Oleh: Mauro Rahardjo & Lelyana Rahardjo

RumahCom – Ada beberapa kesalahpahaman antara desainer dengan ahli feng shui. Dalam berbagai teori, feng shui hampir selalu menganjurkan bentuk-bentuk sederhana; dan ini ditanggapi oleh para desainer sebagai suatu permintaan yang tidak mendukung atau lebih tepat dikatakan menghambat kreativitas para interior desainer.

Sebenarnya tidak perlu terjadi hal seperti itu. Pasalnya kedua disiplin ilmu ini sama-sama berupaya menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pemakai bangunan. Bagi desainer, kreativitas bentuk tidak ada batasnya; perabotan yang diciptakan memiliki keunikan, karena wujud, bentuk dan bahan yang digunakan berbeda dari desain lainnya yang biasa pernah dilihat oleh orang kebanyakan.

 

kursi gargoyle

Gargoyle yang diletakkan pada pundak kursi menampilkan suatu ‘makhluk’ yang mengintai pada orang yang duduk pada kursi tersebut. Hal ini akan menimbulkan perasan ‘kengerian’ bagi yang melihat dan atau yang memakai kursi tersebut.

 

kursi kobra

Kursi berbentuk ular kobra tampak sangat kreatif di mata desainernya; tetapi bagi beberapa orang yang melihatnya memberikan rasa takut sehingga seolah-olah ia berada di tengah perut ular.

 

kursi peti mati

Desain sofa menggunakan bahan dari fabric berwarna emas yang tampak “dingin” dan kurang ramah, serta tidak bersahabat dan sekilas terlihat seperti separuh bentuk peti mati.

 

kursi kaki kambing

Perabot-perabot sederhana seeperti kursi bulat (stool) yang sebenarnya sangat fungsional, tetapi dengan menggunakan bentuk kaki yang seperti kaki kambing atau domba akan menimbulkan perasaaan kurang nyaman terutama karena pengguna akan cenderung merasakan ‘kekejaman’ manusia dalam memperlakukan binatang.

 

lampu kepala

Lampu pojok yang menggunakan bentuk kepala anak bisa membuat kaget bagi yang melihatnya; terutama ketika pada saat ruang berada dalam gelap kemudian ketika lampu dinyalakan, orang akan melihat kepala putus yang membuat kaget dan bisa membuat jantung ‘copot’ serta membayangkan horor yang berlebihan.

Karya-karya seperti ini tentu saja sangat kreatif dan sangat bagus diperlihatkan sebagai karya seni yang bermutu ‘tinggi’, tetapi para desainer melupakan satu hal, bahwa berbagai macam perasaan dan emosi manusia yang timbul dalam ruangan pada rumah akan mengumpul atau menumpuk menjadi suatu energi negatif.

Di sinilah mengapa suatu bangunan seperti rumah sakit atau taman untuk kuburan tidak dianjurkan berada di depan rumah, karena disitu terjadi “pengumpulan” energi-energi negatif yang keluar dari pemakai/manusia (seperti perasaaan sakit berlebihan, perasaan sedih yang mendalam), dan sebagainya yang menumpuk dan dipancarkan pada rumah di sekelilingnya (terutama yang berada di depannya).

Perasaan ngeri, takut, seram, kaget, marah, cemas, atau terancam adalah bentuk-bentuk energi negatif yang dalam Feng Shui tidak bisa ditolerir; karena feng shui berkenaan dengan manajemen energi yang baik dan bisa membentuk energi positif seperti desain-desain yang memberikan rasa senang, tenang, nyaman, aman, bahagia, puas, terhibur, kagum, takjub, bahagia, bangga, dan sebagainya.

 

kursi plastis

Lantas, seperti apa karya desain modern yang baik menurut feng shui? Ini adalah salah satu contohnya: desain meja yang berbentuk plastis yang mengombak sebagai simbol elemen Air, serta berwarna kuning yang menyimbolkan unsur Tanah, serta dibantu dengan sorot lampu pada dinding yang merupakan simbol Api. Tanaman sebagai simbol Kayu berada di background dinding, serta bentuk bulat dan warna putih sebagai simbol elemen Logam. Keseimbangan dan keharmonisan lima elemen ada pada desain ini.

 

 

KIRIM KOMENTAR