RumahCom – Dalam bisnis properti, seringkali istilah real estate disamaartikan dengan real property. Padahal, kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda.

Dalam bukunya yang bertajuk “Cara Kaya Melalui Properti”, Panangian Simanungkalit memaparkan, real estate—yang telah diindonesiakan menjadi real estat—didefinisikan sebagai “land and all improvement made both on and to land” atau tanah dengan segala perbaikan dan perkembangannya. Perbaikan yang dimaksudkan adalah semua buatan manusia yang dilekatkan pada tanah. Sehingga, real estat bisa diartikan sebagai tanah dan semua benda yang menyatu di atasnya (berupa bangunan) serta yang menyatu terhadapnya (halaman, pagar, jalan, saluran, dan lain-lain yang berada di luar bangunan).

Di sisi lain, real property didefinisikan sebagai “the interest, benefits, and rights inherent in the ownership of real estate”. Dengan kata lain, real property adalah kepentingan dan hak-hak yang menyangkut kepemilikan tanah, bangunan, dan perbaikan yang menyatu terhadapnya.

Jadi, real property adalah istilah yang menyangkut hubungan hukum antara obyek (real estat) dengan subyek. Sedangkan istilah real estate hanya menyangkut obyek itu sendiri (tanah dan bangunan).

Hal serupa juga terlihat dari perbedaan istilah apartemen dan kondominium. Istilah “apartemen” menunjukkan fisik bangunan yang terbagi, sementara “kondominium” menunjukkan kepemilikan yang terbagi-bagi.

Selain kedua istilah tadi, ada pula istilah-istilah properti lain yang sering muncul, seperti real, realty, realtist dan realtor. Real dan realty dapat diartikan sebagai barang yang nyata, atau dalam konteks properti diartikan sebagai tanah. Sementara itu, realtor dan realtist adalah orang-orang yang melakukan kegiatan atau usaha yang berhubungan dengan tanah dan bangunan dalam arti luas.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

KIRIM KOMENTAR