Surabaya terus berkembang menjadi kota berkelas dunia. Kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta ini terus ditata menjadi kota modern yang nyaman bagi warganya. Proses penataan kawasan pemukiman kumuh di Surabaya bahkan cukup sukses.

Ahli permukiman dan perkotaan, yang merupakan guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Johan Silas, mengatakan bahwa proses penataan kawasan pemukiman kumuh di Surabaya, Jawa Timur, berhasil dilaksanakan dengan sukses.

“Dibanding kota-kota lain di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, penataan kampung di Surabaya yang paling baik,” ujar Johan Silas, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Selasa, 10 November 2020.

Mau punya rumah di Surabaya yang harganya di bawah Rp600 jutaan? Cek aneka pilihan huniannya di sini.

Pemukiman Kumuh 0 Persen Dongkrak Pencarian Surabaya

Pemukiman Kumuh 0 Persen Dongkrak Pencarian Surabaya

Tren pencarian properti di Surabaya dalam enam bulan belakangan ini grafiknya memang tergolong positif sejak Mei hingga Oktober 2020.

Sejalan dengan kesuksesan penataan kawasan pemukiman kumuh di Surabaya, pencarian properti berdasarkan lokasi di portal Rumah.com untuk Surabaya tingkat pencariannya memang terus tinggi hingga bulan Oktober 2020 ini.

Tren pencarian properti di Surabaya dalam enam bulan belakangan ini grafiknya memang tergolong positif sejak Mei hingga Oktober 2020. Di bulan Mei angka pencarian properti berdasarkan lokasi di Surabaya tercatat 140.693 pencarian. Namun di bulan Juli pencariannya langsung meroket hingga 167.847 pencarian.

Data terakhir hingga bulan Oktober, pencarian properti berdasarkan lokasi di Surabaya bahkan mencapai 218.895 pencarian. Adakah kenaikan pencarian ini erat kaitannya dengan Data Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyatakan kawasan pemukiman kumuh di Surabaya sudah 0 persen?

Terkait hal ini Silas yang merupakan ahli permukiman dan perkotaan menyatakan, Ditjen Cipta Karya menyelenggarakan Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Tim ini yang mengeluarkan data yang menyebut Surabaya kawasan pemukiman kumuhnya sudah 0 persen.

“Tim ini milik pemerintah pusat. Pemkot [Surabaya] tidak ikut cawe-cawe. Setahu saya, angka persisnya 0,3 persen. Karena sangat kecil, dianggap 0 persen,” kata Silas.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Berdasarkan data program Kotaku Kementerian PUPR yang terangkum di Nota Dinas Nomor 02/ND/Cb16/Satker1/2020 tentang Laporan Capaian Pengurangan Kumuh Provinsi Jatim, luasan kawasan kumuh di Surabaya semula 151 hektare. Dalam beberapa tahun terakhir, penataan digenjot hingga berhasil ditekan sampai 0 persen pada 2019.

Program Kotaku Sukses Tekan Pemukiman Kumuh Surabaya 0 Persen

Program Kotaku Sukses Tekan Pemukiman Kumuh Surabaya 0 Persen

Ada beberapa daerah yang masih merupakan pemukiman kumuh, tapi kumuhnya kawasan tersebut bukan berarti Pemkot Surabaya tidak mau melakukan penataan, tapi karena terbentur instansi lain.

Program Kotaku merupakan satu dari sejumlah upaya strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR untuk mempercepat penanganan pemukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Di dunia ini tidak ada kota yang tidak ada pemukiman kumuhnya, meski kotanya sangat maju. Mulai di Paris, New York, Kyoto bahkan hingga di Dubai, itu ada pemukiman kumuhnya. Saya pernah ke kota-kota itu dan melihat kampung kumuhnya,” ucap Silas.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Dirinya mengaku, memang di Kota Pahlawan ada beberapa daerah yang masih merupakan pemukiman kumuh, tapi kumuhnya kawasan tersebut bukan berarti Pemkot Surabaya tidak mau melakukan penataan, tapi karena terbentur instansi lain.

“Ada yang pemukiman kumuh itu di kawasan rel PT KAI, Pelindo III dan pinggir sungai. Pemkot tidak bisa masuk ke sana, karena terbentur oleh instansi lain. Pemkot sudah beberapa kali melakukan penataan dan berhasil. Namun ada pula yang sulit seperti kawasan yang masuk milik PT KAI. Itu sulit, karena Daops VIII tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan,” tutur Silas.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah