Bisnis Perhotelan Jakarta Terjun Bebas

Anto Erawan28 Agu 2014

RumahCom – Bisnis perhotelan Jakarta mengalami penurunan cukup drastis pada semester pertama tahun ini. Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan STR global pada periode Juli 2013 – Juli 2014.

Menurut STR Global, penurunan tingkat hunian hotel di Jakarta turun 22% menjadi 49,8% dibanding tahun sebelumnya. Ini merupakan penurunan tertinggi di Asia-Pasifik. Penurunan juga dialami Bangkok dengan tingkat okupansi -21,1% menjadi 56,4%.

Di sisi lain, RevPAR (revenue per available room) Jakarta dan Bangkok juga mengalami penurunan paling besar di kawasan Asia-Pasifik. Jakarta turun 23,7% menjadi USD47,43; sementara Bangkok turun 22,3% menjadi USD52,05.

Kendati demikian, secara umum tingkat hunian di Asia-pasifik pada Juli 2014 naik 0,3% menjadi 70%; dimana tarif kamar harian rata-rata sedikit meningkat (0,2%) menjadi USD112,44. Sementara itu, RevPAR naik 0,5% menjadi USD78,73.

Mumbai, India dilaporkan mengalami peningkatan okupansi dua digit dalam 12 bulan terakhir, yakni naik 10,7% menjadi 64,2%. Sementara itu, kenaikan RevPAR dua digit terjadi di Osaka (naik 19,6% menjadi JPY11.244,05), Bali (naik 18,4% menjadi Rp1.310.345,40), Taipei (naik 15,4% menjadi TWD3.979,56), dan Mumbai (naik 10,3% menjadi INR4.362,32).

“Dalam 12 bulan terakhir, pasokan ruang perhotelan meningkat 3,7%. Pada saat yang sama, permintaan juga meningkat 4,8%,” kata Elizabeth Winkle, Managing Director STR Global. “Tingkat permintaan yang melampaui pasokan—dengan selisih 1,1%—membuat tingkat hunian selama 12 bulan terakhir mencapai 68,6%.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Potensi Pasar Perhotelan Indonesia Tertinggi di Dunia

RumahCom – Jones Lang LaSalle Hotels menyebut Indonesia, Thailand, dan Maladewa sebagai pasar potensial bisnis perhotelan di kawasan Asia Pasifik. Potensi besar ketiga negara ini disebabkan naik

Lanjutkan membaca9 Okt 2012

Empat Negara Tujuan Utama Investasi Perhotelan

RumahCom - Pertumbuhan sektor pariwisata yang tidak bisa dibendung, ikut meramaikan permintaan di sektor hospitality atau perhotelan. Bukan hanya di kelas bintang lima saja, tetapi permintaan juga dat

Lanjutkan membaca1 Mar 2013

Investasi Sektor Perhotelan Asia Pasifik Turun

RumahCom – Nilai investasi sektor perhotelan di kawasan Asia tahun ini turun 13,9%. Sumbangan terbesar pada kuartal II-2014 lalu yang datang dari Jepang pun tak mampu mengangkat tren penurunan ini.

Lanjutkan membaca11 Jul 2014

Inilah 11 Hotel Baru Accor di Indonesia

RumahCom – Sejalan dengan target memiliki 20.000 kamar hotel hingga 2015 yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Accor, jaringan hotel internasional yang berbasis di Perancis ini berencana membuka

Lanjutkan membaca4 Agu 2014

Masukan