RumahCom – Berinvestasi properti di mancanegara terkesan sulit, namun jika dicermati, potensi keuntungannya bisa lebih besar dibanding investasi di dalam negeri. Syaratnya jelas: Anda harus memiliki keuangan yang memadai.

Belakangan banyak pengembang mancanegara menjual properti mereka di Tanah Air lewat sejumlah pameran. Dan ternyata, harga properti di beberapa negara—terutama yang terkena dampak krisis finansial global—lebih murah dibanding harga properti di Indonesia.

Michael Ginarto, Country Director Crown Group Indonesia menjelaskan, untuk berinvestasi properti di luar negeri, ada enam hal yang harus diperhatikan:

Lokasi
Lokasi harus dekat dengan dengan pusat perbelanjaan, perkantoran, kesehatan, transportasi umum, akses yang baik, serta tidak berada di lokasi rawan kejahatan.

Developer
Perlu dicermati, siapa pengembang proyek tersebut. Seperti apa track record-nya? Jangan percaya begitu saja dengan pengembang yang belum Anda kenal sepak terjangnya.

Keunikan
Properti yang memiliki keunikan umumnya dapat dijual dengan harga lebih mahal daripada properti sejenis.

Waktu Membeli
Timing merupakan hal yang penting dalam membeli properti. Untuk mendapat capital gain yang tinggi sebaiknya Anda membeli saat properti tersebut diluncurkan (launching). >>Baca: Plus-Minus Membeli Properti saat Launching

Regulasi
Aturan pemerintah negara yang bersangkutan perlu diperhatikan. Pilihlah negara dengan makro ekonomi yang stabil. Paling tidak, jika kondisi ekonomi saat ini buruk, ke depan akan membaik. Perlu diperhatikan, negara-negara berkembang lebih besar kenaikan harganya dibanding negara maju.

Pendanaan
Tengok pula suku bunga KPR yang berlaku di negara tersebut. Apakah ada kemudahan atau untuk mengaksesnya? Menurut Michael, selain Australia, Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak memberi kemudahan kepada investor properti mancanegara.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR