RumahCom – Salah satu keistimewaan investasi properti dibanding investasi lain adalah daya pengungkit yang tinggi  (high leverage investment). Artinya, jika Anda memiliki uang Rp100 juta untuk berinvestasi dalam bentuk saham, emas, dolar, atau investasi finansial lainnya, Anda hanya akan memiliki investasi sebesar nilai yang ditanamkan.

Namun jika Anda berinvestasi di sektor properti, dengan uang Rp100 juta sebagai uang muka (DP), maka Anda bisa memiliki investasi properti sebesar Rp500 juta atau lima kali lipat, karena sisanya sebesar Rp400 juta dibayar dengan menggunakan pembiayaan dari bank (KPR atau KPA).

Bila diasumsikan nilai investasi Anda dalam bentuk saham dan investasi finansial lainnya naik 10% per tahun, maka nilai investasi Anda menjadi Rp110 juta. Atau keuntungan yang Anda peroleh hanya Rp10 juta (Rp110 juta dikurang Rp100 juta) atau 10% dari investasi Anda.

Sementara jika nilai investasi Anda di sektor properti naik 10%, maka nilai investasi tersebut menjadi Rp550 juta. Artinya, keuntungan Anda Rp50 juta (Rp550 juta dikurang Rp500 juta). Jadi, keuntungan investasi Anda sesungguhnya bukan 10%, tetapi 50% dari nilai investasi Anda yang “cuma” Rp100 juta. Inilah yang disebut daya pengungkit investasi yang tinggi.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR