanyak 3 persen. Lowokwaru menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

9. Waru, Sidoarjo

Waru merupakan salah satu kawasan industri utama di selatan Surabaya. Banyak sentra industri di sini salah satunya industri logam dan sepatu. Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat industri penyangga dari Surabaya. Secara geografis, Terminal Purabaya yang merupakan terminal bus terbesar di Indonesia masuk dalam wilayah Waru.

Waru menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

10. Karangploso, Malang

Mencari rumah dengan harga kisaran Rp200 jutaan di Malang? Coba telusuri kawasan Karangploso. Menurut laman Beli di Rumah.com, konsumen bisa memiliki rumah dengan luas bangunan 45m2 seharga Rp270 jutaan di seputar Jalan Raya Bocek.Karangploso menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah