Mungkin hingga saat ini masih banyak orang yang mengenal Sidoarjo dengan kasus lumpur Lapindo. Namun, seiring berjalannya waktu Sidoarjo telah berkembang menjadi salah satu destinasi hunian baik untuk ditinggali maupun investasi. Banyak yang belum mengetahui bahwa terdapat berbagai keunggulan dan keunikan di Sidoarjo. Kota delta ini telah bermetamorfosa menjadi salah satu kawasan yang paling berkembang di Jawa Timur.

Siapa yang menyangka di balik kota yang tampak sederhana, Sidoarjo menyimpan berbagai hal-hal menarik yang tidak banyak orang tahu. Sidoarjo yang berbatasan langsung dengan Surabaya memiliki potensi besar yang saat ini makin bersinar di berbagai bidang. Baik dari segi ekonomi, pariwisata, infrastruktur hingga perkembangan properti yang pesat.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga dibawah Rp 250 jutaan di kawasan Sidoarjo? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Bahkan pada 2019 Sidoarjo bersama dengan Surabaya dan Banyuwangi ditunjuk sebagai “Smart City” oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti acara bertajuk “Indonesia International Smart City and Forum 2019”. Bahkan terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diapresiasi oleh pemerintah pusat.

Bahkan kabupaten Sidoarjo merupakan satu-satunya kawasan yang telah memiliki infrastruktur jaringan teknologi fiber optik dan data center secara mandiri oleh Diskominfo Sidoarjo. Hal ini tentu menjadi keunggulan Sidoarjo di mata masyarakat. Masih banyak hal-hal yang belum diketahui banyak orang mengenai kabupaten yang kerap dijuluki pinggiran Surabaya ini. Berikut penjelasan mengenai 5 keunggulan dan keunikan Sidoarjo.

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Pariwisata

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Pariwisata

Bagi pecinta destinasi alam pantai pastinya tidak boleh ketinggalan dengan salah satu pantai yang berada di Sidoarjo ini. (wisataku.id)

Sidoarjo merupakan salah satu kawasan yang menyimpan banyak pesona alam yang indah. Sidoarjo memiliki banyak tempat wisata yang memesona. Bagi para domestik lokal maupun internasional, mungkin masih asing dengan kawasan Sidoarjo. Namun kabupaten di Jawa Timur ini dapat menjadi salah satu alternatif baru untuk menikmati liburan bersama keluarga atau teman.

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Wisata Lumpur Lapindo

Lumpur Lapindo, tentu tidak asing di telinga masyarakat Indonesia, sebab hal ini merupakan salah satu musibah yang menimpa warga Sidoarjo pada 2006. Namun siapa sangka dari sebuah fenomena alam justru saat ini lokasi lumpur Lapindo menjadi tempat wisata dan selalu ramai dikunjungi di musim liburan.

Bagi para pecinta fotografi, lokasi ini banyak dijadikan spot menarik untuk didokumentasikan sehingga menciptakan foto yang indah. Apabila ingin berkunjung, pengunjung tidak membutuhkan biaya besar karena hingga saat ini masih dikelola langsung oleh warga setempat.

Pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 15.000 untuk biaya parkir, jika pengunjung ingin melihat pusat semburan lumpur akan dikenakan biaya Rp 25.000 untuk jasa ojek. Sangat terjangkau bukan? Tertarik untuk mengunjungi kawasan semburan lumpur Lapindo ini?

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Wisata Pantai Ketingan

Bagi pecinta destinasi alam pantai pastinya tidak boleh ketinggalan dengan salah satu pantai yang berada di Sidoarjo ini. Salah satu pantai yang memiliki panorama yang indah adalah Pantai Ketingan yang berlokasi di Desa Sawohan.

Nuansa sejuk dan nyaman dapat ditemukan di pantai ini. Pemandangan hutan bakau juga menjadi salah satu daya tarik pantai di Sidoarjo ini. Sepanjang perjalanan menuju lokasi dihiasi dengan ribuan pohon bakau yang indah dan rindang.

Suara merdu burung-burung yang terbang menghiasi pemandangan langit juga menghiasi alam pantai Kepentigan ini. Lokasi wisata yang eksotis ini tidak dikenakan biaya sama sekali untuk para pengunjung hanya tinggal datang saja dan menikmati pemandangan sekitar.

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Wisata Museum Mpu Tantular

Tidak hanya wisata alam saja yang dapat dinikmati dari Sidoarjo, terdapat pula museum Mpu Tantular yang menjadi pilihan destinasi. Para pengunjung dapat belajar banyak hal dan mendapatkan informasi baru mengenai benda-benda peninggalan bersejarah.

Beberapa diantaranya adalah emas dan lukisan yang konon dibuat pada abad 11. Di museum ini juga dapat menambah pengetahuan mengenai aneka kebudayaan berbagai lokasi bersejarah di Indonesia. Museum ini cocok dijadikan untuk pilihan wisata keluarga atau pendidikan.

Bila ingin berkunjung ke dalam museum pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 4.000. Jumlah koleksi pameran di dalam museum ini tercatat ada sebanyak 14.000 buah. Jadi, pastikan punya cukup banyak waktu saat berkunjung ke museum ini.

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Hunian

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Hunian

Sidoarjo diibaratkan sebagai magnet yang mampu menarik kaum urban untuk beralih tinggal di kawasan yang berbatasan langsung dengan Surabaya ini.

Sejak terjadinya ledakan penduduk di kawasan Sidoarjo, kabupaten yang berlokasi di Jawa Timur ini mulai menghadirkan berbagai pilihan hunian bagi warganya. Posisi kabupaten Sidoarjo yang strategis dari sisi geografis juga menjadi daya tarik para pencari hunian. Sidoarjo diibaratkan sebagai magnet yang mampu menarik kaum urban untuk beralih tinggal di kawasan yang berbatasan langsung dengan Surabaya ini.

Bahkan para pekerja di Surabaya pun memilih untuk memiliki hunian di Sidoarjo. Alasannya adalah karena harga rumah di Sidoarjo masih terjangkau dibandingkan dengan Surabaya. Hal ini menjadi keunggulan Sidoarjo dibanding dengan Surabaya. Permintaan hunian di kota delta ini pun menjadi sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi kawasan Sidoarjo juga didukung dengan perkembangan infrastruktur yang mumpuni.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Selain harga yang terjangkau, keunggulan hunian di Sidoarjo adalah kehadiran berbagai aneka hunian baik dari yang mewah hingga rumah sederhana. Bahkan saat ini tidak hanya rumah tapak saja yang muncul di Sidoarjo, namun saat ini juga sedang dilakukan pembangunan hunian vertikal. Hal ini terjadi akibat keterbatasan lahan yang diakibatkan oleh ledakan pembangunan rumah.

Hal ini tentu akan menjadi salah satu keunggulan dan keunikan Sidoarjo dilihat dari sisi hunian. Sehingga akan semakin banyak variasi hunian yang dapat menjadi pilihan para pencari hunian. Perkembangan Sidoarjo sebagai kawasan penyangga Surabaya tentu patut untuk diwaspadai karena di masa depan diprediksi akan menyaingi kota-kota besar di Jawa Timur.

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Budaya

Di Sidoarjo sendiri, ada banyak potensi dan keunggulan di sisi budaya selain pariwisata dan hunian. Keunggulan dan keunikan budaya Sidoarjo dapat menjadi daya tarik untuk para wisatawan. Ada banyak budaya-budaya yang belum banyak dikenal oleh masyarakat di luar Sidoarjo yang menarik untuk diulik. Beberapa diantaranya adalah acara kesenian seperti wayang, reog, dan tradisi kebudayaan yang dilakukan setiap tahunnya. 

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Budaya Lelang Bandeng

Setiap tahun di kabupaten Sidoarjo tepatnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diadakan kegiatan lelang bandeng. Hal ini diadakan bertujuan untuk merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun  di sisi lain hal ini dijadikan pula sebagai cara untuk mempromosikan ikan bandeng.

Sehingga tiap tahunnya dapat menjadi motivasi bagi para petani tambak untuk meningkatkan kesejahteraannya. Tradisi ini dibarengi dengan kegiatan lain seperti pasar murah, berbagai macam hiburan gratis seperti orkes melayu, ludruk, lomba MTQ dan lainnya.

Selain itu, terdapat kegiatan amal yang dilakukan dari hasil lelang bandeng tersebut. Biasanya warga akan mendonasikan hasil lelang untuk kegiatan sosial dan keagamaan melalui yayasan amal di Sidoarjo. Bandeng yang dilelang dinamakan bandeng “Kawakan” yang dipelihara antara 5 – 10 tahun dan mencapai berat 7 – 10 kg per ekor.

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Budaya Wayang Kulit

Jenis wayang kulit yang ada di Sidoarjo sebagian besar adalah kombinasi Wetanan dan Kulonan. Dari sisi instrumen, wayang kulit Sidoarjo menggunakan gamelan slendro, mirip dengan yang digunakan dalam ludruk. Pagelaran wayang kulit ini juga dilengkapi dengan campur sari bahkan terkadang menggunakan musik dangdut.

Biasanya di bagian pembukaan pertunjukan wayang kulit akan disertai tarian Remo, dimana pengunjung diminta untuk memberikan saweran. Namun, saat ini keberadaan wayang kulit di Sidoarjo sudah semakin menurun karena tidak ada penurunan tradisi kepada kaum muda.

Sehingga hal ini cukup memprihatinkan dan diharapkan masyarakat Sidoarjo masih tetap dapat membudidayakan wayang kulit khas Sidoarjo ini. Saat ini tidak ada lembaga formal atau non formal yang dapat mengajarkan wayang gaya Wetanan ini secara utuh.

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Budaya Reog Cemandi

Reog Cemandi adalah kesenian asli Sidoarjo yang hadir pada tahun 1926. Reog Cemandi berbeda dengan Reog Ponorogo, karena topengnya tidak dihiasi dengan bulu merak seperti ciri khas reog Ponorogo. Irama musik yang digunakan juga berbeda yaitu angklung dan gendang kecil.

Jumlah pemain Reog Cemandi sekitar 13 orang dengan dua penari memakai topeng Barongan Lanang (laki-laki) dan Barongan Wadon (perempuan). Lalu enam penabuh gendang dan empat pemain angklung yang mengiringi penari-penari tersebut.

Dulunya, reog Cemandi adalah pertunjukan yang dipakai masyarakat desa Cemandi, untuk mengusir penjajah Belanda. Penduduk membentuk topeng menyerupai wajah buto cakil dengan dua taring untuk menakut-nakuti. Selain untuk mengusir penjajah, tarian ini juga sebagai himbauan untuk selalu mengingat Tuhan.

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo Infrastruktur

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo Infrastruktur

Jalan tol ini menghubungkan empat wilayah yang menghubungkan Sidoarjo dan Gresik yaitu Krian – Legundi – Bunder – Manyar. (waskita.co.id)

Bagi Anda yang berpikir bahwa jaringan internet di Sidoarjo lambat atau tertinggal, Anda wajib mengubah pandangan tersebut. Pasalnya Sidoarjo sejak 2017 telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan ketersediaan teknologi informasi publik menuju “Sidoarjo Smart City”. Perkembangannya dari segi kebijakan, infrastruktur dan aplikasi digital cukup positif dan membanggakan.

Bahkan Sidoarjo masuk ke dalam jajaran 25 kabupaten/kota yang dievaluasi untuk masuk Gerakan Menuju 100 Smart City. Selain jaringan internet yang sudah maju, Sidoarjo juga tak kalah dalam pembangunan jalan bebas hambatan, salah satunya adalah Jalan Tol KLBM SidoarjoGresik. Jalan tol ini menghubungkan empat wilayah yang menghubungkan Sidoarjo dan Gresik yaitu Krian – Legundi – Bunder – Manyar.

Temukan juga beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

Jalan tol sepanjang 29 km ini telah beroperasi di akhir 2020 lalu, terdiri dari 3 seksi, jalan tol ini diharapkan akan menjadi urat nadi logistik dari kabupaten Sidoarjo menuju Gresik dan sebaliknya. Selain infrastruktur jalan tol, Sidoarjo juga memiliki transportasi publik bus trans Sidoarjo yang berhenti di setiap halte yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Di Sidoarjo juga dengan mudah ditemukan pusat perbelanjaan maupun fasilitas publik seperti rumah sakit atau sekolah. Tentunya apabila masih ada yang berpikir bahwa Sidoarjo adalah sebuah wilayah tertinggal harus siap untuk menghilangkan opininya tersebut. Pasalnya Sidoarjo sudah sangat berkembang pesat di semua sisi dan wajib menjadi salah satu daftar kawasan maju di Indonesia.

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Kuliner

Sidoarjo, kawasan yang terkenal dengan produksi udang dan bandeng ini menyimpan sejuta potensi kuliner yang luar biasa. Banyak tempat makan yang menarik untuk dikunjungi saat menyambangi Sidoarjo. Menu-menu makanan yang menggugah selera dapat dijadikan alternatif pilihan saat berwisata kuliner di Sidoarjo. Tak ada salahnya apabila mencoba aneka sajian yang ditawarkan berikut ini.

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Kuliner Rawon Gajah Mada

Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Kuliner Rawon Gajah Mada

Rawon Gajah Mada ini disajikan dengan potongan daging yang ukurannya besar dan empuk. (idntimes.com)

Rawon sebagai wisata kuliner Sidoarjo ini berbeda dengan yang lainnya. Rawon Gajah Mada ini disajikan dengan potongan daging yang ukurannya besar dan empuk. Dilengkapi dengan menu tambahan seperti tempe, sambal toge, dan telur asin membuat rawon ini tambah lezat.

Rawon Gajah Mada ini dapat dinikmati pada malam hari karena waktu beroperasinya mulai pukul 21.30 – 03.00. Warung makan ini selalu ramai dikunjungi pada malam hari oleh berbagai kalangan pecinta rawon. Berdiri sejak 1945, Rawon Gajah Mada tidak mematok harga yang mahal.

Untuk menu rawon dan perkedel dibanderol dengan harga Rp 15.000 sedangkan untuk menu rawon dan empal dibanderol dengan harga Rp 22.000. Selain rawon, terdapat menu lain yang ditawarkan seperti nasi campur namun tentu saja menu yang wajib dicoba dan paling laris adalah rawon.

  1. Keunggulan dan Keunikan Kuliner Sidoarjo: Tahu Campur Abdi Rasa

Tahu campur Abdi Rasa ini adalah tempat makan di Sidoarjo yang menawarkan menu makanan berkuah. Makanan ini biasa dihidangkan untuk mengobati rasa lapar di tengah malam. Perpaduan bumbu dan kikil serta sayurannya terasa pas dan siap memanjakan lidah para pengunjungnya.

Seporsi tahu campur dilengkapi dengan kikil, tulang muda, tahu goreng, dan toge. Tempat makan ini mulai beroperasi sejak pukul 18.00. Tak hanya itu, harganya pun cukup ekonomis satu porsi tahu campur dibanderol dengan harga Rp 15 ribu saja.

Menu tahu campur ini berbeda dengan tahu campur kebanyakan dan tidak dapat ditemukan di tempat lain. Hal inilah yang membuat tempat makan ini selalu ramai dikunjungi hingga tengah malam. Bahkan ada yang rela mengantri berjam-jam hanya untuk menikmati santapan yang populer di Sidoarjo ini.

  1. Keunggulan dan Keunikan Sidoarjo: Kuliner Depot Langgeng

Depot Langgeng adalah salah satu tempat makan yang sangat terkenal dengan sajian sop buntutnya. Hal ini disebabkan karena  sop buntut tersebut memiliki kuah yang bening, segar, dan tidak berbau amis serta memiliki rasa yang lezat.

Hal yang membedakan dengan sop buntut yang lain yaitu daging yang digunakan memiliki tekstur yang empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. Tidak hanya sop buntut saja menu yang ditawarkan, di Depot Langgeng  juga ada sajian lainnya yang tidak kalah lezat sebut saja iga bakar, iga penyet, dan aneka pepes.

Apabila ingin menikmati menu di Depot Langgeng bisa dari pagi hari, karena tempat makan ini sudah beroperasi sejak pukul 07.00 – 21.00. Harga yang dibanderol untuk satu porsi sop buntut adalah Rp 35.000. Tersedia juga menu minuman segar seperti es jeruk dan es sinom.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah