Masuk APBN, Pembiayaan Rumah Subsidi Makin Menjanjikan

Anto ErawanJuli 10, 2015

RumaCom – Pembiayaan perumahan akan jauh lebih baik tahun depan. Pasalnya, Program Sejuta Rumah akan masuk dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Maurin Sitorus mengatakan, KemenPUPR sudah mengajukan pagu indikatif untuk pembiayaan perumahan tahun 2016 kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Pagu Indikatif yang kami ajukan ke Kemenkeu sebesar Rp9,3 triliun untuk KPR FLPP, sementara untuk subsidi selisih suku bunga sebesar Rp900 miliar,” papar Maurin dalam siaran pers yang diterima Rumah.com.

Tahun depan, skema KPR FLPP (Kredit Kepemilikan Rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan skim subsidi selisih bunga (SSB) rencananya akan diterapkan. Mekanismenya, pemerintah akan menerapkan terlebih dahulu skema KPR FLPP dari Januari atau sampai dana untuk skema KPR FLPP habis.

“Selanjutnya, apabila KPR FLPP 2016 telah habis, kami akan memberlakukan skema subsidi selisih suku bunga. Hal ini sama dengan konsep pembiayaan yang akan dijalankan tahun ini,” jelas Maurin.

Dari alokasi anggaran sebesar Rp9,3 triliun ini, menurut Maurin, dapat membangun 100.000 unit perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Terkait skema SSB, dananya 100% disiapkan oleh perbankan. Pemerintah yang akan membayar selisih suku bunganya, yaitu selisih suku bunga KPR FLPP dan suku bunga komersial.

“Pemberlakuan skema subsidi selisih bunga ini tidak akan merugikan perbankan. Keuntungan Bank akan tetap dan masyarakat berpenghasilan rendah atau debitur tetap membayar suku bunga sebesar 5%,” kata Maurin.

Dia mengatakan, realisasi KPR FLPP dari Januari – Mei mencapai sebesar 28.740 unit. Mulai Agustus – Desember 2015, pemerintah akan memberlakukan skema SSB yang diperkirakan dapat menyerap sekitar 55.000 unit.

“Selain itu, tahun ini pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk subsidi uang muka sebesar Rp220 miliar untuk 55.000 unit rumah,” jelas Maurin.

Maurin menuturkan, MBR dapat mengakses fasilitas skema SSB dan subsidi uang muka secara bersamaan. Akan tetapi, pemerintah akan memperketat peraturan terkait dengan persyaratan bagi MBR untuk mengakses KPR FLPP maupun subsidi uang muka.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tips Mendapat Rumah Subsidi

RumahCom - Program pembangunan sejuta rumah baru saja dimulai pada Rabu (29/4) lalu. Program ini memberi banyak kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian—baik rumah

Lanjutkan membacaMei 4, 2015

Cari Lokasi Rumah Subsidi, Buka Situs Ini!

RumahCom - Menanggapi animo masyarakat terhadap program sejuta rumah, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan situs khusus, yakni se

Lanjutkan membacaJuni 19, 2015

PNS Dapat Bantuan Tabungan Perumahan Rp4 Juta

RumahCom – Tahun ini, Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum – PNS) menggelontorkan Bantuan Tabungan Perumahan (BTP) sebesar Rp400 miliar. Menurut Direktur Utama

Lanjutkan membacaJuli 1, 2015

REI Kejar Target Pembangunan 247.725 Hunian Sederhana

RumahCom – Menyukseskan Program Sejuta Rumah yang diinisiasi Pemerintah, organisasi pengembang Real Estat Indonesia (REI) terus mengejar target pembangunan yang dilakukan para anggotanya. “Targ

Lanjutkan membacaJuli 9, 2015

Rumah Rakyat Vs Kepemilikan Asing: Antara Zonasi dan Nasionalisme

RumahCom – Lahan merupakan salah satu kendala pengadaan perumahan rakyat. Harga lahan yang semakin tinggi mengakibatkan terhambatnya pembangunan rumah sederhana. Untuk melindungi perumahan MBR(ma

Lanjutkan membacaJuli 9, 2015

Masukan