Pasokan properti di satu wilayah umumnya berpatokan pada jumlah penduduk yang bermukim. Hal ini bertujuan agar tak terjadi kelebihan pasokan yang menyebabkan oversupply. Setidaknya fakta tersebut menjadi satu pertimbangan yang tak diabaikan oleh para pengembang yang melahirkan berbagai perumahan di Gresik .

Bagi pebisnis seperti developer, memastikan jumlah pasokan yang akan dikembangkan harus berbanding lurus dengan demand dari masyarakat. Gresik sendiri berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, memiliki mayoritas penduduk yang didominasi oleh generasi Z, milenial, dan generasi X.

Proporsi generasi Z sebanyak 25,96 persen dari total penduduk (339 ribu orang), milenial sebanyak 25,25 persen dari total penduduk (329 ribu orang), dan generasi X sebanyak 24,52 persen dari total penduduk Kabupaten Gresik (320 ribu orang).

Ketiga generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat percepatan pertumbuhan ekonomi. Di lain sisi, usia produktif yang lebih mandiri akan sekaligus menjadi captive market yang disasar pengembang properti.

Tak pelak, pertumbuhan pasokan perumahan di Gresik tumbuh secara signfikan sesuai yang dirangkum Rumah.com Indonesia Property Market Index. Penjelasannya akan dibahas secara lengkap merujuk grafik di bawah ini.

Sejak Q1 2020, indeks suplai rumah di Gresik naik secara persisten.

Sejak Q1 2020, indeks suplai rumah di Gresik naik secara persisten.

Kepercayaan diri pengembang perumahan di Gresik setidaknya tercermin dari naiknya angka pasokan rumah. Pada Q1 2021, indeks suplai rumah berada di angka 425,9, atau naik sebanyak 11,20 persen secara kuartalan dibandingkan Q4 2020.

Fantastisnya, kenaikan indeks secara tahunan berhasil mencapai 104,16 persen pada Q1 2021, dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q1 2020 yang menoreh indeks 208,6. Sudah jelas, kenaikan drastis ini menjadi bukti bahwa daya beli masyarakat terhadap rumah di Gresik berada dalam kondisi mapan.

Temukan hunian impian Anda di Gresik dengan kemudahan fasilitas dan akses, melalui listing properti baru di sini.

Apalagi Gresik sendiri menjadi rumah bagi sejumlah kawasan industri ternama. Diantaranya Kawasan Industri Maspion, Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE), dan Kawasan Industri Gresik . Khusus JIIPE, ini merupakan salah satu kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017.

Berdirinya JIIPE yang menaungi beberapa perusahaan besar turut diyakini mampu membawa efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Di samping juga akan berdampak kepada pertumbuhan pasar properti di Gresik .

Perumahan di Gresik, Kawasan Mana Jadi Favorit?

Perumahan di Gresik, Kawasan Mana Jadi Favorit?

41 persen masyarakat mengincar Menganti sebagai lokasi hunian.

Gresik menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang menjadi lokasi bagi sejumlah kawasan industri. Posisi Gresik bahkan bisa dibilang sejajar dengan Sidoarjo. Kawasan industri yang tersebar ditengarai sebagai penyebab meningkatkan pasokan properti khususnya rumah tapak.

Di lain sisi, ada lima kawasan perumahan di Gresik yang menjadi highlight pencari properti untuk tempat tinggal. Kelimanya adalah Menganti, Driyorejo, Kebomas, Cereme, dan Kedamean. Apa keistimewaan dari lima kawasan tersebut?

1. Menganti

Menganti bagi orang Surabaya mungkin lebih dikenal dengan daerah perumahan, yang harganya relatif terjangkau untuk masyarakat menengah ke bawah. Hal tersebut benar adanya, sebab di sini banyak berdiri kompleks perumahan, yang letaknya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan wilayah Kota Surabaya.

Kawasan Menganti, Gresik, menawarkan beragam perumahan dengan harga mulai Rp300 jutaan. Selengkapnya, cek pilihan hunian di Menganti di sini!

2. Driyorejo

Driyorejo adalah sebuah kecamatan di Gresik yang berjarak 41km dari pusat kota. Kawasan ini diincar sebanyak 25 persen konsumen sebagai lokasi hunian favorit nomor dua di Gresik. Pasalnya Driyorejo menawarkan beragam perumahan dengan harga mulai Rp200 jutaan. Selengkapnya, cek pilihan hunian di Driyorejo di sini!

Ingin merencanakan investasi properti sejak dini, kami akan membantu Anda menghitung simulasi kredit rumah melalui kalkulator KPR. Langsung saja klik di sini.

3. Kebomas

Kawasan Kebomas berdekatan dengan pusat pemerintahan kota Gresik. Wajar saja, jika harga rumah di kawasan ini sedikit lebih tinggi dari Driyorejo maupun Menganti. Apalagi Kebomas bisa dikatakan kecamatan maju, karena merupakan salah satu bagian dari CBD (centre business district) dan memiliki beberapa bangunan-bangunan penting.

Kawasan Kebomas, Gresik, menawarkan beragam perumahan dengan harga mulai Rp400 jutaan. Selengkapnya, cek pilihan hunian di Kebomas di sini!

4. Cerme

Ada 9 persen konsumen yang menempatkan Cerme sebagai area perumahan di Gresik terfavorit. Soal opsi perumahan, Cerme banyak diburu pengembang perumahan baik skala besar maupun mengengah. Oleh sebab itu, variasi harga rumah sesuai kantong masyarakat bisa disesuaikan di sini.

Kawasan Cerme, Gresik, menawarkan beragam perumahan dengan harga mulai Rp250 jutaan. Selengkapnya, cek pilihan hunian di Cerme  di sini!

5. Kedamean

Menempati urutan kelima dengan 3 persen, Kedamean turut menyimpan pasokan perumahan dengan harga di bawah Rp500 juta. Tak hanya itu, bagi masyarakat yang punya bujet untuk beli rumah kurang dari Rp200 juta, bisa menemukan pilihannya di Kedamean. Selengkapnya, cek pilihan hunian di Kedamean di sini!

Cari Perumahan di Gresik, Cek Dulu Tren Harganya!

Indeks harga rumah di Gresik pada Q1 2021 terkoreksi sebanyak 4,46 persen secara kuartalan.

Indeks harga rumah di Gresik pada Q1 2021 terkoreksi sebanyak 4,46 persen secara kuartalan.

Tren harga rumah di Gresik dalam kurun waktu satu tahun belakangan terpantau cukup bergejolak. Pasalnya, harga justru bertahan stabil pada saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia di Q2 2020. Saat itu, indeks harga masih berada di angka 114,3 atau tak bergerak sejak Q1 2020.

Sementara pada Q3 2020, indeks harga naik tipis menjadi 116,3 namun kemudian turun ke 112 pada Q4 2020. Penurunan berlanjut hingga Q1 2021, dimana indeks harga hanya mampu menoreh angka 107 atau terkoreksi sebanyak -4,46 persen.

Secara tahunan, indeks harga rumah di Sidoarjo pada Q1 2021 juga menurun sebesar 6,37 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q1 2020. Kendati demikian, indeks harga rumah diprediksi akan menguat kembali pada Q2 dan Q3 2021 sejalan dengan program vaksinasi yang terus dikebut pemerintah.

Tren Pencarian Rumah Gresik Harga Mei April 2021

Selain tren indeks harga, Rumah.com juga mencatat tren pencarian rumah di Gresik berdasarkan harga. Merujuk grafik di atas, rumah dengan rentang harga Rp300 juta sampai Rp750 menempati urutan terbanyak dengan 47,43 persen.

Sedangkan rumah dengan harga di bawah Rp300 juta diburu oleh 42,63 persen property seeker. Untuk rumah dengan harga Rp750 juta – Rp1 miliar diincar oleh 4,34 persen masyarakat. Lantas menyesuaikan preferensi harga tertinggi, mana saja perumahan di Gresik  yang patut diperhitungkan?

Dakota harga Rp400 jutaan

Permata Green Menganti harga Rp452 jutaan

Green Menganti Regency harga Rp300 juta

Sathya Grand City Gresik harga Rp300 juta

Maharaja Residence Gresik harga Rp300 juta

Golden East Kebomas harga Rp550 juta

Puri Safira Regency harga Rp590 juta

Alana Regency Cerme harga Rp230 juta

Ganara City harga Rp290 juta

Perumnas Sentraland Driyorejo harga Rp850 juta

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah