Agenda mudik ke Sidoarjo tentu tak boleh absen tiap tahunnya. Sebagai salah satu kabupaten ternama di Jawa Timur, selain menjadi daerah tujuan mudik para perantau, Sidoarjo juga menyimpan potensi investasi yang sayang jika tak diketahui. Apa yang membuat Sidoarjo istimewa?

Dilihat dari perkembangan daerahnya, pembangan infrastruktur termasuk fasilitas-fasilitas penting di Sidoarjo terus dilakukan. Apalagi setelah tragedi lumpur Lapindo yang cukup banyak merusak infrastruktur penting pada tahun 2006 lalu. Bahkan mudik ke Sidoarjo pun sekarang juga makin nyaman berkat perkembangan kawasannya.

Pada tahun 2007, Pemerintah mulai memberikan prioritas pada pembangunan kembali infrastruktur di kawasan ini karena erat kaitannya dengan kemajuan perekonomian wilayah serta aset para penduduknya.

Hingga saat ini kemajuan wilayah Sidoarjo dinilai terus berkembang, di samping pembangunan infrastruktur dan fasilitas Sidoarjo yang terus meningkat. Kondisi tersebut lantas memicu hadirnya sejumlah proyek properti baru sebagai respon atas naiknya permintaan pasar akan hunian yang nyaman.

Ingin mulai berinvestasi properti namun kesulitan dalam mencari lokasi? Jangan khawatir, baca dulu panduan properti yang mengulas tips menggunakan jasa agen properti.

Secara letak, menuju Sidoarjo dari Surabaya dapat diakses melalui Jalan Tol Surabaya – Gempol. Jaraknya sekitar 26km dengan menempuh waktu perjalanan sekitar 48 menit, yang membuat semakin banyak pemburu properti pada akhirnya melirik kawasan ini.

Jalan Tol Surabaya – Gempol atau disebut juga dengan Jalan Tol Surgem ini membentang sepanjang 45km dan melewati Kota SurabayaKabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Pasuruan. Jalan tol ini juga merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan antara Merak – Banyuwangi.

Selain itu beberapa ruas tol juga memiliki exit di Sidoarjo. Mulai dari Tol Sidoarjo – Gresik, juga Tol KLBM ( Krian – Legundi – Bunder – Manyar). Kedua ruas jalan tol ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 2020 lalu.

Tak hanya infrastruktur jalan bebas hambatan, terdapat juga Terminal Purabaya di Sidoarjo. Terminal ini menjadi gerbang utama saat masyarakat yang mudik ke Sidoarjo hendak memasuki Surabaya dari arah selatan.  Selain Purabaya, terminal ini juga akrab disebut Terminal Bungurasih yang merupakan  salah satu terminal bus terbesar di Asia Tenggara.

Pembangunan gedung baru di Terminal Purabaya mengacu pada konsep convenience and care terminal (C2 Terminal), yang setara dengan fasilitas bandar udara. Proses tahap pertama yaitu shelter bus Bandara Juanda, ruang tunggu penumpang, penghubung antara ruang tunggu dan jalur pemberangkatan bus antarkota dalam provinsi (AKDP).

Proses pembangunan tahap kedua difokuskan pada pembangunan jembatan penghubung ruang tunggu – jalur keberangkatan bus malam, dan gerbang di ruas jalur pemberangkatan bus antarkota antar provinsi (AKAP).

Mudik ke Sidoarjo juga bisa dilakukan melalui jalur udara. Pasalnya Bandar Udara Internasional Juanda tepat berada di Kabupaten Sidoarjo. Keistimewaan inilah yang menjadikan properti di Sidoarjo patut untuk dipertimbangkan para investor.

Mudik ke Sidoarjo: Indeks Harga Propertinya di 2020

Mudik ke Sidoarjo: Indeks Harga dan Suplai di 2020

Harga properti di Sidoarjo terkena imbas cukup dalam akibat pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia tentu membawa efek kejut ke sejumlah sektor. Termasuk sektor properti. Di awal kemunculan pandemi, hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami perlambatan bahkan penurunan yang tajam.

Hal tersebut pun berlaku pada pasar properti di Sidoarjo. Akibatnya, indeks harga properti di wilayah ini melemah hingga mencapai titik rendah pada Q4 2020. Rumah.com mencatat indeks harga properti berada di angka 103,3 pada Q4 2020, atau turun sebanyak -0,22% dibandingkan Q3 2020.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 300 jutaan di kawasan Sidoarjo? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

Secara tahunan, indeks harga properti di Sidoarjo juga terkoreksi sebanyak -3,23%. Pada Q4 2019 indeks harga berada pada 106,7. Jika dilihat pada grafik di atas, sebenarnya harga sudah melambung cukup tinggi pada Q1 2020 dengan raihan indeks 109,3. Sayangnya kehadiran pandemi mampu menggoyahkan situasi pasar properti di Sidoarjo hingga menyebabkan koreksi harga.

Kendati demikian, pengembang properti yang membangun proyek residensial di Sidoarjo mengakui sudah ada sedikit pemulihan pada Q4 2020. Dimana sebelumnya efek pandemi menyebabkan tingkat penjualan properti berkurang sekitar 80 persen.

Pemulihan tersebut didukung juga oleh berlakunya Peraturan Bupati nomor 59 tahun 2018. Isi Perbup tersebut mengatur batasan minimal luasan rumah di Sidoarjo, yang semula 90 meter persegi menjadi 72 meter persegi. Adanya Perbup tersebut secara otomatis akan menekan harga rumah sehingga membantu property seeker untuk mendapatkan hunian di Sidoarjo.

Mudik ke Sidoarjo: Indeks Suplai Propertinya di 2020

Mudik ke Sidoarjo: Indeks Suplai Propertinya di 2020

Indeks suplai properti di Sidoarjo secara tahunan naik 54,7% pada Q4 2020

Tingginya daya beli masyarakat untuk mencari hunian di Sidoarjo turut direfleksikan oleh Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI). Berbanding terbalik dengan indeks harga properti yang menurun, indeks suplai properti justru naik drastis setelah aturan new normal dibuka Pemerintah pada Q3 2020.

Indeks melonjak tajam sebesar 19 persen pada Q3 2020 (Quarter on Quarter/QoQ). Kenaikan secara kuartalan juga terjadi di periode selanjutnya (Q4 2020) dengan persentase sebanyak 3,1%. Peningkatan ini sepatutnya menandai bahwa penyedia suplai cukup optimistis terhadap demand masyarakat.

Tingginya kenaikan indeks suplai properti di Sidoarjo sekaligus menandakan bahwa wilayah tersebut mulai menjadi alternatif masyarakat yang tengah berinvestasi properti. Pasalnya, selain dekat dengan Surabaya, land bank di wilayah ini juga masih luas. Tak pelak pengembangan jangka panjang masih sangat mumpuni dilakukan.

Mudik ke Sidoarjo: Kenali Tren Pencarian Harganya di 2020

Mudik ke Sidoarjo: Kenali Tren Pencarian Harganya di 2020

44% masyarakat justru mengincar hunian di Sidoarjo dengan harga Rp300 juta – Rp750 juta

Minat konsumen terhadap hunian di Sidoarjo ditangkap pengembang dengan meluncurkan proyek hunian yang sesuai dengan demand pangsa pasar. Rumah.com mencatat, ada 44 persen masyarakat yang lebih memilih rumah di Sidoarjo dengan harga kisaran Rp300 sampai Rp750 juta.

Sementara untuk rumah di bawah Rp300 juta diminati oleh 37 persen konsumen. Jumlah pencarian terhadap hunian di rentang harga ini sebanyak 167.307. Sedangkan hanya ada 8 persen masyarakat yang memburu rumah dengan harga Rp750 juta sampai Rp1 miliar.

Lepas dari soal harga rumah yang diminati masyarakat, terdapat juga lima kawasan hunian yang paling banyak dicari di Sidoarjo sepanjang tahun 2020. Lima kawasan tersebut adalah Sedati, Sidoarjo, Waru, Buduran, dan Gedangan. Lebih lengkap mengenai lima kawasan tersebut simak dalam pembahasan selanjutnya.

Mudik ke Sidoarjo: Kenali Area Hunian Favoritnya

Mudik ke Sidoarjo: Kenali Area Hunian Favoritnya

20 persen masyarakat menempatkan Sedati sebagai lokasi hunian incaran nomor satu

 

1. Sedati

Berdasarkan data penggunaan lahan tahun 2009, Sedati merupakan satu dari empat kecamatan di wilayah peri urban yang memang perkembangannya sangat dipengaruhi oleh kegiatan perumahan dan permukiman skala besar.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Sidoarjo sepanjang 2020, Sedati menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

2.  Sidoarjo

Sidoarjo (Sidoarjo Kota) adalah sebuah kecamatan yang juga merupakan pusat pemerintahan (ibu kota) Kabupaten Sidoarjo. Mempertimbangkan letaknya, wajar saja jika harga rumah di kawasan ini dipatok lebih tinggi dibanding area lainnya. Untuk rumah seluas 36m2 dengan dua kamar tidur dipasarkan kisaran Rp600 jutaan.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Sidoarjo sepanjang 2020, kecamatan Sidoarjo menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

3. Waru

Waru merupakan salah satu kawasan industri utama di selatan Surabaya. Banyak sentra industri di sini salah satunya industri logam dan sepatu. Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat industri penyangga dari Surabaya. Secara geografis, Terminal Purabaya yang merupakan terminal bus terbesar di Indonesia masuk dalam wilayah Waru.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Sidoarjo sepanjang 2020, Waru menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

4. Buduran

11% konsumen menempatkan Buduran di posisi keempat dalam hal kawasan hunian paling banyak dicari di Sidoarjo. Soal harga, masyarakat masih bisa menjumpai hunian dengan harga kurang dari Rp200 jutaan di sini.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Sidoarjo sepanjang 2020, Buduran menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

5. Gedangan

Kawasan Gedangan terkenal dengan perumahannya karena letak wilayahnya yang berada di pertemuan arus antara Surabaya dan Sidoarjo. Terhitung ada lebih dari puluhan proyek klaster di wilayah ini. Terkait harga, masyarakat bisa menemukan rumah seluas 45m2 dengan harga Rp400 jutaan.

Sebagai salah satu dari lima kawasan hunian paling banyak dicari di Sidoarjo sepanjang 2020, Gedangan menyimpan banyak daftar hunian baik untuk ditinggali maupun sebagai sarana investasi. Simak daftar lengkapnya di sini!

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah