RumahCom – Investasi properti di mancanegara belakangan menjadi pilihan bagi investor berkantong tebal. Apalagi saat ini sektor properti Tanah Air cenderung melambat akibat melemahnya makro ekonomi nasional dan kenaikan harga barang yang disebabkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

Lantas, apakah aman berinvestasi di luar negeri? Hal ini tentu bergantung pada kepiawaian sang investor.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi di mancanegara, Tony Eddy punya kiat-kiatnya. Chairman dan CEO Tony Eddy & Associates (TEA) yang juga Presiden Keller Williams Indonesia ini mengatakan, ada enam tips penting yang harus Anda perhatikan jika berminat melakukan investasi properti di luar negeri:

1. Belilah properti di negara atau di lokasi yang Anda kenal atau setidaknya Anda pernah ke sana. Jika Anda belum pernah ke sana, pastikan pembayaran Anda 100% refundable.

2. Pastikan Anda hanya membayar lewat agen properti atau perwakilan resmi developer yang bisa dipercaya. Mintalah surat bukti penunjukan agen dan bukti kepemilikan developer atas tanah atau properti yang dijual.

3. Soal hasil investasi atau garansi return on investment (RoI) biasanya hanya iming-iming (gimmick). Anda harus tahu berapa RoI yang wajar di negara tersebut, karena setiap negara pasti menerapkan suku bunga KPR (mortgage) yang berbeda. Jika hasil RoI-nya sangat baik, patut dipertanyakan, mengapa properti di sana dijual ke luar negeri?

4. Pastikan siapa yang akan membantu menyewakan properti Anda di sana dan seberapa mudah untuk menjual kembali. Cari tahu juga berapa fee-nya.

5. Periksa siapa saja yang sudah membeli properti tersebut dan langsung hubungi mereka. Jangan hanya percaya daftar nama pembeli yang kadang hanya dibuat-buat developer.

6. Sebisa mungkin bayar lewat transfer ke rekening perusahaan mereka, bukan cash ke agen, untuk lebih pasti.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com

Foto: Anto Erawan

 

KIRIM KOMENTAR