Sejak diluncurkan akhir 2008 lalu, superblok Kuningan City kini memasuki fase akhir pengerjaan. Proyek pertama yang berhasil dirampungkan adalah Kuningan City Mall, yang diresmikan kamis (15/12).
 
Menurut Zaldy Wihardja, pengerjaan mal memang dilakukan secepat mungkin—kendati terlambat enam bulan dari rencana—sehingga sesuai dengan target serah terima office dan apartemen. “Dengan demikian, kawasan superblok ini dapat cepat hidup,” katanya, berharap.
 
Apartemen Denpasar Residence yang memiliki 960 unit sudah sold out sejak Agustus 2011, kata GM Marketing Kuningan City ini. Serah terima tower Kintamani mulai dilakukan pada Desember 2011, sementara tower Ubud diserahterimakan mulai April 2012. “Serah terima dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.
 
Sebagai lahan investasi, apartemen Kuningan City juga terbilang prospektif, imbuh Zaldy.  Harga apartemen saat launcing ‘hanya’ Rp18 juta per meter persegi, sekarang sudah menyentuh angka Rp24 juta – Rp26 juta per meter persegi. Di lain pihak, gedung perkantoran AXA Tower akan dibuka pada Februari 2012. Saat ini ruang office telah tersewa/terjual sekitar 90%.
 
Menanggapi progres positif Kuningan City, Zaldy mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan. Pertama, segmentasi pasar yang tepat. Kami mem-branding proyek dengan kesan luxury tetapi menyasar segmen di bawahnya, sehingga segmentasi pasar menjadi besar,” tuturnya.
 
Kedua, di saat krisis finansial beberapa tahun lalu pun development proyek tetap berjalan, meski sempat tersendat. “Hal tersebut membuat kami mendapat kepercayaan dari konsumen,” jelas Zaldy. “Dengan pembangunan yang terus berjalan, maka penjualan juga terus naik.”

KIRIM KOMENTAR