Pemda Diimbau Prioritaskan Pembangunan Rumah Susun

Anto Erawan19 Sep 2014

RumahCom – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk memprioritaskan pembangunan rumah susun (Rusun) ketimbang rumah tapak, khususnya di daerah kota besar yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

“Pembangunan tempat tinggal untuk masyarakat di kawasan perkotaan mau tidak mau akan diarahkan ke rumah susun. Oleh karena itu kami berharap Pemda bisa ikut mendorong serta memprioritaskan pembangunan hunian vertikal untuk masyarakatnya,” ujar Sekretaris Kemenpera Rildo Ananda Anwar dalam siaran pers yang diterima Rumah.com.

Menurut Rildo, di wilayah seperti Kalimantan masih ada lahan yang cukup luas untuk perumahan. “Tapi di wilayah Jakarta, Bandung, serta kota besar lainnya, tentunya Rusun menjadi pilihan untuk hunian yang terbaik untuk masyarakat,” terangnya.

Dia mengharapkan Pemda mulai dapat menghitung alokasi anggaran untuk program perumahan di daerahnya masing-masing. Sebab bertambahnya penduduk akan berdampak pada kebutuhan hunian yang besar pula.

“Kami juga siap duduk bersama dengan para pengembang untuk ikut mendukung Pemda untuk membangunan hunian vertikal di daerah. Namun demikian, Pemda juga harus bisa membantu penyediaan lahan serta perizinan, sehingga pembangunan Rusun di daerah dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Saat disinggung tentang target pembangunan Rusun yang telah dilaksanakan Kemenpera, dirinya menyatakan sudah melampaui target yang dicanangkan oleh pemerintah. “Angkanya bahkan mencapai 200% hingga 300%,” jelas Rildo.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kemenpera: Pembangunan Rumah Tapak Berdampak Negatif

RumahCom - Setelah mengeluarkan kebijakan menghentikan subsidi KPR FLPP (kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) untuk rumah tapak mulai 31 Maret 2015 mendatang, Kementerian

Lanjutkan membaca2 Jun 2014

Pembangunan Rumah Susun Bisa Hemat Lahan 436%

RumahCom – Kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat (backlog) kian bertambah setiap tahun. Bahkan Sri Hartoyo, Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Per

Lanjutkan membaca3 Sep 2014

Kemenpera Didesak Rampungkan RUU Tapera

RumahCom - Komisi V DPR RI mendorong Kemenpera untuk menyelesaikan RUU Tapera (Rancangan Undang–undang Tabungan Perumahan Rakyat) sebagai salah satu solusi mengatasi backlog. “Secara makro kita

Lanjutkan membaca3 Sep 2014

Ingat, Rumah Subsidi Tak Boleh Dijual!

RumahCom - Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera, Sri Hartoyo menegaskan, bahwa rumah bersubsidi tidak boleh di-overkreditkan. Dia menerangkan, ketentuan tersebut telah diatur dalam peraturan menteri per

Lanjutkan membaca8 Sep 2014

Masukan