Makassar menjadi satu dari enam kota metropolitan di luar Jawa yang menjadi fokus pengembangan pemerintah pusat dalam mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Nasional. Itu sebabnya, potensi Makassar sebagai lokasi investasi tak lagi dapat dikesampingkan. Pasalnya, pangsa perumahan di Makassar diyakini punya nilai jual yang prospektif dan kompetitif.

Kilas balik soal sejarahnya, Makassar memang mumpuni dalam sektor bisnis dan perdagangan. Melansir laman resmi Kota Makassar, daerah ini pernah menjadi menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia yang dihuni lebih 100.000 orang (kota terbesar ke-20 dunia) hanya dalam waktu satu abad saja.

Pada zaman itu, jumlah penduduk Amsterdam yang termasuk kota kosmopolitan dan multikultural baru mencapai sekitar 60.000 orang. Perkembangan bandar Makassar yang demikian pesat itu, berkat hubungannya dengan perubahan-perubahan pada tatanan perdagangan internasional masa itu.

Antara tahun 1930-an sampai 1961, jumlah penduduk meningkat dari kurang lebih 90.000 jiwa menjadi hampir 400.000 orang, lebih daripada setengahnya pendatang baru dari wilayah luar kota. Hal ini dicerminkan dalam penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan ”Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman pada Tahun 1971.

Baru pada tahun 1999 kota ini berubaha namanya kembali menjadi Makassar, tepatnya 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999. Nama Ujung Pandang dikembalikan menjadi Kota Makassar.

Tak hanya itu, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang diganti dengan Undangundang Nomor 32 Tahun 2004, luas wilayah Kota Makassar juga bertambah kurang lebih 4 mil ke arah laut setara dengan 10.000 hektare. Sehingga seluruh daratan dan lautan seluas ± 27.577Ha.

Sejarah Makassar yang tak luput dari kejayaannya di sektor perdagangan hingga kini masih cukup lekat. Tak heran, Pemeritah pusat terus menjalankan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dengan fokus pengembangan ke enam kota metropolitan di luar Jawa guna meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Enam kota metropolitan yang dimaksud adalah Palembang, Banjarmasin, Manado, dan Denpasar, termasuk Ibukota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, dan Makassar. Nama Makassar tentu diperhitungkan, begitu juga dalam kaitannya dengan sektor properti.

Perumahan di Makassar: Pasokan Properti Kembali Menguat

Senada dengan hasil survei BI, Rumah.com juga mencatat kenaikan suplai properti di Makassar pada Q1 2017.

Senada dengan hasil survei BI, Rumah.com juga mencatat kenaikan suplai properti di Makassar pada Q1 2017.

Perkembangan pasar properti di Makassar cukup menarik untuk disimak. Pada kuartal pertama (Q1) 2017, hasil survei resmi Bank Indonesia mencatat pertumbuhan pasokan apartemen tertinggi terjadi di Makassar (25,70%, qtq). Hal itu sejalan dengan pembangunan apartemen Tamansari Skylounge yang menarget pangsa pasar menengah ke bawah (middle low) di lokasi strategis, dekat dengan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

Hasil survei yang dirilis Bank Indonesia saat itu juga tercatat demikian oleh Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI). Pada Q1 2017, indeks suplai properti di Makassar menjadi yang tertinggi, dimana kuartal-kuartal setelahnya mengalami penurunan berkepanjangan.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Empat tahun berlalu, suplai properti di Makassar kini kembali perkasa. Lihat saja posisi grafik di Q1 2021 yang mencapai indeks 105,3. Posisi tersebut tentunya membuat tren indeks naik 86,4 persen secara tahunan (Year on Year/YoY), dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q1 2020 yang hanya tumbuh di angka 56,5.

Sedangkan secara kuartalan, indeks suplai pada Q1 2021 justru naik lebih fantastis dengan 139,1 persen. Pasalnya di kuartal sebelumnya atau Q4 2020, indeks hanya tumbuh di angka 44,1 (Quarter on Quarter/QoQ.

Pemulihan pasokan yang terjadi di Makassar sepatutnya tak dapat dipandang sebelah mata. Bagi para investor, hal ini harus dicermati dengan seksama guna menemukan portofolio investasi yang tepat. Sementara bagi end user, pasokan properti yang kembali performing menjadi kesempatan untuk mencari perumahan di Makassar dengan lebih banyak alternatif.

Di lain sisi, indeks harga properti di Makassar pada Q1 2021 turun secara tahunan dan kuartalan.

Di lain sisi, indeks harga properti di Makassar pada Q1 2021 turun secara tahunan dan kuartalan.

Sayangnya, pasokan properti yang tumbuh signifikan belum dibarengi dengan pertumbuhan dari sisi indeks harga. Ini tercermin dalam grafik di atas yang menunjukkan posisi Q1 2021.

Indeks harga properti di Makassar pada Q1 2021 berada di angka 118,6 atau turun sebanyak 14,8 persen secara kuartalan (QoQ). Sedangkan secara tahunan atau YoY, indeks juga turun 12,5 persen dibandingkan Q1 2020.

Tren harga yang masih melambat  ditengarai masih karena kecenderungan masyarakat yang sebenarnya punya dana, namun lebih senang mengambil sikap ‘wait and see’ daripada berinvestasi sekarang. Pasalnya, kondisi Tanah Air secara nasional memang masih dilematis akibat pandemic Covid-19 yang berlanjut sampai sekarang.

7 Perumahan di Makassar dengan Potensi Besar

Indeks harga rumah di Makassar melemah seiring dengan turunnya indeks properti.

Indeks harga rumah di Makassar melemah seiring dengan turunnya indeks properti.

Turunnya indeks harga properti di Makassar tentu berdampak pada subsektor perumahan tapak di wilayah ini. Merujuk Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), penurunan terjadi baik secara tahunan maupun kuartalan.

Dimana pada Q1 2021, indeks harga rumah di Makassar hanya mampu tumbuh 118,5 atau turun 12,5 persen secara kuartalan dibandingkan Q4 2020 yang meraih 135,4. Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah merosot sebesar 10,8 persen dibandingkan Q1 2020 yang mencatatkan indeks 132,8.

Tren suplai rumah di Makassar pada Q1 2021 menguat sebanyak 88 persen secara tahunan.

Tren suplai rumah di Makassar pada Q1 2021 menguat sebanyak 88 persen secara tahunan.

Beranjak dari sisi harga yang belum positif, indeks suplai rumah di Makassar malah mencapai posisi tertingginya dalam empat tahun terakhir. Pada Q1 2021, indeks berada di angkan 102,9 atau tak bergeser satu poin pun dari Q4 2020 (QoQ).

Sementara secara tahunan, indeks suplai rumah pada Q1 2021 berhasil tumbuh sebanyak 88 persen dibandingkan Q1 2020. Pasokan yang meningkat tentunya berdampak pada terjaminnya kebutuhan masyarakat akan hunian. Dan berikut Rumah.com sajikan tujuh rekomendasi perumahan di Makassar dengan potensi besar.

1. De Serena Sudiang, Summarecon Mutiara Makassar

Berada di kawasan Summarecon Makassar yang sudah mapan, klaster De Serena Sudiang menawarkan hunian harga Rp758 juta untuk tipe tiga kamar tidur dan satu kamar mandi. Fasilitas yang disediakan perumahan di Makassar ini meliputi lapangan badminton, kolam renang, area BBQ, arena bermain, dan keamanan 24 jam.

2. Griya Permata Lestari

Sedangkan bagi masyarakat yang punya bujet lebih rendah, bisa mempertimbangkan Griya Permata Lestari yang masih membanderol rumah seharga 648 juta. Dengan harga sebesar itu, masyarakat bisa menghuni rumah dua lantai tipe 69/108 dengan empat kamar tidur dan tiga kamar tidur.

3. The Jaguar Mansion

Mencari perumahan di Makassar dengan harga kurang dari Rp600 juta? Bisa jatuhkan pilihan pada The Jaguar Mansion yang menawarkan rumah dua lantai di lokasi strategis. Untuk rumah dengan luas bangunan 70m2 dan luas tanah 105m2 dipasarkan mulai Rp595 juta.

4. CitraLand Celebes Makassar

Sedangkan CitraLand Celebes Makassar memasarkan rumah-rumah premium dengan harga kisaran Rp1,8 miliaran. Harga yang relatif lebih tinggi tentu sepadan dengan nama pengembangnya yakni Ciputra, di samping fasilitas perumahan yang lengkap seperti arena bermain, kolam renang, dan keamanan 24 jam.

5. Brista Gemilang

Perumahan di Makassar selanjutnya yang punya potensi besar adalah Brista Gemilang. Di sini, harga rumah masih sangat terjangkau dan pas untuk kantong milenial. Rumah dengan dua kamar tidur dibanderol seharga Rp458 juta. Menariknya, pengembang perumahan menyediakan fasilitas club house bagi penghuni.

6. Griya Satya

Hunian untuk kaum milenial lainnya ialah Griya Satya yang berlokasi di kawasan Tritura, Makassar. Rumah dengan luas bangunan 55m2 dipasarkan mulai Rp395 jutaan. Itu artinya, masyarakat yang punya penghasilan sekitar Rp8 jutaan bisa mengakses perumahan ini.

7. Puri Mutiara

Dari sekian pilihan di atas, Puri Mutiara adalah rekomendasi perumahan di Makassar bagi masyarakat kelas atas. Hal tersebut lantaran harga jualnya yang fantastis, Rp3,8 miliar untuk rumah mewah dengan bangunan seluas 188m2 yang terdiri dari empat kamar tidur.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah