RumahCom – Penggunaan kaca film di industri properti belakangan kian marak. Pangsa pasarnya pun tak terbatas pada gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan, tetapi mulai masuk ke sektor hunian tapak.

Herrys Winata, Marketing Manager LLumar Indonesia menjelaskan, sampai saat ini memang penggunaan kaca film masih didominasi sektor otomotif. “Pangsa pasarnya masih 85%, sementara sisanya untuk aplikasi di gedung, mal, dan rumah tinggal,” ungkap Herrys saat ditemui di gelaran Indobuildtech 2014, pekan lalu.

Kendati demikian, Herrys melihat pertumbuhan aplikasi kaca film di sektor properti makin meningkat setiap tahunnya. Hingga semester pertama lalu, pangsa pasar kaca film LLumar di sektor properti tumbuh 10% – 15% dibanding tahun 2013 lalu.  “Hingga akhir tahun, kami menargetkan pertumbuhan hingga 25%,” imbuhnya.

Melihat potensi tersebut, tahun ini LLumar Indonesia mulai serius menggarap pangsa pasar properti dengan membuat divisi khusus untuk menggarap segmen ini. Menurut Herrys, kesadaran masyarakat akan faktor keamanan dan membangun green building menjadi faktor yang menyebabkan permintaan kaca film semakin meningkat.

llumar

Herrys menguraikan, LLumar Indonesia memiliki dua jenis produk kaca film: solar control film dan security film. Solar control film LLumar, Enerlogic, mampu menahan ultra violet sampai 99,9% dan mengurangi panas, sehingga ruangan tetap sejuk tanpa mengurangi intensitas cahaya yang masuk. Dengan demikian ruangan hemat penggunaan listrik untuk AC dan lampu.

Produk security film, di sisi lain, mampu memberi kekuatan bagi kaca, sehingga tak mudah pecah—kalau pun pecah, tak akan langsung berhamburan dan membahayakan manusia. “Produk ini dapat dipakai sebagai pengganti teralis kaca dan aman saat terjadi gempa bumi atau ledakan bom,” jelas Herrys yang mengatakan kaca film produksi LLumar ditawarkan dalam tiga tipe: bening (clear), cermin (mirror), dan gelap (dark).

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR