2015, Rumah Sederhana Justru Dipasok Pengembang Besar

Anto ErawanJanuari 22, 2015

RumahCom – Kenaikan harga BBM bersubsidi di akhir 2014 lalu membuat pengembang memberi gimmick marketing yang memberi harapan kepada konsumen bahwa harga properti yang dibelinya akan segera naik di awal tahun ini.

Hal ini membuat sebagian besar konsumen merespon dengan membeli properti. Padahal, secara umum pasar sebenarnya tidak terlalu mengalami lonjakan.

Indonesia Property Watch (IPW) memprediksi, tahun ini para pengembang relatif masih berhati-hati untuk menaikkan harga rumahnya. Apalagi harga BBM subsidi kembali diturunkan menjadi Rp6.600 per liter—hanya berbeda Rp100 dari harga semula Rp6.500.

“Banyak pengembang segmen kecil yang mulai beralih ‘naik kelas’ ke segmen menengah. Bukan berarti pasar segmen kecil menurun, melainkan dikarenakan harga tanah yang tinggi, sehingga para pengembang yang umumnya skala kecil tidak sanggup lagi untuk membeli tanah dengan harga yang sudah terlalu tinggi,” jelas Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif IPW.

Wilayah pembangunan rumah segmen kecil, imbuh Ali, akan semakin jauh dari pusat kota. Sementara, pembangunan rumah segmen kecil justru akan banyak dikerjakan pengembang besar skala kota sebagai bentuk subsidi silang dari penjualan segmen menengah dan besar.

Beberapa pengembang diperkirakan mulai membidik pasar ini di wilayah-wilayah yang relatif masih murah namun dengan prospek yang cukup baik. Wilayah dengan economic base kawasan industri diperkirakan menjadi incaran pengembang.

“Sementara itu, pengembang besar banyak yang berkonsentrasi untuk membangun hunian vertikal, karena dengan kondisi harga tanah yang semakin tinggi, maka harga rumah tapak menjadi sangat mahal,” pungkasnya.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Investor Asing Kuasai Properti Tanah Air Lewat Jalur PMA

RumahCom – Hingga saat ini, narga negara asing (WNA) memang hanya dapat memiliki properti di Indonesia dengan Hak Pakai atau Hak Guna Usaha. Kendati demikian, investor asing masih dapat membeli prop

Lanjutkan membacaDesember 8, 2014

Suku Bunga KPR Naik, Waspadai Kredit Macet!

RumahCom - BI Rate yang naik ke level 7,75% diprediksi akan berimbas pada naiknya suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah) ke angka 13,5% - 14%. Kenaikan suku bunga KPR bisa dipastikan akan menggerus d

Lanjutkan membacaDesember 10, 2014

Kenaikan Harga Rumah Bukan Karena BBM

RumahCom – Kenaikan harga properti yang terjadi di Indonesia tidak terjadi karena kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), melainkan karena kebijakan pengembang dalam menaikan harga. Hal ini yang me

Lanjutkan membacaJanuari 5, 2015

Target Pembangunan Rumah Subsidi Cuma Mimpi

RumahCom – Sektor perumahan rakyat agaknya menjadi "anak tiri" pada masa kepemimpinan presiden Joko Widodo. Betapa tidak, dari dana kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sebesa

Lanjutkan membacaJanuari 12, 2015

Masukan