Meski berdasarkan data internal Rumah.com Jawa Timur hanya menduduki posisi keempat sebagai wilayah pencarian properti favorit, tapi ternyata banyak apartemen di Surabaya jadi incaran investor dari Timur Tengah.

Sekalipun saat ini pandemi COVID-19 nyaris bikin lumpuh hampir setiap persendian bisnis di Indonesia, nyatanya sektor properti masih dianggap cukup menggairahkan bagi para investor asing untuk menanamkan modalnya.

Wakil Ketua DPP Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan bahwa minat investasi asing masih tetap ada sampai saat ini, termasuk dari Timur Tengah. Hanya saja, investor umumnya masih menunggu pandemi berakhir sebelum melakukan realisasi investasi.

Cari hunian di kota Surabaya yang fasilitas dan infrastrukturnya tak kalah dengan Jakarta? Cek aneka pilihan huniannya dengan harga di bawah Rp700 juta di sini!

“Di tengah Corona begini, minat investasi ke sektor properti tetap berjalan, tetapi mereka para investor jadi tidak bisa ke sini, jadi realisasinya masih menunggu,” ungkapnya, dikutip dari Bisnis.

Apartemen di Surabaya Tak Goyah Saat Pandemi

Apartemen di Surabaya Tak Goyah Saat Pandemi

Pandemi hanya sedikit mempengaruhi median harga apartemen di Surabaya yang selama ini dikenal stabil.

Yang menarik, di situasi ini trafik pengunjung yang mencari rumah dijual di Rumah.com mengalami kenaikan hingga 40% pada kuartal pertama 2020 jika dibandingkan kuartal keempat 2019.

Sementara jika dibandingkan dengan pencarian pada masa Covid-19 (setelah 16 Maret 2020) dengan sebelum Covid (Januari-15 Maret 2020), kenaikannya sudah sebesar 5%. Peningkatan secara kuartalan juga ditunjukkan dari jumlah pengunjung yang melihat halaman detail listing properti, yakni sebesar 36%.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan beragam Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Lebih spesifik, pengunjung yang menunjukkan ketertarikannya (leads) mengalami kenaikan sebesar 16% untuk properti dijual saja. Sedang untuk wilayah pencarian favorit saat ini DKI Jakarta paling banyak yang cari, sebanyak 33%, disusul Jawa Barat 31%, Banten 14%, dan Jawa Timur 8%.

Bicara wilayah pencarian favorit, ada yang menarik jika membahas Jawa Timur yang berada diposisi keempat daftar wilayah pencarian favorit. Terutama jika membahas median harga apartemen di Surabaya, ibu kota Jawa Timur.

Berdasarkan data dari Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), pandemi hanya sedikit mempengaruhi median harga apartemen di Surabaya yang selama ini dikenal stabil. Pada periode Januari hingga Maret atau Q1 2020 median harga apartemen di Surabaya tercatat ada di angka Rp14.170.000 per meter persegi.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Artinya hanya turun 1,9% jika dibandingkan Q4 2019 saat pandemi belum berlangsung di mana median harganya berada di Rp14.440.000 per meter perseginya. Angka median harga apartemen di Surabaya Q4 2019 ini juga sama persis seperti median harga pada Q4 2017 yang juga Rp14.440.000 per meter perseginya.

Apartemen di Surabaya Menggoda Investor Timur Tengah

Apartemen di Surabaya Menggoda Investor Timur Tengah

Perusahaan dari Timur Tengah membeli tiga menara dari proyek apartemen di Surabaya.

Bicara minat investasi asing, terutama dari Timur Tengah, menurut Rusmin terbagi menjadi dua jenis. Ada pengembang asal Timur Tengah yang ingin bekerjasama dan ikut membangun di Indonesia dan ada yang hanya membantu mengucurkan dana saja.

Kendati begitu, REI juga turut berperan menjembatani investor dari Timur Tengah yang ingin bekerjasama. Rusmin juga menambahkan bahwa kerjasamanya masih belum bisa diberitahukan dengan siapanya karena hal tersebut masih belum deal.

Mau investasi apartemen di Surabaya yang pergerakan harganya bagus dan stabil? Cek aneka pilihan apartemennya dengan harga di bawah Rp500 juta di sini!

Namun ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut disinyalir akan diselenggarakan di Jakarta, Bandung, dan Bali, dengan nilai sebesar Rp1 triliun. “Jadi, sebetulnya minat akan tetap ada dan masih tinggi,” lanjutnya.

Sebelumnya, dikutip berdasarkan catatan Bisnis, pada 2018 lalu investor dari Arab Saudi telah menjajaki pengembangan bisnis properti di Indonesia dengan nilai investasi sedikitnya Rp67 triliun.

Dari pengembang Indonesia, proyek properti yang ditawarkan adalah proyek pengembangan kota senilai total Rp44 triliun. Selain itu juga proyek 10 pengembang besar dengan nilai investasi Rp23 triliun yang siap dikerjasamakan karena telah ada desain dan perizinannya.

Dari penjajakan tersebut, salah satu yang berhasil tembus adalah proyek milik pengembang PT PP Properti Tbk. (PPRO) dengan investasi senilai Rp2,1 triliun dari perusahaan Dubai PT Arvada Investama.

Perusahaan tersebut membeli tiga menara dari proyek apartemen di Surabaya garapan PPRO, yaitu Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon, dan Grand Sungkono Lagoon. Rusmin juga meyakini bahwa di tengah pandemi seperti ini permintaan akan kawasan industri dinilai bisa lebih bersinar dibanding dengan properti lainnya.

Hal ini diperkuat dengan alasan orang masih lebih memilih untuk melakukan belanja secara online sehingga perusahaan penyedia barang konsumsi butuh ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan itu.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah