2015, BPJS Ketenagakerjaan Tambah Alokasi Investasi Properti

Anto ErawanJanuari 30, 2015

RumahCom – Tahun ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan berencana memperbesar porsi investasi di sektor properti. Namun, peningkatan porsi investasi tersebut masih menunggu revisi peraturan pemerintah (PP).

Terkait alokasi dan investasi ke sektor properti, yang saat ini alokasinya 5%, akan direvisi antara 10% – 30%, saat ini masih dalam tahap finalisasi (PP-nya),” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Massasya‎ seperti dinukil dari Liputan6.com.

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan sudah menganggarkan dana Rp25 triliun untuk membangun beberapa properti seperti rumah tapak dan rusunami. Tidak hanya itu, revisi PP tersebut dilakukan dikarenakan BPJS Ketenagakerjaan akan memiliki program baru dimana turut serta menyediakan rumah bagi para pekerja.

“Nanti ‎kami akan bangun dalam dua jenis, pertama rumah susun sewa, kedua rusunami atau landed house yang bisa dimiliki langsung,” katanya.

Adapun rencana pembangunan rumah susun sewa tersebut akan dilakukan di enam kota besar di Indonesia, di antaranya Medan, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Batam dimana setiap menara masing-masing memiliki 400 unit.

Sementara untuk pembangunan rusunami dan rumah tapak, BPJS lebih memanfaatkan aset-aset tanahnya yang ada di beberapa tempat seperti di daerah Jonggol dan Cileungsi, Jawa Barat.

Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang

Foto: Anto Erawan

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Trik Investasi Properti Saat Resesi Ekonomi

RumahCom – Kondisi resesi ekonomi merupakan blessing in disguise bagi sebagian investor properti. Pasalnya, di saat seperti ini, pengembang banyak memberikan kemudahan—tak jarang potongan harga—

Lanjutkan membacaDesember 11, 2014

Mau Buat Sertifikat Tanah, Urus BPJS Dulu!

RumahCom – Integrasi data kependudukan akan berimbas pada cara pembuatan sertifikat tanah dan sertifikat rumah. Aturan itu tercantum dalam Undang Undang No 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara

Lanjutkan membacaDesember 29, 2015

2015, Investasi Rumah Tapak Lebih Menggiurkan

RumahCom – Pada 2014 lalu, pasar properti mengalami perlambatan akibat situasi politik di Indonesia. Tahun ini, pengembang properti optimistis pasar properti Indonesia akan kembali cerah. Bahkan,

Lanjutkan membacaJanuari 16, 2015

2015, Rumah Sederhana Justru Dipasok Pengembang Besar

RumahCom – Kenaikan harga BBM bersubsidi di akhir 2014 lalu membuat pengembang memberi gimmick marketing yang memberi harapan kepada konsumen bahwa harga properti yang dibelinya akan segera naik di

Lanjutkan membacaJanuari 22, 2015

Masukan