Infrastruktur Summarecon Bekasi memang harus diakui banyak didukung teknologi canggih. Ya, PT Summarecon Agung, Tbk selaku pengembang memang bisa dibilang tidak mau setengah-setengah saat akan membangun kawasan kota mandiri ini.

Bahkan pada perkembangannya sekarang, kehadiran kawasan kota mandiri ini juga berkontribusi mengangkat citra Kota Bekasi. Namun yang menarik adalah: Mengapa Summarecon memilih Bekasi?

Apalagi saat Summarecon mulai membangun kawasan ini masih dikenal orang dengan stigma negatif seperti daerah macet, panas, dan kumuh. Bahkan sampai ada yang menyebutnya sebagai Planet Bekasi.

Asal tahu saja, lahan Summarecon Bekasi sebetulnya sudah dibebaskan sejak tahun 1980. Dan tahun 2010, momen ketika kota Bekasi dianggap sudah mulai matang dan bisnis properti membaik secara makro, maka Summarecon pun mulai mengembangkan kawasan ini untuk dijadikan sebagai kota mandiri.

Yang menarik, pembangunan kota mandiri ini ditandai dengan dimulainya sejumlah pembangunan infrastruktur Summarecon Bekasi yang dinilai penting dan bernilai strategis. Dan yang pertama kali dibangun dan ikonik adalah pembangunan flyover KH Noer Ali Summarrecon Bekasi.

 infrastruktur summarecon bekasi

Teknologi pembangunan fly-over KH Noer Ali Summarrecon Bekasi ini menggunakan dan mengadopsi teknologi konstruksi yang sangat canggih yang dikenal dengan nama “Balanced Cantilever”.

Flyover ini adalah akses masuk ke kawasan Summarecon Bekasi. Tampak membentang dengan anggun dan gagah sepanjang 1 kilometer dengan lebar 22 meter dan memiliki empat jalur jalan.

Infrastruktur Summarecon Bekasi yang kini jadi ikon Bekasi ini melintas di atas jalur kereta api dengan bentang jembatan sepanjang 130 meter. Dan yang menarik, flyover ini dibangun tanpa tiang penyangga dan merupakan salah satu jembatan dengan bentang terpanjang di Indonesia.

Teknologi pembangunan fly-over KH Noer Ali Summarrecon Bekasi ini menggunakan dan mengadopsi teknologi konstruksi yang sangat canggih. Dikenal dengan nama “Balanced Cantilever”.

Faktanya, ada ataupun tak ada Summarecon, flyover ini memang sangat dibutuhkan masyarakat Bekasi. Asal tahu saja, Bekasi terbagi 2 oleh rel kereta api, utara dan selatan. Dan bagian utara bisa dibilang underdeveloped dibanding selatan yang lebih maju.

Dan memang akan sulit mengembangkan Summarecon Bekasi tanpa adanya dukungan infrastruktur seperti ini. Karena untuk mencapai Kota Summarecon Bekasi tanpa lewat flyover, harus lewat Jalan Perjuangan yang penuh perjuangan karena sangat macet.

Flyover ini juga diserahkan kepada pemerintah kota sebagai aset kota, persembahan Summarecon untuk penduduk Bekasi. Mulai kepikiran untuk punya rumah di kawasan ini? Cek aneka pilihannya di sini!

Summarecon juga bercita-cita untuk menjadikan kawasan kota mandiri ini sebagai kota hijau. Hijau tidak melulu soal lingkungannya tapi berdasarkan tiga pilar: ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Pilar pertama, secara ekonomi, Summarecon Bekasi menciptakan pusat komersial yang akan menumbuhkan sentra bisnis dan sentra transaksi bisnis. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi secara positif. Dan memberi lapangan pekerjaan pada masyarakat luas.

Nah, secara sosial, jika pengembang yang tidak peka terhadap hal sosial akan bikin urugan yang sangat tinggi sehingga perumahannya tidak banjir. Maka Summarecon membangun perimeter ditch di lahannya, saluran sepanjang 13 kilometer dengan lebar 3-4 meter.

Infrastruktur Summarecon Bekasi ini berguna menampung air yang ada di kampung-kampung sekitar. Air penduduk jadi tertampung dengan baik. Sedang untuk infrastruktur sistem pengendali banjir Summarecon memastikan air tidak akan tumpah ke kawasan sekitar, tapi ke tiga danau buatan yang total luasnya hampir 10 hektar yang selanjutnya akan dialirkan ke Kali Bekasi.

Tidak hanya tertata rapi, jalan-jalan di kawasan Summarecon Bekasi juga halus dengan bangunan-bangunan yang juga bagus. Bahkan kawasan kota mandiri ini juga sudah menanam backbone kabel serat optik di semua rumah yang dijual, bekerja sama dengan Telkom.