Pasar properti Makassar dalam dua tahun terakhir (2016-2018) masih didominasi segmen menengah bawah dengan kisaran harga di bawah Rp500 juta. Pencari propertinya pun masih didominasi kategori end user yang mencari hunian untuk ditinggali.

Jika melihat indeks harga properti komersial pada triwulan I-2017, pertumbuhan pasokan apartemen tertinggi saat itu terjadi di Makassar dengan persentase 25,70%. Hal tersebut sejalan dengan pembangunan apartemen Tamansari Skylounge dengan pangsa pasar menengah ke bawah (middle low).

Tak hanya dari sisi suplai, peningkatan permintaan properti komersial berupa apartemen jual di Makassar juga cukup tinggi. Kenaikannya mencapai 0,84% (quarter-on-quarter).

Kemudian jika merujuk Rumah.com Property Index, pada kuartal empat (Q4) 2018 median harga properti di Makassar berada pada Rp7,74 juta per meter persegi. Angka ini lebih tinggi 9,3% dibanding kuartal yang sama tahun 2017 lalu (year-on-year).

Sementara di sepanjang tahun 2018, pasar properti Makassar jika dilihat dari tren harga mengalami kondisi yang fluktuatif. Sempat melesu di kuartal dua dan kuartal tiga, namun akhirnya menguat kembali jelang akhir tahun. Begitupun terjadi di awal tahun alias selama Q1 2018, median harga meningkat 5,88% dibandingkan Q4 2017.

Sejumlah pelaku bisnis mengklaim pasar properti Makassar masih prospektif. Klaimnya terbukti dari penjualan unit berbagai proyek residensial baik rumah maupun apartemen. Untuk diketahui, saat ini harga lahan yang lokasinya tak jauh dari Pantai Losari berkisar Rp12 juta sampai Rp15 juta per m2. Padahal di tahun 2015, harganya masih Rp9 jutaan per m2.

rumah murah di makassar

Investor Belum Banyak

Pasar properti Makassar sendiri saat ini masih terfokus pada pemenuhan rumah untuk masyarakat. Sehingga kehadiran investor justru tidak terlalu masif jika dibandingkan tahun 2012-2013.

Mengtuip penjualan Century21 di Makassar sejak dua tahun, pasar primer masih mendominasi. Jika tahun 2016 pasar primer berkontribusi sekitar 65% maka tahun 2017 porsinya meningkat menjadi 90% lebih.

Alhasil melihat kondisi tersebut, banyak pengembang lebih percaya diri untuk menghadirkan rumah di bawah Rp1 miliar. Bahkan pengembang lokal yang sebelumnya banyak bermain di harga Rp500 juta, mulai beralih ke harga Rp300 jutaan.

Kilas balik mengamati hasil Survei Harga Properti Residensial Pasar sekunder yang dilakukan Bank Indonesia pada kuartal I-2016, mencatat penurunan signifikan -0,41%, (qtq) yang terjadi di Makassar. Secara wilayah penurunan tertinggi berada di Makassar Selatan.

Penyebab didasari keadaan ekonomi yang belum membaik, sebagaimana tercermin dari menurunnya permintaan masyarakat terhadap hunian sekunder. Padahal di kuartal sebelumnya tercatat pertumbuhan positif (0,60%, qtq). Perlambatan pasar properti yang terjadi di kuartal I-2016 pun masih menghantui hingga kuartal III-2016.

Belum pulihnya pasar properti Makassar saat itu disebabkan kondisi ekonomi masyarakat yang masih melemah. Selain itu, kecenderungan masyarakat yang sebenarnya punya dana, lebih senang ‘wait and see’ daripada berinvestasi sekarang.

Meski demikian, diharapkan pasar properti Makassar akan berkembang pesat pasca beberapa proyek infrastruktur selesai dilaksanakan. Diantaranya jalur kereta api Makassar– Parepare sepanjang 145,23 km dan Rencana Pengembangan Takalar Maritim (meliputi zona industri Takalar, pelabuhan penumpang Takalar, Takalar pasar ikan dan Pusat Pendidikan Maritim.