Banjir bisa jadi peluang investasi bagi investor yang jeli. Demikian menurut Presiden Ikatan Analis Properti Indonesia (IKAPRI) Benyamin Ginting.

Kawasan yang semula rawan banjir tetapi kemudian infrastrukturnya diperbaiki, nilainya akan naik kembali. “Sebagai contoh, kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Semula harga properti di kawasan itu stagnan, tetapi setelah ada BKT yang membuat kawasan tersebut bebas banjir, harga properti mulai naik kembali," tutur Benyamin.

Contoh lain yang diberikan Benyamin adalah daerah Kelapa Gading dulu merupakan langganan banjir, membuat harga properti di kawasan Jakarta Utara tersebut tidak kunjung naik. Ada sebagian investor yang menjadikan momentum tersebut sebagai waktu yang tepat untuk membeli. Apalagi, sebagian penghuni Kelapa Gading yang telah jenuh dengan banjir rela menjual rumah dengan harga miring.

(Lihat: Rumah Dijual di Kelapa Gading)

“Investor yang jeli masih melihat peluang bahwa Kelapa Gading memiliki nilai bisnis yang tinggi, sehingga pasti infrastrukturnya akan dibenahi. Mereka ini sekarang telah menikmati capital gain dari properti yang dibelinya,” tegas Benyamin. "Sekarang sudah memiliki infrastruktur drainase, sehingga banjir berkurang, dan harga properti naik signifikan," tambahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi Jakarta akan dilanda banjir di bulan Januari 2012. Memang Jakarta adalah salah satu kawasan rawan banjir, terutama saat siklus banjir lima tahunan. Problem banjir, bukan saja memengaruhi sektor bisnis, termasuk properti.

(Baca: Tips Mempersiapkan Rumah Hadapi Hujan)

“Banjir tentu memengaruhi bisnis properti, selain properti rusak terendam, banjir juga terkait pencitraan suatu kawasan,” kata Benyamin Ginting, yang mengatakan nilai properti di kawasan langganan banjir akan sulit bertumbuh. Jika tidak ada upaya dari pemerintah untuk mengentaskan banjir di kawasan tersebut, tambahnya, maka nilai properti tak akan tumbuh, bahkan cenderung menurun.

KIRIM KOMENTAR