Hingga pertengahan tahun 2020 banyak wilayah penyuplai properti besar yang sempat mengalami penurunan tren harga, termasuk Jawa Timur. Namun menjelang tutup tahun 2020 wilayah-wilayah tersebut perlahan-lahan mulai bangkit. Bahkan terdapat 5 kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi.

Tahun 2020 memang bisa disebut sebagai tahun penuh ujian bagi pasar properti nasional. Tahun yang diharapkan bisa jadi momentum kebangkitan bagi pasar properti nasional ini nyatanya harus dihadapkan dengan situasi pandemi yang sangat berdampak bagi gerak laju bisnis dan perekonomian nasional.

Tak heran jika pada kuartal kedua 2020 pasar properti nasional mengalami kelesuan di mana harga dan suplai properti juga mengalami penurunan. Namun berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Q4 2020, di kuartal ketiga yang merupakan awal era ‘kenormalan baru’, pasar berangsur-angsur pulih.

Mau punya rumah di Surabaya yang harganya di bawah Rp400 jutaan? Cek aneka pilihan huniannya di sini.

Sejumlah wilayah yang mengalami penurunan tren harga pada kuartal kedua 2020 memang menunjukkan kebangkitan pada kuartal ketiga. Khusus Jawa Timur, indeks harganya berada pada angka 93,1, atau naik 1,74% (QoQ) di kuartal ketiga. Namun yang menarik dan patut dicermati adalah tren pencarian dan indeks harga kawasan hunian di Surabaya.

Indeks harga kawasan hunian di Surabaya tetap stabil

Indeks harga kawasan hunian di Surabaya tetap stabil

Untuk pencarian segmen perumahan, hingga bulan Desember 2020 pencarian tertinggi justru datang dari perumahan dalam kisaran harga milyaran.

Perlu diketahui, sekalipun banyak wilayah mengalami penurunan tren harga pada kuartal kedua 2020, khusus kawasan hunian di Surabaya malah seolah tak terpengaruh pandemi, cenderung stabil. Sebagai gambaran, di Q1 2020 indeksnya di angka 106,1, kemudian di Q2 naik menjadi 106,4 atau naik sebanyak 0,28%.

Yang menarik adalah indeks harga sejak Q2 2020 tersebut tetap stabil hingga Q4 2020. Meskipun demikian, jika bercermin dari pergerakan harga, sepanjang tahun 2020 harus diakui memang terus tergerus sedikit demi sedikit secara kuartalan.

Pada Q1 2020 harga kawasan hunian di Surabaya tercatat di kisaran Rp16.363.636 per meter persegi. Memasuki Q2 harganya kemudian turun menjadi Rp16.357.688 per meter persegi. Di Q3 lalu turun lagi menjadi Rp16.250.000 per meter persegi.

Data terakhir di Q4 2020, harga kawasan hunian di Surabaya tercatat di kisaran Rp16.129.032 per meter persegi. Nah, dari data tren pencarian properti di Rumah.com untuk kawasan hunian di Surabaya grafiknya malah naik terus setiap bulannya.

Di Januari tercatat ada 79.658 pencarian kawasan hunian di Surabaya dan hingga Desember 2020 naik hingga 182.330. Bahkan pada bulan Agustus ibu kota Jawa Timur ini mencatat pencarian tertinggi hingga 227.074 pencarian.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Pencarian properti untuk kawasan hunian di Surabaya ini tertinggi memang didominasi pencarian untuk segmen perumahan yang pada bulan Desember mencapai 145.718, yang kemudian disusul oleh pencarian apartemen di angka 18.688.

Untuk pencarian segmen perumahan, yang mengejutkan hingga bulan Desember 2020 pencarian tertinggi justru datang dari perumahan dalam kisaran harga milyaran. Perumahan di kisaran harga Rp1,5 M – Rp4 M paling tinggi peminatnya dengan 46.713 pencarian, baru kemudian perumahan dengan rentang harga Rp300 juta – Rp750 juta dengan 39.098 pencarian.

5 Kawasan Hunian di Surabaya dengan Kenaikan Harga Tertinggi

5 Kawasan Hunian di Surabaya dengan Kenaikan Harga Tertinggi

Pergerakan median harga properti di Surabaya sepanjang tahun 2020 terus tergerus sedikit demi sedikit secara kuartalan. Namun berdasarkan data internal Rumah.com sejumlah kawasan hunian di Surabaya justru mengalami kenaikan harga.

Seperti yang dijelaskan di atas, sekalipun banyak wilayah mengalami penurunan tren harga pada kuartal kedua 2020, tren harga kawasan hunian di Surabaya terbilang cukup stabil. Indeks harganya sejak Q2 2020 tetap di 106,4 hingga Q4 2020. 

Selanjutnya, meskipun pergerakan harga propertinya sepanjang tahun 2020 terus tergerus sedikit demi sedikit secara kuartalan, namun berdasarkan data internal Rumah.com sejumlah kawasan hunian di Surabaya tercatat mengalami kenaikan harga.

Adapun 5 kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sampai kuartal keempat 2020 adalah:

  1. Simokerto
  2. Wonokromo
  3. Sambikerep
  4. Genteng
  5. Gununganyar 

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Dan berikut adalah kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi:

1. Simokerto

Kawasan hunian di Surabaya yang satu ini tercatat menjadi kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi. Sebelumnya, pada kuartal ketiga 2020 harga lahan di Simokerto harganya di kisaran Rp12.062.500 per meter persegi. Dan pada kuartal keempat 2020 menjadi Rp13.333.333 per meter persegi atau naik sebanyak Rp1.270.833 per meter persegi.

Apa saja pilihan hunian yang ditawarkan Simokerto sebagai salah satu kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi? Simak pilihannya di sini!

2. Wonokromo

Wonokromo menjadi kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi kedua setelah Simokerto. Perlu diketahui, pada kuartal ketiga 2020 harga lahan di Wonokromo harganya di kisaran Rp18.750.000 per meter persegi. Memasuki kuartal keempat 2020 harganya pun melonjak sebanyak Rp1.250.000 per meter persegi sehingga median harganya menjadi di kisaran Rp20.000.000 per meter persegi.

Apa saja pilihan hunian yang ditawarkan Wonokromo sebagai salah satu kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi? Simak pilihannya di sini!

3. Sambikerep

Kenaikan harga tertinggi ketiga adalah kawasan Sambikerep. Kawasan hunian di Surabaya yang harganya paling mahal dikuartal keempat 2020 ini kisaran harganya berada di angka Rp21.000.000 per meter persegi. Sebelumnya, kisaran harga Sambikerep Rp20.000.000 per meter persegi, ini artinya terjadi kenaikan sebanyak Rp1.000.000 per meter perseginya.

Apa saja pilihan hunian yang ditawarkan Sambikerep sebagai salah satu kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi? Simak pilihannya di sini!

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

4. Genteng

Kenaikan harga tertinggi juga dialami kawasan Genteng. Pada kuartal ketiga 2020, kawasan hunian di Surabaya ini harganya berada di kisaran Rp19.010.468 per meter persegi. Di kuartal keempat kisaran harga kawasan Genteng kemudian naik menjadi Rp19.444.444 per meter persegi, naik sebanyak Rp433.976 per meter perseginya.

Apa saja pilihan hunian yang ditawarkan Genteng sebagai salah satu kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi? Simak pilihannya di sini!

5. Gununganyar

Gununganyar yang merupakan kawasan hunian di Surabaya dengan harga lahan paling murah, juga menjadi kawasan hunian yang mengalami kenaikan tertinggi. Kawasan hunian di Surabaya yang pada kuartal ketiga 2020 harganya di kisaran Rp10.416.666 per meter persegi ini ketika di kuartal keempat harganya menjadi Rp10.833.333 per meter persegi. Artinya? Naik sebanyak Rp416.667 per meter perseginya.

Apa saja pilihan hunian yang ditawarkan Gununganyar sebagai salah satu kawasan hunian di Surabaya yang mengalami kenaikan harga tertinggi? Simak pilihannya di sini!

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah