RumahCom – Bertempat di Marketing Gallery Ciputra World Jakarta, Rabu (29/2), PT Ciputra Property, Tbk (CTRP) memberikan keterangan pers mengenai kinerja keuangan perusahaan tersebut di tahun 2011 dan outlook di tahun 2012. Di 2011 lalu, CTRP mengalami perkembangan pesat dalam pembangunan proyek Ciputra World Jakarta 1, dimana tahap konstruksi office tower telah mencapai lantai ke-38, Raffles Tower (lantai 26), apartemen My Home dan Ascott (lantai 32-39), sementara pembangunan mal memasuki lantai ke-13.

Kepada wartawan, Direktur PT Ciputra Property, Tbk., Artadinata Djangkar menjelaskan, di 2011 lalu perusahaan berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp500 miliar dengan pendapatan bersih (sebelum audit) mencapai  Rp440 miliar, sementara laba bersih sebesar Rp158 miliar. Secara umum, imbuh Artadinata, bisnis properti Indonesia mengalami pertumbuhan di 2011, dimana harga properti naik secara signifikan, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Menurut Artadinata, hal ini disebabkan kepercayaan yang tinggi dari konsumen terhadap kondisi politik dan ekonomi serta tingkat suku bunga yang rendah. “Kami memprediksi, tahun 2012 ini masih prospektif bagi bisnis properti Tanah Air,” tegasnya.

Menyikapi kondisi positif tersebut, tahun 2012 ini CTRP menaikkan target penjualan tiga kali lipat, menjadi Rp1,5 triliun—yang diperoleh dari proyek Ciputra World Jakarta 1 dan 2 serta Dipo Business Center. “Kami menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp902 miliar dengan laba bersih sebesar Rp223 miliar,” tutur Artadinata.

Pada Januari lalu, imbuh Artadinata, penjualan mencapai Rp227 miliar, atau sudah mencapai 15% dari target tahun 2012. Hal ini merupakan kontribusi dari Ciputra World Jakarta 2 yang baru diluncurkan Desember silam.

Di 2012, CTRP juga menganggarkan capital expenditure (capex) sebesar Rp1,813 triliun. Sebanyak Rp1,385 triliun digunakan untuk melanjutkan pembangunan Ciputra World Jakarta 1, sementara Rp215 miliar untuk membangun Ciputra World Jakarta 2.

Menurut Artadinata, selain menggunakan dana perusahaan, capex juga menggunakan pinjaman dari Bank Mandiri dan angsuran yang sudah masuk dari konsumen. “Saat ini posisi utang kami pada Bank Mandiri sebesar Rp250 miliar, dari plafon pinjaman sebesar Rp1,8 triliun,” jelasnya.   

Anto Erawan
(antoerawan@rumah.com)

KIRIM KOMENTAR