Makassar

Ulasan wilayah Makassar, salah satu kota besar di Sulawesi Selatan ini tengah mengalami kemajuan secara ekonomi pariwisata, bisnis, dan pembangunan.

Kota asal Wakil Presiden Jusuf Kalla ini juga pernah dipersiapkan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di tahun 2014, untuk menjadi kota kreatif skala internasional.

Alasannya, Makassar memiliki komunitas film yang menurut menteri perdagangan cukup berpotensial menghasilkan karya-karya terbaik.

Adapun target tersebut diproyeksikan dapat terealisasi pada tahun 2025. Bila terwujud, tidak menutup kemungkinan akan membawa Makassar seperti Hollywood atau Busan Korea Selatan.

Dari sisi perekonomian, Makassar hingga saat ini masih cukup bergeliat akibat masifnya pembangunan infrastruktur kota sebagai pintu masuk Indonesia Bagian Timur.

Salah satu efek yang ditimbulkan ialah terkereknya harga properti secara signifikan. Ditambah lagi kehadiran beberapa pengembang nasional seperti Ciputra Group dan Lippo Group, yang turut mendirikan proyek dan kawasan terpadu baru.

Meski pada tahun 2015 lalu perkembangan properti Makassar sempat lesu, namun setelahnya sejumlah pengamat optimistis Kota Wisata ini menawarkan prospek yang menjanjikan.

Seiring dengan itu, infrastruktur Makassar terus berkembang. Teranyar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Jalan Layang Maros.

Jalan sepanjang 2,8km yang berada di Jalan Lintas Tengah Sulawesi Selatan yakni ruas Maros-Bone tersebut, ditargetkan selesai sesuai jadwal yakni September 2018.

Jalan Layang Maros dibangun untuk mengatasi kondisi jalan yang memiliki tanjakan dan tikungan tajam serta sempit, sehingga rawan kecelakaan dan kemacetan panjang.

Selesainya jalan layang ini diyakini akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan lalu lintas, terutama angkutan logistik sehingga tidak memutar.

Angkutan logistik dari Makassar ke Bone atau sebaliknya, bisa lewat jalan ini sepanjang 166km, lebih pendek jaraknya dibandingkan memutar melewati Jalan Lintas Selatan Sulawesi yang jaraknya 350km.

Sebelum dibangun jalan layang, terdapat 8 tikungan tajam dengan jalan lebar 5m. Kini hanya satu tikungan dengan jalan yang dilebarkan menjadi 2m bahu jalan, 7m jalan dan 2m bahu jalan, sehingga bisa dilalui kendaraan dengan kecepatan 40km/jam.

Dari total panjang 2,8 km, sepanjang 313 meter berupa konstruksi layang. Konstruksi layang dilakukan salah satunya karena kawasan tersebut merupakan kawasan hutan lindung serta merupakan jalur wisata.

Jalan Layang Maros bisa menjadi jalur wisata seperti Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat.

Lantaran di kawasan tersebut juga terdapat obyek wisata Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung yang dikenal dengan air terjun, habitat kupu-kupu, dan kawasan karst.

Jalan layang ini merupakan paket pembangunan elevated road segmen I yang dikerjakan sejak Desember 2015 oleh BBPJN XIII.

Biaya pembangunan sebesar Rp169,74 miliar dengan kontraktor PT. Wijaya Karya kerjasama operasi dengan PT. Hutama Karya. Progres konstruksinya saat ini sudah mencapai 90%.

Baca Selengkapnya
199,3 km²
Luas wilayah
15
Kecamatan
1.769.920
Populasi

Peta & Properti Sekitar

Apa saja yang ada di sekitar

Makassar, Makassar City, South Sulawesi, Indonesia

Baca lebih lanjut Makassar

Properti dijual di Makassar

Properti disewakan di Makassar

Masukan