Bisnis properti di Tanah Air belakangan memang terlihat sedang menuju booming.
Penjualan pun tiap tahun semakin meningkat. Namun ternyata dari sisi
jumlah, mayoritas transaksi properti di 2011 ternyata masih terjadi di
Jakarta.

“Menurut data kami, sebanyak 70% transaksi penjualan
properti di Tanah Air tahun ini terjadi di Jakarta,” ungkap F. Rach
Suherman, General Manager Century 21 Indonesia. “Sementara itu, 46% transaksi penjualan terjadi di sektor perumahan (landed house).”

Untuk
promosi penjualan properti, imbuhnya, promosi dalam bentuk spanduk dan
papan reklame masih banyak diminati, yakni sekitar 65%, diikuti promosi
lewat media online, seperti jejaring sosial dan website properti.
“Persentase promosi lewat papan reklame dan spanduk terbilang stabil
dari tahun ke tahun, sementara pertumbuhan promosi lewat media online terus tumbuh secara signifikan menggerus pasar promosi lewat iklan koran, surat penawaran, dan open house,” papar Suherman.

Dia
menambahkan, konsumen belakangan banyak memilih website properti
sebagai ajang promosi karena mereka berasumsi broker-broker yang menjual
properti lewat website tersebut  adalah broker yang mapan dan
terpercaya. Hal ini ada benarnya, kata Suherman, mengingat budaya
mempromosikan properti lewat website umumnya dilakukan oleh “broker
kantoran”.

Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR