Dukung Program Sejuta Rumah, MAS Group Bangun 2.000 Rumah Subsidi

Anto ErawanApril 30, 2015

RumahCom – Sebagai penanda dimulainya program pembangunan sejuta rumah, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan rusunawa di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (29/4). Pencanangan program rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini juga dilakukan secara serentak di 9 provinsi.

Pada tahap pertama, sebanyak 103.135 unit rumah akan dibangun oleh para pengembang yang mendukung program pemerintah tersebut.

Untuk Kabupaten Tangerang yang mewakili provinsi Banten, proyek perumahan Grand Sutera Rajeg yang dikembangkan oleh MAS Group terpilih menjadi lokasi acara pencanangan ini.

Direktur Utama MAS Group, Suwandi Tio sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat tersebut. Dia optimistis program ini akan berjalan maksimal jika semua stake holder bersinergi mengatasi kekurangan pasokan (backlog) rumah secara nasional.

“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan program satu juta rumah ini. Pemerintah telah menunjukkan kepedulian pada permasalahan perumahan bagi MBR,” ungkap Suwandi.

MAS Group sendiri, menargetkan pembangunan 2.000 unit rumah bersubsidi tahun ini. Sebagian besar proyek perumahan yang dikembangkan berlokasi di wilayah propinsi Banten.

Pada awal tahun 2015 MAS Group meluncurkan Grand Sutera Rajeg, proyek perumahan subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kawasan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten. Proyek ini menyiapkan sekitar 1.000 unit rumah tipe 32/60 dengan total lahan 10 hektar.

Meski demikian Suwandi berharap pemerintah dapat mempertimbangkan adanya perubahan komposisi dalam aplikasi kebijakan uang muka 1%. Hal ini dikhawatirkan akan menghambat pembangunan awal yang harus direalisasikan pengembang. Selaku pengembang, Suwandi berharap pemerintah dapat mengimbangi kebijakan tersebut dengan solusi yang tidak memberatkan.

“Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara konsumen dan produsen agar pasokan rumah untuk program ini tidak terganggu. Bagaimanapun sebagai produsen, pengembang membutuhkan dana segar untuk memulai pembangunan rumah bagi MBR ini. Sinergi antara pemerintah, perbankan dan pengembang sangat penting untuk solusinya,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua DPD Apersi  (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Banten, Sobri Nurdin menuturkan, pihaknya berkomitmen membangun hunian berimbang sejalan dengan program pemerintah.

“Di Banten, sebanyak 80 perusahaan sepakat mensukseskan program sejuta rumah,” jelas Nurdin.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Dok. MAS Group

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kini, Pekerja Bergaji Rp4 Juta Bisa Dapat Rumah Subsidi

RumahCom – Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mensosialisasikan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) baru, yakni Permenpera Nomor 3, 4, dan 5 Tahun 2014. Permenpera baru tersebut me

Lanjutkan membacaApril 29, 2014

Cicilan KPR Subsidi Akan Diturunkan Jadi Rp500 Ribu per Bulan

RumahCom - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 7,5% akan diikuti dengan penurunan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLP

Lanjutkan membacaFebruari 27, 2015

Wow, Uang Muka Rumah Subsidi Diturunkan Jadi 1%

RumahCom -  Pemerintah mensinyalir, masyarakat berpenghasilan rendah (‎MBR) menjadi penyumbang angka backlog terbesar dari total backlog 15 juta unit. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) me

Lanjutkan membacaMaret 3, 2015

Begini Cara BTN dan Perumnas Dukung Program Satu Juta Rumah

RumahCom - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan, Program Satu Juta Rumah bukan program yang soliter, namun terkoneksi dengan pengentasan kawasan kumuh.

Lanjutkan membacaApril 9, 2015

Masukan