Dapat Anggaran Rp4,6 Triliun, Menpera Berharap Lebih

Anto ErawanSeptember 29, 2014

RumahCom – Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengungkapkan, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada 2015 mendatang akan mendapatkan alokasi dana APBN sebesar Rp4,621 triliun untuk program perumahan dan kawasan permukiman.

Djan menuturkan, sebenarnya Kemenpera meminta anggaran yang lebih besar lagi untuk memenuhi program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Indonesia. Pasalnya, kebutuhan rumah untuk masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah terus meningkat setiap tahunnya.

“Kami mengucapkan terimakasih atas penetapan anggaran perumahan yang telah ditetapkan untuk tahun 2015 mendatang. Namun demikian, kami sebenarnya berharap anggaran tersebut ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi karena kebutuhan rumah untuuk masyarakat di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya,” ujar Menpera dalam siaran pers yang diterima Rumah.com.

Menurut Djan, Kemenpera sebagai kementerian yang memiliki tugas untuk mendorong terlaksananya program perumahan dan kawasan permukiman tentunya juga membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mengatasi masalah backlog perumahan yang menjadi salah satu pekerjaan rumah di setiap masa pemerintahan. Oleh karena itu, pihaknya akan membuat program-program yang sesuai dengan anggaran yang tersedia.

“Beberapa upaya yang dilaksanakan oleh Kemenpera untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia antara lain memfasilitasi pembangunan Rusunawa dan pembangunan rumah khusus, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) kawasan perumahan dan permukiman, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Peningkatan Kualitas, PSU Perumahan Swadaya dan Bantuan Stimulan Peningkatan Kualitas (BSPK) Perumahan dan Permukiman Kumuh. Sedangkan untuk membantu pembiayaan perumahan untuk masyarakat Kemenpera juga memiliki program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” terangnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Dok. Kemenpera

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Menpera Laporkan 60 Pengembang ke Kejaksaan Agung!

RumahCom - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz menyatakan telah melaporkan 60 pengembang ke Kejaksaan Agung. Pasalnya, para pengembang tersebut dianggap tidak melaksanakan peraturan terkai

Lanjutkan membacaJuni 13, 2014

Kemayoran Jadi Lokasi Pilot Project Rusun PNS

RumahCom - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menyatakan akan memanfaatkan tanah negara untuk pembangunan rumah susun khusus pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh Indonesia. Pasalnya, kebanyakan

Lanjutkan membacaJuli 10, 2014

RUU Tabungan Perumahan Rakyat Masih Tertunda

RumahCom - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz mengatakan siap melanjutkan pembahasan Rancangan Undang–undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera). Hal ini dikatakannya dalam rapat ker

Lanjutkan membacaAgustus 28, 2014

Kemenpera Didesak Rampungkan RUU Tapera

RumahCom - Komisi V DPR RI mendorong Kemenpera untuk menyelesaikan RUU Tapera (Rancangan Undang–undang Tabungan Perumahan Rakyat) sebagai salah satu solusi mengatasi backlog. “Secara makro kita

Lanjutkan membacaSeptember 3, 2014

Masukan