DPP Apersi: Subsidi Rumah Rp5,1 Triliun Tak Memadai

Anto ErawanJanuari 19, 2015

RumahCom – Alokasi anggaran subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pemerintah pada 2015 mendatang sebesar Rp5,1 triliun dinilai masih belum memadai untuk mengatasi kekurangan pasokan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP Apersi, Ilen Budhyarsyah menyebutkan, meski skema subsidi FLPP sudah cukup baik, namun pemerintah juga harus terus menaikkan plafon subsidi agar MBR merasa negara hadir mengatasi masalah ini.

“Angka Rp5,1 triliun dalam APBN itu masih belum cukup untuk menstimulasi pasokan rumah bagi MBR. Kami sebagai pengembang yang konsen pada pembangunan rumah subsidi sangat berharap pemerintah akan menaikkan anggaran subsidi, agar tingginya angka kekurangan rumah dapat ditekan. Apalagi kita ketahui setiap tahun angka ini terus bertambah sekitar 300 ribu unit,” jelas Ilen di Tangerang, Jumat (16/1) lalu.

Seperti diketahui, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono menyebutkan alokasi subsidi FLPP selama 2015 sebesar Rp5,1 triliun. Angka tersebut dialokasikan untuk membangun 60.000 rumah bagi MBR di Indonesia.

Di samping itu, Ilen juga meminta pemerintah membangun infrastruktur pendukung di kawasan-kawasan rumah MBR, seperti jalan, listrik, dan infrastruktur pendukung lain.

“Ketika pemerintah telah menyediakan infrastruktur, kami para pengembang tentu merasa terbantu. Jika akses jalan menuju kawasan hunian bagi MBR baik, tentu saja memudahkan bagi masyarakat itu sendiri, dan kegiatan ekonomi MBR di situ juga akan lebih mudah,” jelas dia.

Selain itu, Ilen juga meminta pemerintah berkomitmen memberi bantuan dan kemudahan pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU). Bantuan dana PSU yang dikucurkan oleh pemerintah bagi pengembang perumahan MBR dapat dijadikan stimulus untuk mau membangun rumah MBR sekaligus menekan harga rumah.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Penyerapan KPR Subsidi Jeblok, Ini Penyebabnya!

RumahCom – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) masih mengevaluasi kapan saat yang tepat untuk mengejar realisasi pengucuran dana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menggunakan Fasilitas Likuid

Lanjutkan membacaMei 21, 2014

KPR Masih Jadi Pilihan Utama Konsumen Rumah

RumahCom – Fasilitas KPR (kredit pemilikan rumah) masih menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti. Demikian hasil Survei Harga Properti Residensial selama kuartal II-2014 ya

Lanjutkan membacaAgustus 15, 2014

JK: Perumnas Harus Bangun Rumah Sederhana!

RumahCom - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun satu juta unit rumah sederhana per tahun. Sebagian rumah terseb

Lanjutkan membacaDesember 16, 2014

Produk-produk KPR Syariah dan Keuntungannya

RumahCom – KPR Syariah makin diminati konsumen karena tak terpengaruh oleh fluktuasi suku bunga dan cicilannya tetap setiap bulan. Tak hanya di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, di negara

Lanjutkan membacaJanuari 12, 2015

Masukan