Tren pasar properti Surabaya kian menjanjikan. Dan tentunya ada banyak alasan yang mendukung optimisme pasar properti Surabaya saat ini. Berdasarkan data Rumah.com Property Index, median harganya kini cenderung bergerak naik. Hal ini terlihat dari catatan sejak kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun 2018.

Jika di awal tahun median harga pasar properti Surabaya pada posisi Rp16 juta per meter persegi, maka di kuartal kedua (Q2) mengalami kenaikan hingga 0,80%. Dan yang menarik, memasuki kuartal ketiga (Q3) 2018 median harganya terus melesat naik sebanyak 1,21%. Naik tipis-tipis memang, tapi diyakini banyak pihak akan terus melesat karena banyaknya inovasi dan infrastruktur yang tengah digarap untuk kota Pahlawan ini.

Rumah.com Property Index juga mencatat bahwa suplai hunian pada rentang Rp1-2 miliar di Surabaya mengalami peningkatan sejak awal tahun 2016 lalu. Pada Q2 2016, misalnya, terjadi peningkatan suplai sebanyak 29% dan meningkat 51,2% di Q3 2016. Namun penambahan suplai ini agak melambat di Q4 2016 (10,8%) dan di Q1 2017 (0,3%).

Peningkatan suplai hunian secara pesat di Surabaya diperkirakan karena didorong rencana pembangunan berbagai sarana infrastruktur yang sudah dan akan dimulai pada tahun 2017. Kedua hal inilah yang jadi pemicu terjadinya kenaikan median harga rumah tapak di Surabaya secara konsisten.

tren pasar properti surabaya

Kenaikan harga beberapa perumahan di Surabaya didasari sejak kemunculan MERR dan rencana pembangunan Outer East Ring Road atau OERR.

Infrastruktur tersebut seperti sejumlah jalur baru untuk menunjang perekonomian Surabaya sekaligus mengurai kemacetan lalu lintas seperti proyek frontage road sisi barat (jalur penyangga di Jalan Ahmad Yani), Midlle East Ring Road (MERR) II-C, Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan jalan Lingkar Luar Timur (JLLT).

Sementara itu, sejumlah mal besar dan megah akan segera hadir hingga tahun 2018 dan akan membuat kota ini diprediksi menyalip gemerlap kemewahan mal-mal di Jakarta, seperti Supermal Pakuwon dan The Central Gunawangsa Tidar.

Selain itu juga ada proyek trem trayek utara ke selatan Surabaya di mana pengerjaannya akan dilakukan dalam dua loop (fase). Fase pertama membentang dari Jalan Tunjungan hingga menuju Terminal Joyoboyo sepanjang 11,4 kilometer dari total sekitar 17,6 kilometer.

Sedangkan untuk trayek timur ke barat, moda angkutan massal cepat yang akan dikembangkan adalah Light Rail Transit (LRT). Dan yang tak kalah menariknya, setelah menggulirkan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Pemerintah mulai mengkaji proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya. Nantinya, Jakarta-Surabaya bisa dijangkau dalam waktu kurang dari 5 jam.

Yang menarik dari tren pasar properti Surabaya adalah kenaikan harga perumahan di Surabaya Timur. Berdasarkan review properti Rumah.com, kenaikan pesat harga properti di daerah ini rata-rata naik sekitar Rp100 Juta-Rp150 juta tiap beberapa bulan hingga satu tahun.

Kenaikan harga beberapa perumahan ini didasari karena wilayah Surabaya Timur yang semakin berkembang. Terutama sejak kemunculan MERR dan rencana pembangunan Outer East Ring Road atau OERR.

Beragam spot elit juga ada di wilayah ini, mulai dari sekolah, kampus, mall, apartemen, hingga perkantoran. Tentu saja optimisme pasar properti Surabaya ini membuat para developer semakin tertarik membangun banyak perumahan di Surabaya Timur. Sedangkan para investor juga semakin berambisi dalam memiliki investasi rumah di lokasi ini.