RumahCom – Fasilitas KPR (kredit pemilikan rumah) masih menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti. Demikian hasil Survei Harga Properti Residensial selama kuartal II-2014 yang dirilis Bank Indonesia.

Survei tersebut mengindikasikan sebagian besar konsumen (73,69%) masih memilih KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial terutama pada rumah tipe kecil. Sebanyak 12,17% konsumen membeli rumah dengan tunai keras dan 14,13% konsumen membeli dengan cara tunai bertahap.

Sementara itu, tingkat suku bunga KPR yang diberikan oleh perbankan, khususnya kelompok bank BUMN, berkisar antara 9% – 12%.

Peningkatan pertumbuhan penjualan properti residensial tercermin dari naiknya angka pertumbuhan penyaluran kredit perbankan kepada sektor properti. Pada kuartal II-2014, total penyaluran KPR tercatat Rp301,53 triliun atau tumbuh sebesar 5,93% (qtq), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 1,14%.

Dari total KPR yang dikucurkan oleh bank selama kuartal II lalu, sebanyak 4,36% memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah dan selebihnya (95,64%) melalui KPR komersial (non FLPP).

Pencairan FLPP sampai dengan Kuartal II-2014 tercatat sebesar 22,41% dari total dana yang ditargetkan selama 2014 dan sisa dana yang belum terserap di 2013 yaitu sebesar Rp4,50 triliun. Dengan demikian, terdapat 77,59% dana yang belum dimanfaatkan oleh MBR. Dana tersebut dinilai cukup untuk membiayai 90 ribu unit rumah.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR