Istana Presiden Turki Menuai Kritik

Im SuryaniNovember 7, 2014

RumahCom – Istana Kepresidenan Turki, Ak Saray (istana putih) yang dibangun di kawasan lahan hutan lindung Ataturk menuai kritik tiada henti. Selain lokasi pembangunan, publik juga menyoroti ongkos pembangunan istana tersebut yang mencapai nilai USD600 juta (sekitar Rp7,2 triliun), dimana semuanya diambil dari pajak rakyat.

Recep Tayyip Erdogan, presiden sebuah negara di perbatasan Benua Asia dan Eropa itu kali ini kembali membuat kehebohan dengan istana yang dibuatnya untuk dirinya sendiri. Istana yang konon memiliki 1.000 ruangan tersebut berdiri di atas lahan seluas 1,6 juta kaki persegi di kawasan hutan lindung Ataturk, Turki.

Times memberitakan, ukuran istana tersebut memang tidak main-main. Disebutkan, ukurannya 30 kali lebih besar dibandingkan Gedung Putih. Sementara itu, Bloomberg pun menulis, bahwa ukuran istana dengan luas bangunan 289.000 meter persegi itu merupakan istana kepresidenan terbesar di dunia.

Istana yang diresmikan pada minggu lalu itu, di atas kertas merupakan bangunan yang ditujukan bagi perdana menteri. Akan tetapi, setelah 11 tahun sebelumnya Erdogan menduduki jabatan tersebut dan akhirnya menjadi presiden saat ini, maka otomatis istana tersebut akan menjadi kediaman resmi miliknya. Demikian tulis Bloomberg.

Selain istana, Erdogan juga melengkapi akomodasi kepresidenannya dengan sebuah air bus yang sesuai dengan spesifikasinya sendiri. Lagi-lagi, ongkos perakitannya yang memakan biaya mencapai USD185 juta, diambil dari uang negara.

Im Suryani
Penulis adalah reporter Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: imsuryani@rumah.com atau melalui Twitter: @ngingims

Foto: wikipedia

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Turki Miliki Rel Bawah Laut Pertama di Dunia

RumahCom – Untuk pertama kalinya Benua Biru dan Benua Kuning dapat ditempuh melalui jalur bawah laut dengan perkiraan waktu hanya empat menit. Adalah Perdana Menteri fenomenal Turki, Recep Tayip

Lanjutkan membacaOktober 30, 2013

Turki, Destinasi Baru Investor Properti Eropa

RumahCom – Sejak dibukanya keran kepemilikan asing di Turki, negara-negara di Eropa langsung berduyun-duyun memborong properti Turki dalam satu tahun terakhir. Rusia merupakan negara dengan juml

Lanjutkan membacaDesember 20, 2013

Gelontorkan USD2,6 Miliar, Turki Bangun Pusat Keuangan Internasional

RumahCom - Negara yang berada di dua benua, Turki, berambisi menjadi 10 besar pemain ekonomi dunia dalam satu dekade mendatang. Salah satu upayanya adalah dengan membangun gedung pusat perekonomian Is

Lanjutkan membacaMaret 18, 2013

Pasar Properti Turki Semakin Bersinar

RumahCom – Tingginya angka wisatawan asing yang berkunjung ke Turki mendorong laju pasar properti di kawasan bekas Kesultanan Ustmaniyah atau Ottoman ini. Lancarnya arus transportasi udara juga memb

Lanjutkan membacaAgustus 11, 2014

Masukan