Tangerang masih menjanjikan nilai investasi di sektor properti. Alhasil, area favorit di Tangerang yang menyimpan deretan daftar hunian seperti apartemen maupun rumah tapak diburu oleh investor termasuk juga end user. Sejalan dengan itu, indeks harga dan suplai properti di Tangerang memang tumbuh positif dalam beberapa periode terakhir.

Sebagai salah satu kawasan suburban, Tangerang yang masuk dalam kategori emerging city alias kota berkembang hingga kini masih menjadi pilihan masyarakat untuk bertempat tinggal. Disebut berkembang, lantaran Tangerang memiliki karakteristik kinerja ekonomi dalam kota yang berubah secara signifikan dalam 5-10 tahun terakhir.

Pasar propertinya pun berkembang cukup agresif guna mengakomodir pertumbuhan sektor bisnis, industri, dan pariwisata. Tangerang sendiri boleh jadi diuntungkan lantaran lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarna Hatta.

Jika mencermati perkembangannya terkini, Tangerang sudah disulap secara perlahan menjadi kota mandiri yang maju. Tak heran, segelintir pengembang residensial ternama maupun lokal berebut membangun proyek dengan jumlah pasokan unit yang mampu mengakomodir kebutuhan hunian masyarakat.

Rumah.com mengamati dinamika tren properti di Tangerang selama satu tahun terakhir. Hasilnya, kawasan ini mampu menjaga kestabilan industri properti dengan pertumbuhan yang berjalan positif dari kuartal ke kuartal. Simak penjelasan selengkapnya melalui grafik di bawah ini.

Pada Q1 2021, indeks harga properti di Tangerang tumbuh 9,1% secara tahunan.

Pada Q1 2021, indeks harga properti di Tangerang tumbuh 9,1% secara tahunan.

Performa pasar properti Tangerang yang berlangsung positif tercermin lewat indeks harga yang tumbuh secara konsisten. Pada Q1 2021, indeks harga properti berada di angka 127,9 atau tumbuh 4,6 persen secara kuartalan dibandingkan Q4 2020 (Quarter on Quarter/QoQ).

Sedangkan secara tahunan (Year on Year/YoY), indeks harga properti pada Q1 2021 naik cukup signifikan sebanyak 9,1 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q1 2020. Bagi end user, kenaikan harga ini sebaiknya harus dipantau secara berkala demi menemukan harga terbaik untuk membeli hunian idaman.

Ingin punya rumah sendiri? Temukan aneka cerita yang menginspirasi seputar perjuangan wujudkan mimpi punya rumah sendiri hanya di Cerita Rumah.

Indeks suplai properti di Tangerang naik signifikan dari Q1 2020 ke Q1 2021.

Indeks suplai properti di Tangerang naik signifikan dari Q1 2020 ke Q1 2021.

Dari sisi suplai, indeks pasokan properti di Tangerang naik cukup tinggi dalam tiga kuartal terakhir. Urutannya adalah 135 di Q3 2020; 157,6 di Q4 2020; dan 172,7 di Q1 2021. Maka dari itu, indeks suplai secara kuartalan tumbuh sebanyak 9,6 persen di Q1 2021.

Sementara secara tahunan, indeks suplai properti pada Q1 2021 naik tajam sebesar 47,2 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya atau Q1 2020. Pertumbuhan pasokan ini ditengarai sebagai respon atas meningkatnya daya beli masyarakat terhadap property purchase.

Lagi cari rumah untuk dihuni atau untuk investasi? Simak 100 Rumah Dijual Terpopuler di Indonesia

Tangerang sendiri tetap memesona lantaran kegiatan infrastruktur yang masih aktif. Sebut saja salah satunya pengembangan jaringan jalan untuk menghubungkan Kota Tangerang dengan DKI Jakarta dan Tangerang Selatan.

Saat ini pengembangan jaringan jalan tersebut masih dalam proses pelaksanaan. Jalan yang dikembangkan ialah Jalan KH Hasyim Ashari-Jalan HOS Cokroaminoto, yang merupakan perbatasan Kota Tangerang dan DKI Jakarta.

Harga Rumah Incaran di Area Favorit di Tangerang 

Properti dengan harga kisaran Rp300 juta sampai Rp750 juta menjadi preferensi utama masyarakat.

Properti dengan harga kisaran Rp300 juta sampai Rp750 juta menjadi preferensi utama masyarakat.

Tergantung seberapa besar dana dan kemampuan yang dimiliki, akan menjadi patokan saat seseorang membeli rumah. Oleh karenanya, Rumah.com mencatat adanya tren pencarian harga properti untuk area favorit di Tangerang.

42 persen masyarakat mengincar properti dengan rentang harga Rp300 juta sampai Rp750 juta. Sementara ada 15 persen yang memilih properti dengan harga kisaran Rp750 juta sampai Rp1 miliar. Menariknya, hanya ada 12 persen masyarakat yang menempatkan properti harga kurang dari Rp300 juta di urutan ketiga. Lepas dari preferensi harga, bagaimana dengan area favorit di Tangerang incaran property seeker?

Cipondoh menjadi area fovorit di Tangerang yang paling diminati masyarakat dengan 27%.

Cipondoh menjadi area fovorit di Tangerang yang paling diminati masyarakat dengan 27%.

Rumah.com mencatat ada lima area favorit di Tangerang yang paling diminati masyarakat. Secara berurut adalah Cipondoh 27 persen, Karawaci 23 persen, Ciledug 21 persen, Tangerang 10 persen, dan Batuceper 4 persen. Lantas bagaimana potensi masing-masing kawasan di atas?

1. Area Favorit di Tangerang: Cipondoh

Kecamatan Cipondoh yang masuk wilayah Kota Tangerang mengalami kenaikan indeks harga secara tahunan sebanyak 14% pada Q4 2020. Di area ini, ada banyak pilihan perumahan yang bisa dipertimbangkan diantaranya Infinihauz Banjar Wijaya dan Metland Puri Indah.

2. Area Favorit di Tangerang: Karawaci

Karawaci adalah sebuah kawasan setingkat kecamatan di Kota Tangerang, yang masuk Provinsi Banten. Sebagai salah satu area penyangga, Karawaci saat ini menjadi kawasan hunian yang banyak dilirik oleh milenial. Para pekerja di kota besar yang kemudian mulai berinvestasi properti menjadikan area kawasan ini incaran yang menarik. Di dalam kawasannya juga terdapat perumahan ternama seperti Lippo Village dan Paramount Petals.

Mau punya hunian sekaligus investasi dengan harga di bawah Rp 500 jutaan di kawasan Karawaci? Cek aneka pilihan huniannya di sini!

3. Area Favorit di Tangerang: Ciledug

Menempati urutan keempat dari area favorit di Tangerang dengan 21 persen, Ciledug yang masuk kawasan Kota Tangerang masih jadi buruan investor dan end user. Di sini, masyarakat masih bisa menemukan rumah dengan harga Rp600 jutaan di Rumah Asri Larangan.

Sedangkan untuk rumah dengan harga yang lebih premium kisaran Rp765 jutaan, pilihannya adalah Green Tajur Townhouse. Ciledug tentunya patut dipertimbangkan juga oleh kaum milenial yang ingin punya hunian dekat dengan Jakarta namun dengan harga yang masih terjangkau.

4. Area Favorit di Tangerang: Kecamatan Tangerang

Tangerang menawarkan peluang terbaik bagi konsumen, khususnya yang masuk kategori first time buyer. Benar saja, indeks harga properti di Kecamatan Tangerang tercatat naik 8,1% secara year-on-year (YoY) pada Q4 2020.

Bagi yang menginginkan tinggal di hunian praktis di Tangerang, maka rekomendasinya adalah Apartemen Skandinavia yang dibanderol Rp1,65 miliar untuk tipe 2BR dan Apartemen Ayodhya yang dipasarkan Rp360 juta untuk tipe Studio.

5. Area Favorit di Tangerang: Batuceper

Sementara Batuceper yang menempati urutan kelima dari area pencarian favorit di Tangerang juga layak diperhitungkan. Lokasi Batuceper sendiri cukup strategis, hanya 10km dari Bandara Soekarno-Hatta. Itu sebabnya, harga rumah di sini relatif lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya di Tangerang.

Misalnya Griya Be Hasanah yang ditawarkan Rp740 juta untuk rumah seluas 60m2 dengan dua kamar tidur. Sedangkan untuk apartemen, kisaran harganya mulai dari Rp380 juta untuk unit tipe Studio seperti yang ada di Aspena Residence.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah