RumahCom – Sepanjang enam bulan pertama 2014, penjualan lahan industri milik perusahaan properti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) tercatat mengalami penurunan sebesar 58% dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu. Secara nilai, angka penjualan masih tertolong berkat naiknya harga lahan sebesar 30%.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang tertera di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada semester I-2014, perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp243 miliar dari 16,7 hektar lahan yang terjual. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, penjualan lahan industri mencapai 61,7 hektar, dan menyumbang Rp573 miliar untuk penjualan terkonsolidasi.

Penurunan volume penjualan lahan industri tersebut diikuti oleh kenaikan harga sebesar 30% pada semester I-2014 lalu. Kenaikan harga itu tercatat dari dari USD94,6 per meter persegi menjadi USD122,8 per meter persegi. Penurunan penjualan lahan industri pada semester I-2014 lalu rupanya berdampak laba bersih yang diraih perusahaan secara keseluruhan. Pada tahun lalu, perusahaan membukukan laba bersih mencapai Rp249 miliar. Sementara pada enam bulan pertama tahun ini, laba bersih yang dicatat hanya sebesar Rp189 miliar. Maka terjadi penurunan sebesar 50%.

Selain penurunan laba bersih yang drastis, perusahaan juga mencatat penurunan pendapatan sebesar 7%, dari Rp2,349 triliun pada semester I-2014 menjadi Rp2,181 triliun pada semester I tahun ini. Pendapatan perusahaan masih tertolong akibat sumbangan sektor konstruksi dan bisnis hospitality yang mencatat kenaikan.

Sektor konstruksi pada semester I-2014 menyumbang Rp1,562 triliun, atau naik 8% dari pendapatan sepanjang semester I-2013 yang hanya sebesar Rp1,444 triliun. Sementara, sektor hospitality menyumbang pendapatan sebesar Rp298 miliar, naik 19% dari tahun lalu.

Im Suryani
Penulis adalah reporter Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: imsuryani@rumah.com atau melalui Twitter: @ngingims

Foto:

KIRIM KOMENTAR