Eksotis dan ramah lingkungan. Itulah hal yang didapat dengan menggunakan bambu sebagai bahan untuk lantai di rumah.

Tekstur bambu yang khas membuat lantai menjadi unik. Pilihan warna pun beragam untuk disesuaikan dengan warna interior lain. "Lantai dari bambu itu masih fresh," kata David dari bagian pemasaran PT Grha Inti Makmur yang memproduksi Gbamboo.

Selain itu, seperti dijelaskan David, pemasangan lantai bambu ini sama dengan pemasangan lantai dari bahan yang sudah biasa digunakan, seperti kayu. "Biayanya pun relatif terjangkau dan tidak perlu ada perawatan khusus," tambah David.

Bambu dapat bertahan dalam waktu empat hingga enam tahun. Bambu lebih tahan lembap karena pori-porinya rapat. "Rayap juga kurang menyukai bambu," jelas David. Selain itu, menurut hasil uji Janka Hardness Test, lantai bambu lebih keras dibandingkan kebanyakan kayu. Tingkat kekerasannya bisa bertahan dari tekanan hingga 2 ton.

Pemeliharaanya tidak jauh berbeda dengan lantai pada umumnya. Hanya saja, lantai dari bambu sebaiknya disapu menggunakan sapu berbahan nilon karena sapu biasa terlalu kasar. Berikut ini adalah tips dari PT Grha Inti Makmur kalau Anda menggunakan lantai bambu:

 

  1. jangan gunakan sepatu hak di atas lantai bambu,
  2. jangan sampai kucing atau hewan peliharaan lain menggaruk-garuk lantai,
  3. hindari cairan pembersih yang dapat mengakibatkan lantai rusak atau licin,
  4. ketika memindahkan furnitur berat, jangan diseret, tapi diangkat, dan
  5. jangan gunakan sikat keras untuk membersihkan.

 

Penggunaan bambu juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan kayu. Bambu punya kemampuan tumbuh yang cepat–sebuah jenis bisa tumbuh 60 sentimeter dalam satu hari. Bandingkan dengan kayu yang butuh waktu untuk tumbuh jauh lebih lama.

KIRIM KOMENTAR