RumahCom – Schindler meluncurkan produk smart elevator terbaru, yaitu Schindler 5500. Produk yang didesain di Swiss ini mampu mengangkut penumpang ke lebih dari 50 lantai hanya dalam 50 detik.

Sebastianus Obbie Kristianto, Director of New Installation PT Berca Schindler Lifts menjelaskan, Schindler 5500 memiliki teknologi Suspension Traction Media (STM) yang memungkinkan mesin penggerak dapat lebih kecil dan hemat energi, serta ruang bangunan yang lebih kecil.

Schindler 5500 juga menggunakan teknologi DRIVE Power Factor One (PF1), yang memungkinkan untuk mengembalikan daya yang dihasilkan oleh lift ke jaringan listrik gedung, sehingga mengurangi konsumsi listrik hingga 30%.

“Produk ini telah mencapai peringkat energi kelas A, yang merupakan peringkat tertinggi dalam VDI 4707, sebuah panduan klasifikasi efisiensi energi lift,” tambah  Sebastianus saat peluncuran Schindler 5500, Rabu (4/9).

Schindler 5500 dapat meningkatkan efisiensi penggunaan ruang luncur lift (shaft) dengan rasio lebih dari 60%, hal ini berkat teknologi STM yang memudahkan compact drive agar langsung dapat dipasangkan dalam ruang luncur lift.

Schindler 5500 memiliki dua  pilihan yakni mini-machine-room (MMR) dan machine-room-less (MRL) dengan opsi penempatan panel control di lantai berbeda.

“Dimensi lift yang fleksibel memungkinkan produk lift ini cocok digunakan di apartemen perkantoran, hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga perumahan,” kata Sebastianus.

Didukung dengan teknologi revolusioner Schindler, PORT, Schindler 5500 menawarkan sistem manajemen transit canggih yang menciptakan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna.

Soal harga, Sebastianus memberi ilustrasi: sebuah gedung 30 lantai dengan enam unit lift memerlukan investasi sekitar USD700.000 – USD800.000. Sementara untuk aplikasi di rumah berlantai dua atau tiga, investasinya berkisar Rp300 juta – Rp400 juta.

Sementara itu, Hendrikus Hendra Gozali, President Director PT Berca Schindler Lifts mengungkapkan, produk Schindler telah dan akan digunakan di beberapa gedung di Indonesia, seperti Rasuna Tower, Menara Prima 2, Ciputra World Jakarta, La Maison Barito, International Financial Center 2, serta Pop Harris Surabaya.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com

Foto: Anto Erawan

 

KIRIM KOMENTAR