Malang selama ini lebih dikenal sebagai kota wisata. Dengan kondisi geografis yang mendukung dan industri wisata yang terus berkembang, tak heran jika sekarang banyak orang yang liburan ke Malang. Bahkan bagi yang jeli, sambil cari peluang investasi.

Agenda liburan ke Malang pun jadi sasaran para pelancong yang ingin suasana berbeda dibandingkan hiruk-pikuk Kota Surabaya. Terlebih di Malang terdapat berbagai destinasi tempat wisata yang berbeda dari daerah lainnya di Indonesia.

Berbagai spot wisata di Malang meliputi wisata alam seperti Gunung Bromo, Jatim Park, Air Terjun Coban Rais, Goa Pinus, Pantai Balekambang, hingga wisata sejarah seperti Museum Angkut, Museum Satwa, Museum Malang Tempo Doeloe, dan masih banyak lagi.

Selain tempat wisata tersebut, saat ini Malang memiliki destinasi baru yang sedang populer. Ialah Florawisata San Terra yang baru diresmikan pada 24 Desember 2019 silam. Terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, terdapat 700 bunga yang tersebar di area indoor dan outdoor.

Bunga-bunga tersebut merupakan hasil persilangan serbuk berbagai jenis bunga yang diimpor dari Amerika dan Eropa. Taman bunga tersebut terbagi dua area yang menyesuaikan kondisi musim.

Selain kehadiran bunga yang bertebaran, pengunjung pun dapat menikmati bangunan ala Korea dan Belanda. Bangunan tersebut dicat warna-warni membuat area ini menjadi salah satu spot yang sering dijadikan latar belakang foto.

Banyaknya destinasi wisata menyebabkan hampir setiap akhir pekan, kawasan Malang Raya dipadati wisatawan, baik dari warga sekitar malang, luar daerah hingga mancanegara. Berkembangnya potensi wisata di Malang lantas memicu berkembangnya industri lain, salah satunya di sektor properti yang meliputi hotel, bangunan komersial, apartemen serta perumahan tapak.

Alhasil, liburan ke Malang bisa dimanfaatkan juga untuk melirik proyek hunian sebagai sarana investasi. Lebih jelasnya mengenai pasar properti di Malang akan dikupas dalam pembahasan berikut ini.

Liburan ke Malang Sambil Intip Indeks Harga Propertinya di 2020

Liburan ke Malang Sambil Intip Indeks Harga Propertinya di 2020

Tren indeks harga properti di Malang kembali pulih pada semester dua 2020

Sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur, perkembangan properti kota Malang boleh dibilang cukup landai. Dikenal sebagai kota pendidikan dan kota wisata, Kota Apel ini justru menyimpan potensi yang tinggal menunggu momennya. Setidaknya ada dua alasan mengapa pasar properti Malang perlu diperhitungkan.

Pertama, Kota Malang perlahan namun pasti kebanjiran investor dari pengembang besar. Tercatat ada sejumlah pengembang besar yang masuk ke Malang, diantaranya Ciputra Group, PP Properti, serta Adhi Persada Properti (APP).

Selain pengembang besar, ada juga beberapa pengembang lokal yang ikut tergiur prospek investasi kota Malang. Menurut data dari APERSI Korwil Malang pada 2018, rata-rata kenaikan harga jual rumah mencapai sekitar 30 persen per tahun, khususnya untuk perumahan pasar menengah ke bawah.

Ingin mulai berinvestasi properti namun kesulitan dalam mencari lokasi? Jangan khawatir, baca dulu panduan properti yang mengulas tips menggunakan jasa agen properti.

Alasan kedua, Malang memiliki berbagai infrastruktur yang sudah dan akan dikembangkan. Salah satunya Tol Pandaan – Malang sepanjang 38,48km. Diresmikan pada 2019, tol tersebut membawa manfaat konektivitas bagi masyarakat sehari-hari, serta memudahkan mobilitas logistik yang dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa Timur.

Hadirnya jalan Tol Pandaan – Malang turut memberikan dukungannya melalui peningkatan perekonomian Jawa Timur pada sektor pariwisata, yaitu Kawasan Wisata dan Taman Safari Prigen, Kebun Teh Wonosari, Candi Singosari, Kawasan Wisata Batu, dan masih banyak lagi potensi wisata yang dapat dijangkau lebih cepat.

Tol Pandaan – Malang sendiri terdiri dari 5 Seksi, yaitu Seksi 1 Pandaan-Purwodadi (15,4km), Seksi 2 Purwodadi-Lawang (8km), Seksi 3 Lawang-Singosari (7km), Seksi 4 Singosari-Pakis (4,7km) dan Seksi 5 Pakis-Malang (3km).

Kala Tol Pandaan – Malang diresmikan, harga properti di Malang terpantau bergerak naik dengan indeks berada di angka 94,8 pada Q4 2019. Sayangnya, pandemi yang terjadi di Tanah Air terpaksa menggeser harga properti di wilayah ini ke penurunan yang cukup dalam.

Mengacu grafik di atas, Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) mencatat terjadinya perlambatan terkait indeks harga properti di semester pertama 2020. Kendati demikian, pasar berhasil beradaptasi dengan menunjukkan pemulihan pada semester kedua 2020.

Pada Q4 2020, indeks berada di angka 93,1 atau naik 1,63 persen secara kuartalan disbanding Q3 2020 yang menorah angka 91,6. Namun secara tahunan, tren harga properti di tahun 2020 terkoreksi sebanyak -1,76 persen (Year on Year/YoY).

Liburan ke Malang Ketahui Indeks Suplai Propertinya yang Tertinggi di Q4 2020

Liburan ke Malang Ketahui Indeks Suplai Propertinya Tertinggi pada Q4 2020

Tren suplai properti di Malang menunjukkan peningkatan tajam di tahun 2020

Setelah Surabaya, Malang yang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur tercatat memiliki rekam jejak perkembangan pasar properti yang cukup signifikan. Untuk sektor apartemen, pangsa pasarnya sendiri mayoritas merupakan kalangan mahasiswa dan keluarganya, serta investor yang intens berinvestasi dengan tujuan disewakan kembali.

Di Kota Apel ini, pertumbuhan jumlah mahasiswa rata-rata per tahun diperkirakan mencapai 41.311 orang yang berasal dari luar kota Malang. Sementara itu jumlah mahasiswa yang di wisuda hanya sekitar ±9000 setiap tahunnya. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian mahasiswa di kota Malang diyakini sangat besar tiap tahunnya.

Kondisi tersebut diyakini menjadi dasar bertumbuhnya suplai properti dari tahun ke tahun. Rumah.com mencatat, indeks suplai properti di Q4 2020 menjadi raihan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Dimana indeksnya berhasil mencapai angka 402,5 atau naik 66,1 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).

Sedangkan secara kuartalan (Quarter on Quarter/QoQ), indeks suplai pada Q4 2020 naik sebanyak 19,9 persen dibandingkan Q3 2020 dengan indeks mencapai 335,7. Lantas, apalagi yang mendasari kenaikan suplai secara drastis di tengah situasi pandemi?

Disinyalir pandemi justru meningkatkan kesadaran dan dorongan masyarakat untuk membeli rumah. Hal tersebut berdasarkan survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 yang diikuti 1.078 responden dari seluruh Indonesia. Survei itu dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2020.

Faktanya, banyaknya waktu luang untuk berada di rumah malah melandasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan dorongan untuk memiliki rumah impiannya. Sejalan dengan keinginan tersebut, pengembang merespon permintaan pasar dengan aktif meluncurkan proyek hunian yang sesuai dengan kebutuhan.

Liburan ke Malang Sambil Mengupas 5 Area Prospektifnya

Liburan ke Malang Sambil Mengupas 5 Area Prospektifnya

37% masyarakat memburu rumah di bawah Rp300 juta di Malang

Preferensi harga sepatutnya menjadi pertimbangan utama saat masyarakat mencari rumah sebagai tempat tinggal. Rumah.com mencatat, ada 37 persen masyarakat yang mengincar rumah dengan harga kurang dari Rp300 juta di Malang.

Sedangkan rumah dengan rentang harga Rp300 juta sampai Rp750 juta diburu oleh 35 persen masyarakat. Dan hanya 10 persen masyarakat yang mempertimbangkan untuk membeli hunian seharga Rp1 miliar – Rp1,5 miliar.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Selain pertimbangan harga rumah yang diburu sesuai kemampuan finansial, masyarakat juga fokus pada lokasi sebagai prinsip utama dalam mencari rumah. Sedikitnya ada lima lokasi hunian yang paling banyak dicari di Malang sepanjang 2020 yang perlu diketahui jika Anda liburan ke Malang sambil mencari potensi investasi. Simak lokasi hunian favoritnya:

1. Blimbing

Menempati urutan pertama untuk lokasi hunian yang paling banyak dicari di Malang sepanjang 2020, harga rumah di kawasan Blimbing sangat bervariasi tergantung pada lokasi huniannya.

Semakin strategis lokasinya, maka harganya terpaut lebih tinggi sekitar Rp560 juta untuk rumah dengan luas bangunan 70m2. Di lokasi lain, dengan luas bangunan yang sama, harga rumah dipasarkan senilai Rp470 jutaan. Perbedaannya pun bisa mencapai Rp90 juta.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Malang sepanjang 2020, Blimbing menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

2. Lowokwaru

Sementara di Lowokwaru, masyarakat masih bisa menemukan rumah dengan harga di bawah Rp300 jutaan. Itu sebabnya, Lowokwaru menjadi lokasi hunian favorit nomor dua di Malang dengan persentase sebanyak 13 persen.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Malang sepanjang 2020, Lowokwaru menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

3. Karangploso

Mencari rumah dengan harga kisaran Rp200 jutaan di Malang? Coba telusuri kawasan Karangploso. Menurut laman Beli di Rumah.com, konsumen bisa memiliki rumah dengan luas bangunan 45m2 seharga Rp270 jutaan di seputar Jalan Raya Bocek.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Malang sepanjang 2020, Karangploso menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

4. Kedungkandang

Kedungkandang merupakan salah satu wilayah kecamatan tertua di Kota Malang sebelum pemekaran wilayah pada dekade 80-an. Kawasan ini pun diincar 9% masyarakat yang mencari rumah di Malang, dengan kategori rumah di kisaran harga Rp250 jutaan.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Malang sepanjang 2020, Kedungkandang menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

5. Dau

Dau menjadi kawasan yang menyimpan beragam lokasi wisata di Malang mulai dari Wanawisata Air Terjun Parang Teja, Bumi Perkemahan Bedengan, Agrowisata Petik Jeruk Manis, Petungsewu Wildlife Ecosistem Conservation (PWEC), serta Taman Rekreasi Sengkaling.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Malang sepanjang 2020, Dau turut menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

Mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah