Infrastruktur Semarang saat ini memang bisa dibilang lagi getol-getolnya digeber Pemerintah, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun tingkat Kota. Dan perkembangannya pun bisa dibilang sangat signifikan.

Hal yang wajar mengingat secara perekonomian kota ini juga cukup besar karena statusnya sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah. Menurut data BPS 2012 perekonomiannya didominasi sektor Industri dan sektor Perdagangan; PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 54,38 Triliun.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kota ini juga ditandai dengan semakin banyak berdiri gedung-gedung tinggi seperti hotel, kantor, mall, dan apartemen. Tercatat kota ini memiliki 30 gedung dengan ketinggian minimal 12 lantai dan 75 gedung dengan ketinggian berkisar antara 7-11 lantai.

Sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah dan kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia, kota ini terus bertransformasi. Bahkan dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun Semarang terus membangun sehinga memiliki andil finansial yang vital bagi Indonesia berkat sektor perdagangan dan industri serta jasanya yang terus berkembang.

Adapun pertumbuhan ini perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang mendukung seperti infrastruktur jalan, jembatan, transportasi dan lain sebagainya sehingga kota ini semakin mudah ditempuh baik lewat darat, laut, dan udara.

Bahkan saking masifnya pembangunan infrastruktur Semarang membuat kota ini berhasil memboyong Indonesia’s Attractiveness Awards 2017. Kota ini menang dalam tiga kategori, yaitu Kota Terbaik, Kota Terbaik untuk Infrastruktur dan Kota Terbaik untuk Investasi.

Kota yang dilalui jalur Pantura, yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di pantai utara Pulau Jawa ini kini juga baru saja memiliki infrastruktur baru, rampungnya pembangunan jalan tol yang menghubungkan Semarang dengan Solo yang baru saja di resmikan Presiden Joko Widodo di pengujung tahun 2018.

infrasruktur Semarang Solo

Pembangunan jalan tol yang menghubungkan Semarang dengan Solo baru saja di resmikan Presiden Joko Widodo di pengujung tahun 2018.

Ya, pembangunan jalan Tol Solo-Semarang sejauh 72,64 km ini ditujukan untuk memperlancar jalur transportasi ke arah kota atau kabupaten di Jawa Tengah di bagian selatan, terutama jalur padat Semarang-Solo.

Perkembangan infrastruktur Semarang di bidang transportasi pun tak berbeda jauh dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Angkutan bus antarkotanya terpusat di Terminal Terboyo, Kecamatan Genuk. Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, angkot, dan becak.

Bahkan kota ini juga punya TransSemarang yang juga dikenal dengan BRT (Bus Rapid Transit), sebuah moda angkutan massal modern meski tidak menggunakan jalur khusus seperti busway (Trans Jakarta) di Jakarta.

Lagi cari-cari hunian di Semarang? Baik untuk ditempati sendiri atau sekadar untuk investasi? Cek aneka pilihannya di sini!

Infrastruktur Semarang di bidang angkutan udara terdapat Bandara Ahmad Yani, menghubungkan kota ini dengan sejumlah kota-kota besar Indonesia dan penerbangan langsung ke luar negeri. Bahkan rencana pembangunan infrastruktur Semarang juga diintegrasikan dengan rencana pengembangan Bandara Ahmad Yani.

Rencananya dari Bandara Achmad Yani akan dibangun monorel ke Simpang Lima. Pembangunan ini sendiri ditujukan guna mendukung penguatan struktur ekonomi yang didukung oleh peningkatan sektor perdagangan dan jasa.

Selain itu ada juga Pelabuhan Tanjung Mas yang menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota pelabuhan Indonesia. Dan pelabuhan ini juga punya terminal peti kemas.