RumahCom – Untuk membantu program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Kemenpera berharap bisa mendapat bantuan dana dari program sosial seperti corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta dan BUMN.

Menpera, Djan Faridz mengungkapkan, dana program sosial sebaiknya diarahkan untuk membantu perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) yang ada di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, masyarakat sekitar dapat merasakan langsung manfaat keberadaan perusahaan yang bersangkutan, katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta perusahaan di daerah sangatlah penting untuk mensukseskan program bedah rumah,” kata Djan. Dia mencontohkan, perusahaan tambang Newmont telah berpartisipasi aktif dalam program bedah rumah di daerah Sumbawa Barat. Ke depan, imbuhnya, Kemenpera akan bekerjasama dengan Newmont serta pemerintah daerah setempat agar program tersebut dapat disinkronkan dengan program pemerintah pusat.

Adanya CSR perusahaan dalam program bedah rumah tersebut, kata Djan faridz, nantinya juga dapat meminimalkan munculnya kawasan kumuh di daerah-daerah. Jika hal itu terwujud, tentunya kawasan bebas kumuh di daerah akan terwujud dengan partisipasi aktif perusahaan dan keterlibatan masyarakat luas dan pemerintah daerah setempat.

Menpera mengatakan, Presiden sangat mendukung terwujudnya program kawasan bebas kumuh, bahkan bersedia meninjau daerah-daerah tersebut. “Presiden mendukung program kawasan bebas kumuh di daerah. Tentunya hal ini akan merangsang pemerintah daerah untuk melibatkan partisipasi aktif dari perusahaan dan masyarakat,” tukasnya.

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

KIRIM KOMENTAR