RumahCom – Sebagai telah diantisipasi sebelumnya, kondisi pasar properti Jakarta saat ini masih dalam masa perlambatan sebagai dampak melambatnya ekonomi dan melemahnya sentimen investor selama tahun politik ini.

“Berdasarkan survei yang dilakukan JLL, kendati terjadi kondisi perlambatan, namun permintaan di semua sektor tetap pada tingkat yang positif,” kata Anton Sitorus, Head of Research JLL dalam siaran pers yang diterima Rumah.com.

Di sektor perkantoran, permintaan di CBD dan luar CBD pada kuartal II-2014 menunjukkan sedikit peningkatan. Di CBD, penyerapan bersih mencapai 21.500 meter persegi, atau naik 33% QoQ, sedangkan di luar CBD penyerapan bersih 20.000 meter persegi, atau hampir sama dengan kuartal pertama.

Dengan pertumbuhan penyerapan bersih, tingkat hunian di CBD tetap di 94%, sedangkan di luar CBD turun dari 93% menjadi 90% lantaran terjadi penambahan suplai dari tiga gedung baru.

“Harga sewa di CBD pada dasarnya tidak berubah, kecuali di gedung Grade B dan C. Sementara itu, harga sewa di luar CBD tumbuh sebesar 4% – 7% dibanding kuartal sebelumnya,” kata Angela Wibawa, Head of Markets JLL.

Sektor yang paling dinamis dalam dua kuartal terakhir adalah kondominium strata title. Survei JLL menunjukkan, pasar tetap kuat meskipun terjadi perlambatan ekonomi dan perhelatan Pemilu. Hal ini terlihat dari beberapa peluncuran proyek baru.

“Hampir 4.000 unit baru diluncurkan antara April hingga Juni. Angka itu hampir sama dengan total penjualan di kuartal kedua. Total penjualan dalam enam bulan terakhir berkisar 7.400 unit. Diharapkan tahun ini bisa menjadi rekor untuk penjualan kondominium strata,” kata Luke Rowe, Head of Residential JLL.

Di sektor ritel, setelah pasar sepi di awal tahun, aktivitas penyewaan mulai membaik di kuartal II. Penyerapan bersih antara April hingga Juni mencapai 14.000 meter persegi, atau naik 290% dibanding kuartal sebelumnya.

“Meningkatnya tingkat penyerapan membantu untuk mempertahankan tingkat hunian mal sekitar 93%,” jelas James Austen, Head of Retail JLL.

Di sisi lain, Todd Lauchlan, Country Head JLL Indonesia mengatakan, sementara pasar masih dibayangi ketidakpastian hasil Pemilu, optimisme semua pemangku kepentingan pada prospek properti tetap positif.

“Kami menangkap beberapa tanda-tanda positif di pemerintahan baru, terutama pada isu-isu di bidang pertanahan dan kepemilikan properti oleh orang asing, birokrasi perizinan, dan keterjangkauan di sektor perumahan. Untuk itu, kementerian (Perumahan Rakyat) harus lebih fokus mengembangkan sektor properti secara profesional, agar pemain lokal untuk dapat bersaing dengan pemain asing, mengingat perdagangan bebas regional dan internasional akan segera disahkan,” pungkas Todd.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR