Penting, Rumus Perhitungan dalam Investasi Properti

Anto ErawanSeptember 30, 2014

RumahCom – Tingkat kapitalisasi (capitalization rate atau cap rate) merupakan indikator paling umum dipakai dalam penjualan dan pembelian properti. Tingkat kapitalisasi bervariasi, berdasarkan wilayah dan tipe properti.

Baca Juga: Apa Itu Yield?

Investor menggunakan tingkat kapitalisasi untuk menetapkan harga pembelian, sedangkan pihak penilai (appraisal) menggunakannya untuk menentukan nilai pasar. Oleh karena itu, penilai adalah orang terbaik untuk memperoleh informasi seputar tingkat kapitalisasi di sebuah wilayah.

Cap rate diperoleh dari penghasilan operasional bersih dibagi harga pembelian properti:

Tingkat kapitalisasi (cap rate) = Penghasilan Operasional Bersih : Harga Pembelian

Namun untuk mempermudah, kisaran cap rate yang berlaku secara umum bisa dilihat di tabel berikut ini:

Jenis Properti

Tingkat Kapitalisasi

Lahan Kosong

0,5% – 2%

Rumah Sewa

3% – 5%

Ruko dan Rukan

6% – 9%

Kios dan Toko

5% – 10%

Apartemen dan Kondominium

7% – 12%

Menentukan Tarif Sewa
Jika nilai cap rate telah didapat, maka Anda dapat menentukan tarif sewa properti per tahun dengan rumus berikut ini:

Tarif Sewa (Rupiah/Tahun) = Nilai Properti (Rupiah) x Capitalization Rate (%)

Contoh Perhitungan:
Sebuah rumah seharga Rp5 miliar dengan Capitalization Rate 3% – 5%, harga sewanya adalah: 3% x Rp5 miliar = Rp150 juta/tahun atau berkisar Rp12,5 juta/bulan.

Sebuah apartemen seharga Rp600 juta dengan Capitalization Rate 7% – 12%, harga sewanya adalah: 12% x Rp600 juta = Rp72 juta/tahun atau Rp6 juta/bulan.

Sebuah ruko seharga Rp1,4 miliar dengan Capitalization Rate 6% – 9%, harga sewanya adalah: 7% x Rp1,4 miliar = Rp98 juta/tahun atau berkisar Rp8,2 juta/bulan.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

Sumber: ”Menjadi Kaya Melalui Properti”

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Cara Mudah Menentukan Harga Jual Rumah

RumahCom - Menjual properti memang memerlukan seni tersendiri. Selain harus pandai mencari konsumen, penjual juga harus cermat menentukan harga. Pasalnya properti—yang dijual secara perorangan&m

Lanjutkan membacaFebruari 20, 2012

High Leverage: Keistimewaan Properti Dibanding Investasi Lain

RumahCom – Berbeda dengan jenis investasi finansial, investasi properti memiliki keistimewaan, karena memiliki daya pengungkit yang tinggi  (high leverage investment). Artinya, nilai investasi yang

Lanjutkan membacaApril 25, 2014

5 Hal Ini Perlu Disurvei Sebelum Membeli Properti

RumahCom – Properti memiliki sifat tak bergerak (immobility). Oleh karena itu, faktor penggerak nilai, harga, prospek, dan masa depan properti adalah kegiatan manusia, budaya, dan jumlah uang yang b

Lanjutkan membacaJuli 7, 2014

Tips Membeli Rumah Bekas

RumahCom – Membeli rumah bekas alias rumah second memerlukan ketelitian lebih. Di sisi fisik, kondisi rumah tergantung material bangunan yang dipakai dan perawatan yang dilakukan pemilik sebelumnya.

Lanjutkan membacaJuli 10, 2014

Masukan