Infrastruktur Kelapa Gading makin bertaring lewat pembangunan sejumlah proyek yang tersebar dan melintasi kawasan Kepala Naga ini. Sebut saja seperti proyek kereta ringan atau Lintas Raya Terpadu (LRT) dan sejumlah proyek jalan tol.

Padahal kawasan yang awalnya dikembangkan PT Summarecon Agung Tbk di tahun 1970-an ini dulu akses jalannya hanya berupa jalan raya Cawang-Tanjung Priok yang tidak terlalu lebar. Bahkan sering macet karena harus bersinggungan dengan truk-truk besar.

Di masa itu jangan bayangkan sudah ada Tol Layang Wiyoto Wiyono yang menghubungkan Cawang-Tanjung Priok. Kawasan ini baru menikmati infrastruktur tol setelah jalan bebas hambatan itu resmi beroperasi pada tahun 1990-an.

Tapi itu dulu, Dan berikut adalah yang membuat infrastruktur Kelapa Gading makin bertaring:

Infrastruktur Kelapa Gading – Tol Layang Pulogebang

tol layang Kelapa Gading-Pulogebang infrastruktur Kelapa Gading

Khusus untuk pembangunan tol layang Kelapa Gading-Pulogebang dibangun sepanjang 9 km.

Proyek ruas tol dalam kota (dalkot) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus dikerjakan. Proyek ini juga menyentuh kawasan Kelapa Gading yang juga jadi penghubung antara Jakarta dan Bekasi.

Khusus untuk pembangunan tol layang Kelapa Gading-Pulogebang dibangun sepanjang 9 km. Proyek yang dimulai pembangunannya sejak 2017 ini dimulai dari depan Gedung Mall Of Indonesia, hingga sepanjang Jl. Boulevard Barat Daya-Jl. Boulevard Timur, dan berhenti di depan Gedung Kirana 2 Office Tower.

Infrastruktur Kelapa Gading: Fly Over Jalan Boulevard Timur dan Jalan Pegangsaan Dua

Ini merupakan pembangunan jembatan layang (flyover) yang akan menghubungkan Jalan Boulevard Timur dan Jalan Pegangsaan Dua.

Batas konstruksinya dimulai dari Jalan Boulevard timur  yang melintasi jalan Pegangsaan 2 dan berakhir di sisi timur taman Pegangsaan Indah (rencana lokasi pengembangan perumahan) yang di bangun oleh PT. Citra Abadi Mandiri (Agung Sedayu Group).

Proyek ini juga menambahkan lajur ke jalan Pegangsaan Dua ke arah Jalan Perintis Kemerdekaan. Adapun tujuan dibangunnya infrastruktur Kelapa Gading yang satu ini untuk mengatasi kemacetan di Jalan Pegangsaan Dua maupun ke arah Pulogadung.

Infrastruktur Kelapa Gading: LRT Kelapa Gading-Velodrome

Infrastruktur Kelapa Gading LRT Kelapa Gading-Velodrome

Perjalanan dari Kelapa Gading ke Sudirman bisa ditempuh sekitar 30 menit.

Moda Transportasi Umum Lintas Raya Terpadu atau LRT Kelapa Gading-Velodrome ini jarak lintasannya kurang lebih sepanjang 5,8 kilometer. Pada lintasannya ini terdapat enam stasiun:

  • Stasiun Equastrian

  • Stasiun Pulomas

  • Stasiun Boulevard Selatan

  • Stasiun Pegangsaan Dua

  • Stasiun Boulevard Utara dan

  • Stasiun Velodrome Rawamangun.

Saat ini konstruksi fisik LRT Kelapa Gading-Velodrome telah mencapai 100 persen, tinggal menyelesaikan masalah administrasi saja. Terkait masalah ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap bisa selesai sebelum lebaran atau akhir Mei 2019.

Begitupun untuk jembatan connecting ke halte TransJakarta yang tengah di kebut pengerjaannya.Ya, proyek LRT Jakarta ini direncanakan terintegrasi dengan jalur TransJakarta koridor 4 di halte Pemuda, Rawamangun. Selanjutnya untuk menuju Sudirman bisa menggunakan bus Transjakarta.

Dengan demkian, perjalanan dari Kelapa Gading ke Sudirman bisa ditempuh sekitar 30 menit. Waktu tempuh Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer (km) dengan LRT Jakarta koridor I selama 13 menit, dan dilanjutkan bus Transjakarta memakan waktu sekitar 30 menit.

Itulah beberapa proyek infrastruktur Kelapa Gading yang bikin kawasan ini makin bertaring. Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah