RumahCom – Perusahaan properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berencana mengembangkan proyek kota mandiri di Bogor, salah satu kota hinterland Jakarta. Perusahaan menyatakan sudah mendapatkan izin prinsip dari pemerintah daerah untuk membangun kota mandiri di atas lahan seluas 400 hektar.

Michael Yong, Sekretaris Perusahaan Summarecon mengatakan, hingga saat ini, lahan yang sudah dikuasai perusahaan mencapai 300 hektar. “Paling tidak kami butuh waktu satu tahun lebih untuk melengkapi hingga 400 hektar,” kata Michael melalui sambungan telepon kepada Rumah.com, Senin (28/4).

Saat ini, Michael mengaku perusahaan masih mematangkan rencana masterplan pengembangan lahan tersebut. Tetapi intinya, garis besar pengembangan akan disamakan seperti konsep pengembangan lahan di Serpong.

“Terintegrasi. Biasanya kalau awal yang dijual klaster perumahan dulu, kawasan pusat bisnis, pusat perbelanjaan, baru setelah itu apartemen. Bisa menghabiskan 10 tahun kira-kira lahan seluas itu,” imbuh dia.

Menurut Michael, melihat lokasinya yang berada di lahan yang datar, dan bukan perbukitan, perusahaan diberi izin oleh pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan 50% sampai 60% dari total luas lahan yang dimiliki.

Akses Keluar Tol Baru
Lokasi proyek Summarecon itu berada di pinggir jalan tol Jagorawi, sehingga perusahaan perlu merogoh kocek tambahan untuk pengembangan jalan tol. Untuk lahan, setidaknya lima hektar telah disiapkan Summarecon untuk pembangunan akses pintu keluar tol baru tersebut.

“Skemanya CSR kita saja, seperti jalan layang di Bekasi. Ini kan ibarat sedekah, masa kita bilang-bilang keluar berapa,” pungkasnya.

Im Suryani
Penulis adalah reporter Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: imsuryani@rumah.com atau melalui Twitter: @ngingims

KIRIM KOMENTAR