Tren pasar properti Summarecon Bekasi sedikit banyaknya memang memiliki sumbangsih terhadap pertumbuhan pasar properti di Bekasi saat ini. Bagaimana tidak? Sebagai contoh, lihat saja flyover KH Noer Ali Summarecon Bekasi.

Infrastruktur yang dibangun Summarecon Bekasi ini kini bisa dibilang sebagai ikon Bekasi. Dan keberadaan flyover yang membentang sepanjang 130 meter yang mengadopsi teknologi konstruksi “Balanced Cantilever” yang canggih ini memang sangat dibutuhkan Bekasi.

Asal tahu saja, Bekasi terbagi 2 oleh rel kereta api, utara dan selatan. Dan bagian utara bisa dibilang underdeveloped dibanding selatan yang lebih maju. Dan peran flyover ini jelas sangat vital sebagai akses masuk ke Bekasi, mengingat sebelum adanya flyover KH Noer Ali Summarrecon Bekasi ini kemacetan di kawasan ini memang sangat parah..

Dan berdasarkan data Rumah.com Property Index, median harga pasar properti Summarecon Bekasi dari tahun ke tahun memang cenderung bergerak naik. Tren ini tergambar jelas sejak kuartal pertama atau Q1 2018 hingga Q1 2019, meski harus diakui, di kuartal ketiga atau Q3 median harganya sedikit terkoreksi turun.

Jika di awal tahun atau Q1 median harganya berada pada posisi Rp7,78 juta per meter persegi dan mengalami kenaikan yang tinggi hingga 6,77% di Q2 atau pertengahan tahun, namun di kuartal ketiga (Q3) 2018 median harga untuk pasar properti Summarecon Bekasi sedikit terkoreksi turun menjadi -1,55%.

pasar properti summarecon bekasi

Selain rumah tapak, Summarecon Bekasi juga punya The Springlake Apartments, apartemen dengan 12 tower yang masing-masing terdiri dari 26 lantai.

Namun menutup tahun 2018 atau di Q4 median harga kawasan kota mandiri yang dikembangkan PT Summarecon Agung, Tbk ini kembali bergerak naik sebanyak 1,91%. Dan meski Q1 2019 belum berakhir median harganya pun masih terus bergerak naik, tercatat mencapai Rp8,58 juta per meter persegi.

Tertarik untuk punya rumah di kawasan ini? Cek aneka pilihannya di sini!

Pergerakan median harga pasar properti Summarecon Bekasi memang tidak lepas dari kisah sukses dan track record Summarecon sebagai pengembang. Sebagai developer, Summarecon sudah hampir 38 tahun mengembangkan bisnis properti yang konsisten terhadap komitmen.

Asal tahu saja Summarecon Bekasi adalah township atau kota mandiri ketiga yang dibangun Summarecon. Township pertama adalah Summarecon Kelapa Gading dan kemudian Summarecon Serpong. Dan kesuksesan kedua township terdahulu itulah yang membuat hunian yang ditawarkan Summarecon Bekasi banyak diminati orang.

Ya, apalagi Summarecon Bekasi juga sangat concern meluncurkan hunian hijau dengan desain yang modern dan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan bergengsi. Sebut saja keberadaan club house yang dilengkapi kolam renang, taman bermain, dan ruang multiguna.

Bahkan pada setiap rumah yang ditawarkan juga sudah dilengkapi dengan televisi kabel, koneksi internet, dan sistem keamanan yang canggih. Adapun properti residensial di kawasan ini kini sudah banyak berdiri dan sebagian besar sudah laku terjual.

Sebut saja 7 klaster perumahan seperti Palm, Maple, Acacia, Magnolia, Bluebell, Vernonia, dan Lotus Lakeside. Total terdapat sekitar 1.700 rumah dan 4 klaster ruko sebanyak 330 unit. Selain itu ada juga The Springlake Apartments, apartemen dengan 12 tower yang masing-masing terdiri dari 26 lantai.