Situasi Margonda yang sudah sesak, menyebabkan arah perkembangan bergeser ke kawasan lain di Depok, salah satunya Sawangan. Sempat dijuluki sebagai The Next Margonda, rasanya anggapan tersebut nyaris benar jika melihat kondisi Sawangan terkini. Apalagi jika berkaca pada maraknya pembangunan perumahan di Sawangan yang sangat masif dalam tujuh tahun terakhir.

Meski tak setenar seperti sekarang, sejak lama Sawangan telah menjadi kawasan permukiman. Masih tersedianya lahan kosong menjadi prospek yang dimanfaatkan sebagai area pemukiman serta komersial. Tak heran, kini proyek primary perumahan di Sawangan menjamur di sepanjang area ini.

Nama Sawangan sendiri boleh jadi tak asing bagi telinga masyarakat Jabodetabek, khususnya bagi masyarakat kota Depok. Sawangan adalah sebuah kecamatan di kota Depok, Jawa Barat. Letaknya yang strategis, berbatasan dengan Tangerang Selatan (Serpong, Serua, Pamulang, Pondok Cabe) dan Kabupaten Bogor (Parung, Citayam, Bojong Gede), menjadikan kawasan ini lebih mudah dijangkau.

Sepanjang sejarah perkembangan pasar perumahan di Sawangan, tentu tak lepas dari peran serta Kota Depok sebagai wilayah administrasinya. Rumah.com mencatat, indeks tren pencarian properti di Kota Depok pada kuartal pertama (Q1) 2021 mengalami peningkatan hingga 156,7 persen jika dibandingkan kuartal pertama 2020 (year-on-year/YoY).

Sementara secara kuartalan atau quarter-on-quarter/QoQ, indeks tren pencarian properti di Kota Depok meningkat sebanyak 19,1 persen. Dimana pada kuartal sebelumnya atau Q4 2020, indeks tumbuh di angka 209 dan naik menjadi 249 pada Q1 2021.

Naiknya intensitas pencarian terhadap properti di Kota Depok ditengarai oleh sejumlah faktor. Diantaranya adalah karena pengembangan infrastruktur yang terus dilakukan, pasar perumahan di Depok yang semakin potensial, serta beberapa kawasannya yang dilintasi moda transportasi publik.

Tren Harga dan Suplai Rumah Dijual di Depok

Naiknya tren pencarian properti di Kota Depok menjadi latar belakang pertumbuhan harga yang positif, khususnya dari segmen rumah tapak. Terkini, indeks harga rumah di Depok berada di angka 144,0 pada Q1 2021. Posisi ini membuat trennya naik sebanyak 5,76 persen dibandingkan Q4 2020 atau quarter-on-quarter/QoQ.

Sementara dari sisi tahunan, indeks harga rumah di Depok juga tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Pada Q1 2020, indeks harga hanya mampu tumbuh sebanyak 133,3.

Jika berkaca pada infogram di atas, kenaikan harga rumah dijual di Depok yang persisten dalam satu tahun terakhir menjadi sinyal bahwa pasar perumahan di sini cukup kuat dari terpaan kondisi ekonomi nasional yang masih bergejolak.

Apalagi bila melihat faktor lain yakni tren suplai rumah dijual di Depok yang juga mengalami peningkatan. Informasinya bisa disimak melalui infogram di bawah ini.

Diketahui, pada Q1 2021 indeks suplai rumah di Depok meraih angka 117,8 atau naik 6 poin dibandingkan kuartal sebelumnya yakni Q4 yang menoreh indeks 111,8. Itu artinya, kenaikan secara QoQ ini sebesar 5,39 persen.

Sedangkan dari kurun waktu tahunan atau YoY, indeks naik sangat signifikan yakni 44,55 persen pada Q1 2021. Hal ini terjadi lantaran indeks suplai rumah di Depok pada Q1 2020 hanya mampu mencatatkan angka 81,5.

Peningkatan suplai rumah dijual di Depok yang hampir sebagian besar dilakukan pengembang, membuat kawasan ini kebanjiran pasokan perumahan baru (primary project). Menariknya, kondisi ini akan membuat konsumen properti tak kehabisan referensi saat mencari hunian baru idaman mereka. Lantas, seperti apa kriteria pencarian rumah dijual di Depok yang paling banyak diincar masyarakat terkini?

Meneropong Masa Depan Pasar Perumahan di Sawangan

Sawangan memang didorong oleh Pemda Depok menjadi salah satu kawasan bisnis baru, selain jalan Margonda. Ditambah dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan tol oleh Pemerintah, kawasan ini pun semakin berkembang.

Infrastruktur yang kini bisa dinikmati warga Sawangan diantaranya Tol Depok – Antasari atau disingkat Desari. Pintu keluar dan gerbang Tol Sawangan yang sudah beroperasi optimal sejak tahun lalu membuat peta lalu lintas cukup berubah. Pasalnya, dari pintu Tol Sawangan, masyarakat bisa mengakses pusat Jakarta dalam waktu singkat sekitar 30 menit saja.

Tak hanya Tol Desari, warga perumahan di Sawangan juga dimudahkan dalam menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui ruas tol Pamulang yang merupakan bagian Tol Serpong –  Cinere. Tol ini terbagi dalam dua seksi. Seksi 1 sepanjang 6,5 kilometer dari kawasan Serpong hingga Pamulang yang sudah beroperasi maksimal, sedangkan seksi 2 sepanjang 3,64 kilometer dari kawasan Pamulang hingga Cinere yang tengah dalam tahap penyelesaian.

Merujuk infogram di atas, terlihat jelas bahwa dalam satu tahun terakhir terjadi pemulihan terhadap indeks harga rumah di Sawangan. Pasalnya, pandemi yang menimpa Tanah Air turut membuat industri properti mengalami kontraksi cukup hebat.

Pada Q1 2021, indeks harga rumah tapak di Sawangan mencapai 110,6 atau menguat 3,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (Q4 2020) yang meraih indeks 106,5. Kenaikan tipis secara kuartalan (QoQ) telah terjadi di tiga kuartal terakhir yakni Q3 2020, Q4 2020, dan Q1 2021.

Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah tapak di Sawangan pada Q1 2021 belum mencapai angka sekuat pra-pandemi. Dimana justru terjadi penurunan sebanyak 6,6 persen, dibandingkan Q1 2020 yang meraih indeks 118,4.

Beranjak ke sisi suplai rumah tapak di Sawangan, tren secara tahunan (YoY) justru menguat signifikan sebanyak 48,4 persen pada Q1 2021. Tingginya kenaikan pasokan diyakini merupakan imbas  dari optimisme yang ditanamkan pengembang dengan mulai aktif mengeluarkan produk-produk perumahan di Sawangan.

Kenaikan juga terjadi secara kuartalan meski dalam angka tipis yakni 1,6 persen. Dimana pada Q4 2020, indeks berada di angka 60,5 dan naik 1 poin menjadi 61,5 pada Q1 2021. Pasokan yang bertambah pun sejalan dengan fakta bahwa demand atau permintaan dari masyarakat memang meningkat.

Sesuai infogram di atas, gejolak terhadap pencarian rumah atau perumahan di Sawangan mengalami naik turun selama Juni 2020 hingga Mei 2021, dengan penurunan terdalam terjadi di April 2021. Sementara kenaikan tertinggi terjadi pada Juli 2020 dengan 39,6 persen.

Menurut data terakhir atau Mei 2021, indeks pencarian berada di angka 147,0 atau naik 23,6 persen dibandingkan April 2021. Sedangkan jika dirunut dalam satu semester 2021, penurunan pencarian hanya  terjadi satu kali di April 2021, dimana fokus masyarakat khususnya orangtua lebih menyasar kepada urusan pendidikan dibandingkan perumahan di Sawangan.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah