Peringati Hapernas ke-7, Ini Lima Keinginan Kemenpera

Anto Erawan25 Agu 2014

RumahCom – Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera), Rildo Ananda Anwar mengatakan, ada lima hal yang perlu disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan sektor perumahan, agar pembangunan sektor perumahan dan permukiman dapat dipercepat. Hal ini disampaikannya dalam acara peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) ketujuh, hari ini (25/8).

Pertama, pemerintah daerah, baik pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota harus memperkuat perannya. “Mari kita perkuat peran Pemda yang diikuti dengan penguatan fiskal dalam payung hukum dan regulasi yang kuat, baik dalam bidang kelembagaan perumahan, pendampingan penyusunan regulasi, peningkatan kapasitas fiskal daerah, penajaman fokus sasaran dan pengembangan SDM,” tutur Sesmenpera seperti dinukil dari siaran pers yang diterima Rumah.com.

Kedua, perkuat peran pemerintah pusat dalam bidang pembinaan, fasilitasi, koordinasi, dan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Ketiga, lakukan reformasi kebijakan sektor perumahan dan permukiman yang berorientasi pada sinergi antar-sektor dalam bidang pembangunan dasar rakyat Indonesia.

Keempat, mendorong terbentuknya tabungan perumahan rakyat dan pembentukan badan penyedia perumahan.

Kelima, mengembangkan skema pembiayaan perumahan yang melibatkan lebih banyak peran lembaga keuangan, bank daerah, dan CSR.

“Percayalah, apa pun kebijakan yang kami tempuh, semuanya itu dimaksudkan untuk mendorong percepatan pemenuhan rumah bagi rakyat Indonesia, agar visa kita setiap orang menghuni tempat tinggal layak huni tahun 2030 dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

 

 

 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Subsidi Rumah 2014, Kemenpera Anggarkan Hanya Rp4,49 Triliun

RumahCom – Pemerintah kembali turunkan alokasi anggaran untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini menjadi Rp4,49 triliun. Menyusul tidak tercapainya target penyaluran kredit p

Lanjutkan membaca12 Mei 2014

Kemenpera: Pembangunan Rumah Tapak Berdampak Negatif

RumahCom - Setelah mengeluarkan kebijakan menghentikan subsidi KPR FLPP (kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) untuk rumah tapak mulai 31 Maret 2015 mendatang, Kementerian

Lanjutkan membaca2 Jun 2014

Ini Dia, Pengembang yang Dilaporkan Kemenpera ke Kejagung

RumahCom - Perumnas termasuk dalam daftar pengembang yang dilaporkan Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz kepada Kejaksaan Agung. Pelaporan tersebut terkait aturan hunian berimbang yang tercantum dal

Lanjutkan membaca24 Jun 2014

Atasi Backlog, Kemenpera Minta Anggaran Rp20 Triliun per Tahun

RumahCom – Demi mewujudkan target penghapusan angka backlog (kekurangan jumlah rumah) nasional, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menyerukan anggaran yang ideal bagi mereka per tahunnya. Sedi

Lanjutkan membaca30 Jun 2014

Kemenpera, Peringkat ke-9 Kementerian dengan Ekspos Media Terbanyak

RumahCom – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menduduki peringkat ke-9 kementerian dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang paling banyak diekspos media massa. Demikian hasil riset dan mo

Lanjutkan membaca4 Jul 2014

Masukan