RumahCom – Setelah berhasil unggul dengan selisih empat suara dari Teguh Kinarto, Eddy Hussy mulai saat ini menjalankan jabatan barunya sebagai Ketua Umum asosiasi Real Estate Indonesia (REI) periode 2013-2016. Ada tiga hal yang menjadi fokus dalam menjalankan programnya di masa 100 hari pertama.
Program pertama adalah menyelesaikan permasalahan pembiayaan perumahan. maksud Eddy, pihaknya ingin segera bertemu dengan pihak Bank Indonesia, untuk membicarakan kebijakan Loan to Value (LTV) yang dinilai telah mengganggu dunia properti tanah air.
“Dunia properti kita sekarang sedang agak lesu dengan adanya kebijakan-kebijakan BI. Ini merupakan program utama untuk bersama pemerintah bisa mendapatkan kiat atau solusi lain terhadap pembiayaan yang cukup mengganggu dunia properti kita,” kata Eddy kepada wartawan, Rabu (27/11).
Eddy menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pembicaraan bersama Badan Pertanahan Negara (BPN) untuk mengurus persolan sertifikat rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Kami juga akan perjuangkan agar sertifikat rumah MBR dipercepat atau dibebaskan,” imbuh Eddy.
Fokus ketiga menurut Eddy adalah menyinergikan hubungan komunikasi antarnaggota dan antara anggota dengan pihak pemerintah. “Terkadang (pemerintah) daerah tidak tahu pekerjaan pengembang itu apa saja. Kami ingin agar masing-masing pihak jelas dengan pekerjaan masing-masing. jadi tidak ada lagi kasus pengembang dipaksa ini itu yang tidak sesuai dengan kewenangannya,” tutur Eddy.
Im Suryani
imsuryani@rumah.com
KIRIM KOMENTAR